Sejarah Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda – Sebelum kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Indonesia telah mengalami banyak peristiwa untuk mempersiapkan kemerdekaan tersebut. Salah satu peristiwa yang berperan penting dalam persatuan pemuda Indonesia adalah sumpah pemuda. Peristiwa ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan tidak semua orang mengetahuinya. Inilah sejarah sumpah pemuda yang harus Anda ketahui dengan baik sebagai warga negara Indonesia.

Informasi Singkat Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda dianggap sebagai salah satu tonggak utama yang berperan penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya ikrar tersebut, ia dianggap merupakan kristalisasi ataupun keinginan pemuda untuk mendirikan negara Indonesia. Seperti yang diketahui, saat itu Indonesia masih belum memiliki satu asas tunggal karena setiap wilayah memiliki pemerintahannya masing-masing.

Anda yang belum mengetahui tentang Sumpah Pemuda tentu penasaran terkait peristiwa ini, Sumpah Pemuda merupakan keputusan yang dihasilkan oleh Kongres Pemuda. Kongres tersebut di datangi oleh perwakilan pemuda di berbagai wilayah Indonesia dan dilaksanakan di Batavia, yang saat ini merupakan wilayah Jakarta.

Di dalam keputusan tersebut didapatkan hasil berupa penyamaan cita-cita semua pemuda yang hadir dalam kongres, yaitu:

  1. Keputusan untuk menegaskan keinginan dan cita-cita untuk mendirikan tanah air bernama Indonesia.
  2. Keputusan untuk menegaskan bahwa mereka merupakan satu bangsa, yakni bangsa Indonesia.
  3. Keputusan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dengan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahasa daerah.

Dengan adanya tiga keputusan yang diperoleh dari kongres tersebut, maka sejarah sumpah pemuda mulai terbentuk. Keputusan tersebut disetujui dan di dukung oleh banyak pihak, sehingga diharapkan menjadi asas dan dasar bagi setiap perkumpulan kebangsaan yang akan dilakukan ke depannya.

Keputusan tersebut kemudian juga disiarkan, sehingga dapat dibaca dalam surat kabar dan di tengah perkumpulan rapat kongres pemuda yang mungkin akan dilanjutkan ke depannya.

  Sejarah Komputer

Sedangkan untuk penyebutan nama ‘sumpah pemuda’, istilah tersebut tidak muncul di rapat kongres pemuda kedua yang saat itu berlangsung. Penamaan ini diberikan setelah rapat kongres selesai dan keputusan kongres tersebut dicantumkan dalam prasasti. Anda yang ingin mengunjungi prasasti tersebut bisa datang ke Museum Pemuda Indonesia.

Rumusan Pada Kongres Sumpah Pemuda

Sebelum menjadi teks sumpah pemuda yang saat ini masyarakat ketahui, tentunya terdapat rumusan yang dibuat oleh anggota kongresnya. Kongres pemuda yang berlangsung di Batavia tersebut dilakukan selama dua hari, yakni di tanggal 27 Oktober dan 28 keesokan harinya di tahun 1928.

Rumusan kongres ini ditulis oleh Muhammad Yamin pada secarik kertas, tulisan Yamin tersebut kemudian ia berikan kepada Seoegondo. Penyerahan kertas rumusan tersebut dilakukan ketika Sunario yang merupakan utusan kepanduan menyelesaikan pidato. Yamin pun berbisik kepada Soegondo yang menerima kertas tersebut dan berkata bahwa ia mempunyai formulasi yang menarik dan juga elegan untuk rapat kongres tersebut.

Soegondo sendiri kemudian membaca kalimat yang tertulis di kertas tersebut dan memberikan paraf setuju. Merasa bahwa isi di dalam kertas tersebut menarik, Soegondo kemudian meneruskan kertas tersebut ke semua anggota kongres, sehingga semuanya mengetahui isi dari kertas rumusan sumpah pemuda tersebut dan sejarah sumpah pemuda dimulai dari sini.

Setelah semua anggota kongres memberikan persetujuan di kertas tersebut dan kertas yang dituliskan oleh Yamin kembali ke dirinya sendiri, Soegondo membacakan isi kertas tersebut dan Yamin pun menjelaskan mengenai makna dan isi mengenai rumusan sumpah pemuda kepada anggota kongres yang hadir.

Terdapat tiga rumusan pokok di dalam naskah awal sumpah pemuda tersebut, dituliskan dengan ejaan van Ophuijsen, berikut merupakan pokok dan gagasan utama di kongres pemuda kedua tersebut:

  1. Bahwa semua anggota kongres merupakan putra dan putri Indonesia, mengakui bahwa mereka memiliki satu tumpah darah, yakni Indonesia.
  2. Mereka sebagai putra dan putri bangsa mengakui bahwa mereka hanya memiliki satu kebangsaan, yakni kebangsaan Indonesia.
  3. Sebagai putra dan putri Indonesia, mereka menjunjung tinggi bahasa persatuan seluruh suku yang ada di Indonesia, yakni bahasa Indonesia.
  Pengertian Sejarah

Dengan adanya peristiwa tersebut, maka seluruh pemuda dan rakyat yang tersebar dari Pulau Sabang sampai Merauke terbakar semangatnya untuk melakukan pengusiran kepada penjajah. Jika sebelumnya Indonesia melakukan perlawanan dengan basis daerah dan hanya berfokus pada kekuatan fisik, maka Sumpah Pemuda menjadi awal dari adanya perlawanan secara diplomatik dan menyeluruh kepada penjajah kolonial.

Adanya Sumpah Pemuda tersebut juga menjadi awalan yang penting, sehingga setiap daerah memiliki persamaan untuk mewujudkan negara dengan satu cita dan tujuan. Pemuda yang hadir dalam rapat tersebut pun kemudian menjadi tokoh penting dan mengambil porsi yang besar guna mewujudkan kemerdekaan untuk negara Indonesia.

Latar Belakang Sumpah Pemuda

sejarah sumpah pemuda
sejarah sumpah pemuda | tribunnews.com

Setelah mengetahui sejarah sumpah pemuda untuk bagian teks, maka sebaiknya Anda juga mengetahui latar belakang terjadinya peristiwa kebangsaan ini. Hari dimana teks Sumpah Pemuda dibacakan di kongres pemuda tersebut, kini diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan tiap satu tahun sekali pada 28 Oktober.

Awalnya perkumpulan kongres pemuda ini diawali oleh para pelajar Indonesia, yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia, atau lebih sering disingkat sebagai PPPI. Selain kumpulan pelajar Indonesia, perhimpunan cendekiawan Indonesia yang memiliki cita-cita untuk membentuk negara kesatuan juga ikut berperan penting dalam rapat dan kongres pemuda tersebut.

Kongres ini awalnya memiliki satu tujuan, yakni menyatukan seluruh organisasi yang ada di Indonesia dan menyatukan tujuan serta cita-cita masing-masing organisasi untuk kemajuan, kemerdekaan, dan terbentuknya negara Indonesia.

Pertemuan Kongres Pemuda ini tidak terjadi hanya satu kali saja, melainkan tiga kali berturut-turut dan dimulai dari tahun 1926. Hasil dari kongres pemuda pertama baru di dapatkan di tahun 1927 pada bulan Februari. Sedangkan untuk kongres pemuda kedua dilaksanakan pada Mei 1928, sedangkan hasilnya di dapatkan pada bulan Oktober di tahun yang sama.

  Sejarah Akuntansi

Pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir dilaksanakan pada Agustus 1928, pada pertemuan ini seluruh organisasi dan perkumpulan yang ada di Indonesia hadir dan akhirnya memiliki satu tujuan yang sama.

Pertemuan ketiga ini menjadi sejarah sumpah pemuda yang terkenal, dimana setelah kongres ketiga, perkumpulan pemuda ini ingin meneruskan satu lagi kongres yang akan dilanjutkan di bulan Oktober pada tahun 1928. Akan terdapat susunan panitia, dimana setiap organisasi akan mendapatkan porsinya dengan adil sesuai jabatan yang cocok dengan mereka.

Setiap satu organisasi akan mendapatkan satu jabatan, agar semua organisasi yang hadir dapat memberikan andil yang besar pada kongres di bulan Oktober mendatang. Beberapa organisasi daerah yang turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Jong Java sebagai perkumpulan pemuda Jawa, Jong Celebes sebagai perkumpulan pemuda dari wilayah Sulawesi, dan Jong Soemantranen yang merupakan pemuda dari wilayah Sumatera.

Selain ketiga kumpulan pemuda tersebut, masih banyak organisasi lain yang hadir dan menjadi peserta aktif di kongres pemuda tersebut. Guna memudahkan Anda dalam memahami sejarah lahirnya sumpah pemuda, berikut merupakan kronologis kejadian setiap rapat yang berlangsung.

Kronologis Rapat Sumpah Pemuda

sejarah sumpah pemuda
sejarah sumpah pemuda | poskomalut.com

Rapat Pertama

Untuk rapat pertama Kongres Pemuda, dilaksanakan di Gedung Katholik Jongelingen Bond, atau lebih dikenal sebagai KJB. Kongres pertama ini terjadi di bulan Oktober yang merupakan lanjutan dari pertemuan kongres ketiga yang sebelumnya sudah direncanakan oleh seluruh organisasi yang hadir.

KJB terletak di sekitar Lapangan Banteng, rapat ini dilakukan pada hari Sabtu di bulan Oktober pada tanggal 27, tahun 1928. Soegondo merupakan perwakilan dari panitia yang memberikan sambutan dan berharap kongres tersebut akan membantu pemuda Indonesia memperkuat semangat yang dimiliki.

Acara dilanjutkan dengan pidato dari beberapa perwakilan organisasi pemuda yang hadir, salah satunya adalah Moh. Yamin. Dalam pidato yang ia berikan, Yamin mengungkapkan mengenai pentingnya hubungan persatuan pemuda untuk keberlangsungan terbentuknya negara Indonesia. Ini menjadi awal sejarah sumpah pemuda yang akan terjadi keesokan harinya, dimana Yamin menjadi pelopor penulisan naskah sumpah pemuda.

  Sejarah Candi Borobudur

Di dalam pidato yang dibacakan oleh Yamin, dijelaskan lima faktor yang akan membantu penguatan persatuan yang ada di Indonesia. Lima faktor tersebut adalah sejarah, hukum adat tiap daerah, pendidikan, bahasa, serta kemauan. Setiap daerah di wilayah Indonesia memiliki lima faktor tersebut dan sebagian besar sama antara satu dengan yang lain.

Rapat Kedua

Setelah rapat pertama berjalan dengan lancar, maka dilanjutkan rapat kedua keesokan harinya. Rapat ini dilaksanakan pada hari Minggu, yang bertepatan dengan 28 Oktober 1928 di gedung yang berbeda, yakni gedung Oost-Java Bioscoop. Untuk rapat kedua, fokus pembahasan akan diarahkan langsung untuk membahas mengenai pendidikan yang ada di Indonesia.

Terdapat dua pembicara yang akan memberikan pembahasan mengenai keadaan pendidikan di kongres tersebut yakni Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Kedua pembahas tersebut berbagai pernyataan yang sama bahwa seorang anak yang lahir di negara Indonesia diharuskan untuk mendapatkan pendidikan kebangsaan.

Inilah yang menjadi awal sejarah sumpah pemuda yang tidak hanya membahas mengenai keadaan persatuan bangsa saja, melainkan aspek penting untuk lain yang menjadi faktor penentu akan kualitas pemuda tersebut. Pendidikan kebangsaan tersebut tidak hanya di dapatkan di rumah saja, sebaiknya di dapatkan pula di rumah agar terjadi keseimbangan pemikiran.

Rapat Ketiga

Setelah rapat pertama dan kedua usai, dilanjutkan rapat ketiga yang masih dilakukan di hari yang sama. Rapat ketiga merupakan sesi lanjutan dari rapat kedua yang membahas mengenai pentingnya nasionalisme dan demokrasi. Kedua aspek tersebut dianggap sama pentingnya dengan gerakan kepanduan yang belakangan sedang marak menyebar di wilayah Indonesia pada saat itu.

Terdapat dua pembicara dalam sesi ini, yaitu Soenario dan Ramelan yang keduanya setuju bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dilepaskan dari nasionalisme. Ini karena gerakan kepanduan memiliki beberapa aspek yang bisa menjadikan anak-anak disiplin dan mandiri.

  Sejarah Bola Basket

Sebelum kongres ditutup, Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu ciptaanya yang di kemudian hari menjadi lagu nasional dan kebangsaan Indonesia. Lagu tersebut berjudul Indonesia dan mendapatkan sambutan yang meriah dari peserta kongres yang hadir. Setelahnya kongres ditutup dengan membacakan rumusan teks Sumpah Pemuda yang dibuat oleh Yamin.

Tokoh Sumpah Pemuda

sejarah sumpah pemuda
kongres sumpah pemuda | wikimedia.org

Berlangsungnya rapat kongres pemuda tersebut tidak bisa terlepas dari beberapa tokoh pemuda yang hadir dan memberikan suara di rapat tersebut. sejarah sumpah pemuda mencatat ada banyak pemuda yang hadir dan di kemudian hari berkesempatan untuk mengubah dan membuat Indonesia menjadi negara yang merdeka.

Tokoh-tokoh penting ini tidak hanya berasal dari Jawa, melainkan dari berbagi suku dan daerah lain di Indonesia, diantaranya adalah:

Soegondo Jojopoespito

Kongres pemuda tersebut di pimpin dan diketuai oleh Soegondo, kongres yang dimaksud adalah kongres tambahan yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober di tahun 1928 tersebut. Soegondo sendiri aktif dalam PPPI, yang merupakan perhimpunan seluruh pelajar yang ada di Indonesia.

Karena memiliki peran yang aktif di dalam PPPI tersebut ia kemudian ditunjuk sebagai ketua kongres dan disetujui oleh semua pemuda yang hadir di dalam rapat tersebut. Soegondo juga merupakan orang yang diberitahu Yamin pertama kali mengenai rumusan teks Sumpah Pemuda yang ia buat.

Muhammad Yamin

Yamin merupakan orang yang membuat rumusan teks Sumpah Pemuda, sebelum kemudian diberitahukan kepada Soegondo selaku ketua kongres dan mendapat persetujuan darinya. Yamin sendiri merupakan perwakilan dari Jong Sumatranen Bond, yang merupakan pencetus utama dilaksanakannya kongres pemuda.

Awalnya ia hendak dicalonkan sebagai ketua Kongres Pemuda saat itu, namun karena ia berasal dari wilayah Sumatera dan merasa ada yang lebih cocok mendapatkan jabatan tersebut, ia lebih memilih menjadi sekretaris. Nama Yamin juga lekat dengan sejarah sumpah pemuda karena ia merupakan pencetusnya.

Saat itu dibutuhkan pemimpin kongres yang berada di garis netral, sedangkan Yamin yang berasal dari Sumatera merasa tidak memenuhi kualifikasi tersebut. Ia kemudian merumuskan isi teks sumpah pemuda selama rapat berlangsung sebagai bentuk intisari dari berbagai pidato yang diberikan oleh perwakilan pemuda dari berbagai daerah.

  Sejarah PBB

W.R Soeprtaman

Selain Yamin, nama yang juga sering disebut dan berkaitan dengan Sumpah Pemuda adalah Wage Rudolf Soepratman, atau lebih sering dipanggil sebagai W.R Soepratman. Selain pencipta Lagu Indonesia Raya, ia juga memperdengarkan pertama kali lagu ciptaanya tersebut ketika Kongres Pemuda berlangsung.

Ia memperdengarkan lagu tersebut kepada peserta yang hadir di hari Minggu, 28 Oktober 1928 ketika rapat sesi ketiga berakhir. Ketika menyanyikan lagu tersebut, W.R Soepratman mengiringinya dengan alat musik dari biola.

Amir Syarifudin

Walaupun tidak banyak disebutkan di dalam buku sejarah, ternyata Amir Syarifudin merupakan tokoh Kongres Pemuda yang cukup berperan penting. Ia tergabung dengan Jong Batak dan menjadi anggota dari organisasi pergerakan melawan pemerintahan Jepang. Inilah yang membuatnya terancam hukuman mati dan masuk dalam sejarah sumpah pemuda sebagai anggota kongres yang diperhitungkan.

Di dalam kongres tersebut ia merupakan orang yang aktif, ia juga menyumbangkan pemikirannya untuk keberlangsungan kongres tersebut serta rumusan sumpah pemuda yang dibacakan oleh Yamin. Ketika kongres tersebut berlangsung ia menjadi bendahara kongres.

Sie Kong Liong

Kongres pemuda tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya Sie Kong Liong, yang merupakan pihak yang menyediakan tempat tinggal serta tempat rapat untuk melaksanakan kongres pemuda. Tempat pondokan yang digunakan untuk rapat tersebut kini masih bisa Anda temukan sebab dijadikan sebagai museum.

***

Sejarah sumpah pemuda merupakan salah satu rangkaian peristiwa penting yang terjadi di Indonesia sebelum kemerdekaan. Dengan adanya sumpah pemuda tersebut, semua pemuda Indonesia akhirnya berada dalam satu kesatuan dan tujuan untuk kemerdekaan bangsa.