Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Kemerdekaan Indonesia – Tepat di tahun 2020, 75 tahun sudah terukir sejarah kemerdekaan Indonesia. Dalam memperjuangkan kemerdekaan, perjalanannya tidak semudah yang dibayangkan. Perlu waktu yang panjang untuk akhirnya tepat 17 Agustus 1945 naskah proklamasi dibacakan Sang Proklamator.

Masa Penjajahan

Dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia, terdapat pembagian dua masa penjajahan yang terjadi di Indonesia, pertama di tangan Belanda selama 3,5 abad. Kemudian yang terakhir adalah di tangan penjajahan Jepang selama 3,5 tahun. Berikut akan kita bahas perjalanan yang ditorehkan selama masa – masa perjuangan melawan penjajah.

Di Tangan Belanda (1600 – 1942)

Catatan sejarah tidak menuliskan secara pasti sejak kapan Belanda mulai menjajah Indonesia. Namun, diketahui bahwa Belanda pertama kali menginjakkan kaki di nusantara sejak akhir abad ke 16. Proses pengambilan kekuasaan kala itu diambil alih secara perlahan hingga akhirnya memagang penuh kekuasaan sesuai batas Republik Indonesia saat ini.

sejarah kemerdekaan indonesia
potret indonesia pada masa penjajahan (wikipedia.org)

Masa penjajahan secara nasional mulai tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia ketika VOC sebagai perusahaan ekonomi terkuat di Asia kala itu mengalami kebangkrutan di tahun 1976. Meskipun kekuasaan sempat diambil oleh Perancis di tahun 1806 – 1815, setelah beberapa tahun Belanda kembali memegang peranan sebagai pemegang kekuasaan atas Indonesia.

Terdapat dua nama besar selama masa penjajahan Belanda yang memberikan dampak besar. Pertama adalah Herman Willem Deandels yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal di tahun 1808 – 1811. Pada masa kekuasaannya, pemerintahan dijalankan dengan membagi pulau Jawa dalam beberapa distrik atau residensi. Setiap pemegang distrik akan bertanggung jawab untuk distriknya, termasuk permasalahan hukum serta pertanian kala itu.

Setelahnya, jabatan Gubernur Jenderal dipegang oleh Stamford Raffles hingga 1816. Sembari meneruskan sistem pemerintahan pendahulunya, Rafles juga mengenalkan sistem pembayaran pajak, yaitu pajak tanah dengan nilai 40% dari hasil panen tahunan kala itu. Tidak hanya tertarik memimpin, ketertarikan pribadi terhadap pulau Jawa membawa Rafles menerbitkan buku di tahun 1817.

  Sejarah Sepak Bola

Dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia, selama masa penjajahan Belanda, Indonesia mengalami beberapa fase, seperti masa tanam paksa, ekonomi liberal, hingga politik etis dan nasionalisme. Di masa politik etis, kaum pribumi mendapat kesempatan untuk meraih pendidikan hingga mulai lahir kesadaran nasional, satu diantaranya adalah organisasi Budi Utomo serta terlaksananya Sumpah Pemuda.

Di Tangan Jepang (1942 – 1945)

Kedudukan Jepang di Indonesia dimulai ketika pihak sekutu mengalami kekalahan di Perang Dunia II. Beberapa aspek yang dipengaruhi pemerintahan Jepang kala itu adalah larangan serta pembubaran organisasi politik. Selain itu, segala sumber daya dikerahkan untuk menjadi cadangan sumber daya medan perang, seperti sektor bahan pangan, industri, hingga perbankan. Pemuda Indonesia juga dilatih serta ikut serta dalam peperangan.

Selama masa pendudukan Jepang, gaungan atas memerdekakan Indonesia terus terjadi. Setelah 3 tahun memegang kuasa, tepatnya 1 Maret 1945 terbentuk sebuah badan persiapan kemerdekaan yang dikenal sebagai BPUPKI. Pembentukan badan kala itu ditujukan untuk meraih simpati rakyat Indonesia akibat Jepang yang terdesak akibat tersudut dalam peperangan.

5 Bulan setelahnya, tepatnya pada 7 Agustus 1945, BPUPKI digantikan oleh PPKI yang diketuai oleh Ir. Seokarno. Pada organisasi ini, Soekarno – Hatta memegang jabatan ketua serta wakil ketua memiliki 21 anggota (termasuk Soekarno – Hatta). PPKI menambahkan 6 anggota baru tanpa sepengetahuan pihak Jepang.

Kronologi Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Jatuhnya bom atom di Nagasaki serta Hiroshima oleh Amerika Serikat, 6 Agustus 1945 menjadi titik awal percepatan pergerakan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sehari setelahnya, di Indonesia terjadi pergantian organisasi BPUPKI menjadi PPKI sebagai badan persiapan pelaksanaan kemerdekaan Indonesia.

2 hari setelah pembentukan PPKI, Ir. Soekarno selaku ketua PPKI bersama dengan Radjiman bertemu Marsekal Terauchi di Vietnam. Dalam pembahasan tersebut, Jepang menjanjikan hadiah berupa kemerdekaan pada Bangsa Indonesia pada 24 Agustus 1945. Disaat yang berdekatan berita kekalahan Jepang pun menyebar. Desakan atas memproklamirkan diri pun semakin bergejolak.

  Sejarah Bahasa Indonesia

Setibanya Ir.Soekarno ke Indonesia pada 14 Agustus 1945, Syahrir mendesak untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, Ir. Soekarno masih belum yakin dan mempertimbangkan kemungkinan pertumpahan darah yang terjadi jika mengumumkan di hari yang sama. Sehari setelahnya, pada 15 Agustus pasukan Jepang mengakui kekalahan pada sekutu serta menarik diri dari Indonesia sebagai konsekuensi atas penyerahan kekuasaan Indonesia kepada Belanda.

Perdebatan untuk menyatakan kemerdekaan terus terjadi, terlebih saat itu di Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan. Secara singkat, berikut adalah perjalanan Bangsa Indonesia dalam memproklamirkan diri yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia:

Penculikan Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok

Desakan kaum pemuda untuk memproklamirkan diri sebelum tentara sekutu berdatangan terus terjadi tepat setelah Jepang menarik mundur pasukannya. Kekhawatiran atas klaim sekutu terhadap kekuasaan Indonesia yang menjadi alasan kuat rupanya tidak menggentarkan Soekarno – Hatta hingga berujung terjadinya penculikan kedua tokoh ke Rengasdengklok. Dalam sumber lain disebutkan bahwa tidak terjadi penculikan, melainkan menjauhkan tokoh dari teritorial Jakarta untuk keselamatan serta menghindari intervensi pihak Jepang.

Sejarah kemerdekaan Indonesia mencatat bahwa kejadian Rengasdengklok dimulai pada pukul 03.30 pagi, ketika pasukan PETA mendatangi rumah Soekarno. Sembari berkemas, Hatta telah menunggu di halaman rumah setelah sebelumnya dijemput terlebih dahulu. Pada pukul 06.00 setibanya di Rengasdengklok, rombongan dibawa ke Asrama PETA dan disambut dengan penurunan bendera Jepang serta dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia. Kemudian, karena kondisi asrama yang tidak memadai, rombongan Soekarno – Hatta dibawa ke rumah seorang tionghoa.

Perumusan Teks Proklamasi

Sore harinya rombongan Soekarno – Hatta kembali ke Jakarta, tepatnya rumah Laksamana Maeda. Dalam perumusan teks proklamasi, Soekarno – Hatta menyelenggarakan rapat PPKI akibat desakan tokoh nasional serta kaum pemuda PETA. Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak dapat menyebutkan secara pasti pembuat konsep dari teks proklamasi.

  Sejarah PBB

Sayuti Melik dalam sebuah catatan menyebutkan bahwa selama proses perumusan teks proklamasi, di ruangan tersebut terdapat Soekarno, Hatta, Achmad Subardjo, Sukarni, serta dirinya. Sukarni dan dirinya sebagai saksi atas kejadian tersebut hanya berdiam diri dan menganggukkan kepala ketika ditanya oleh ketiga tokoh yang sedang merumuskan naskah.

Setelah proses perumusan selesai, Sayuti Melik mengetikan kembali naskah tersebut. Dalam catatan asli (berupa tulisan tangan) terdapat beberapa coretan, sehingga tulisan tersebut dibenahi untuk menghindari salah tafsir pada peserta rapat kala itu. Mesin ketik yang digunakan bukanlah milik Laksamana Maeda, melainkan milik kantor tentara Jepang yang dipinjam oleh pembantu rumah tangga di rumah tersebut, Satsuki Mishima.

Terdapat 3 perubahan redaksi dari coretan aslinya, yaitu “tempoh” yang menjadi “tempo”, kalimat “wakil-wakil Bangsa Indonesia” menjadi “atas nama bangsa Indonesia”, serta “Jakarta, 17 – 8 – 05” diganti “Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ‘05”. 05 merupakan singkatan dari tahun tarikh Sumeru, 2605 yang dalam tahun masehi berarti 1945. Sidang pun berakhir pada pukul 3 pagi waktu setempat.

Pembacaan Teks Proklamasi

sejarah kemerdekaan indonesia
pembacaan proklamasi kemerdekaan

Sejarah kemerdekaan Indonesia yang digaungkan sejak lama akhirnya berlangsung. Setelah selesai rapat perumusan naskah proklamasi, Soekarno kembali ke rumah dan menuliskan surat sebagai tindak lanjut atas upaya memerdekakan Indonesia. Surat tersebut akan disebarkan ke seluruh rakyat Indonesia dan berisi seruan untuk membentuk perkumpulan sebagai media memerdekakan daerah tersebut. Sedangkan, pembacaan teks proklamasi berdasarkan hasil rapat PPKI akan dilaksanakan di halaman rumah Soekarno pukul 10.00 waktu setempat.

Setelah berita tersebar, tidak sedikit warga yang berdatangan ke Pegangsaan Timur 56 Jakarta, selaku kediaman Soekarno. Pasukan PETA atas perintah dr. Muwardi pun berjaga-jaga di sekitaran rumah sebagai upaya pencegahan jika ada pihak yang berusaha menggagalkan agenda proklamasi, seperti pasukan Jepang. Walikota Jakarta kala itu, Suwiryo meminta persiapan peralatan pengeras suara. Sebagian lain menyiapkan tiang bendera. Bendera hasil tangan Fatmawati digunakan sebagai bendera dalam agenda proklamasi.

  Pengertian Sejarah

Soekarno – Hatta, diikuti oleh Latif pun berjalan dari dalam kediaman Soekarno untuk memulai upacara. Setelah beberapa kata pembuka yang disampaikan oleh Soekarno, naskah ketikan Sayuti Melik pun dibacakan di tengah khalayak (kurang lebih 300 orang). Pidato yang berapi-api yang menjadi ciri khas Soekarno menjadi semakin berapi-rapi ketika pembacaan teks proklamasi. Rasa haru serta kegembiraan tergambar jelas setelah pembacaan teks tersebut. Setelahnya, bendera dikibarkan dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia raya.

Pasca Pembacaan Teks Proklamasi

Proklamasi yang dilakukan rupanya tidak langsung dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sejarah kemerdekaan Indonesia mencatat bahwa perjuangan terus berlangsung akibat pasukan Jepang kala itu memegang seluruh akses komunikasi. Berita proklamasi pun berubah menjadi desas desus di tengah masyarakat. Proses kemerdekaan masih berlangsung hingga Desember 1945. Pertempuran dengan pasukan Belanda atau Jepang masih terus terjadi di beberapa wilayah.

Selain kesulitan untuk mendaulatkan diri di dalam negeri. Pengakuan negara lain juga cukup sulit untuk diraih. Negara pertama yang melegitimasi kemerdekaan Indonesia di tahun 1946 adalah Mesir. Kemudian, pengakuan kemerdekaan Indonesia kembali diterima pada 1947 oleh Suriah dan Lebanon. Setelahnya Yaman, Arab Saudi, Palestina, Vatikan, Irak dan Syiria memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Bangsa lain pun lambat laun mulai mengakui Indonesia yang berdiri sebagai negara yang merdeka.

Pembentukan NKRI

Setelah mengumumkan kemerdekaan, Indonesia masih belum melengkapi persyaratan sebagai sebuah Negara. Oleh karena itu, sehari setelah proklamasi, PPKI kembali mengadakan pertemuan untuk membentuk struktur pemerintahan dan mengangkat Soekarno – Hatta sebagai Presiden serta Wakil Presiden. Kata Islam yang tercatat sejarah kemerdekaan Indonesia dalam Piagam Jakarta diubah. Keredaksional yang digunakan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. PPKI juga membuat rancangan konstitusi yang kita kenal sebagai UUD 1945.

Pada 19 Agustus, sidang PPKI dilanjutkan dan menghasilkan pembentukan 8 provinsi baru. Sidang tersebut juga membentuk 12 departemen untuk menjalakan pemerintahan dengan tambahan Kementerian Negara dengan kabinet pertama terbentuk pada 2 September 1945.

  Kerajaan Singasari

Proses pembentukan pemerintahan terus berlanjut. Pada 22 Agustus, PPKI memutuskan untuk membentuk sebuah komite pusat yang kemudian disahkan pada 29 Agustus 1945. Pembentukan partai politik juga menjadi salah satu agenda rapat yang melahirkan PNI sebagai partai pertama. Setelahnya, 3 November 1945, berdasarkan maklumat wakil presiden, partai lain pun mulai terbentuk.

Rapat pertama KNIP dilaksanakan pada 16 Oktober 1945 dengan menghasilkan keputusan bahwa KNIP berlaku sebagai lembaga legislatif selama DPR serta MPR belum dibentuk. Sembari mengurus urusan kenegaraan, Soekarno – Hatta juga membentuk organisasi pertahanan negara dengan nama resmi adalah Tentara Keamanan Rakyat yang disahkan pada 5 Oktober 1945. Saat ini, lembaga tersebut dikenal dengan singkatan TNI.

Tokoh di Balik Proklamasi NKRI

Dalam perjuangannya, tidak sedikit orang yang terlibat untuk memerdekakan Indonesia, bahkan saat ini kita masih dapat menemui beberapa veteran yang terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, hanya sebagian yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah beberapa nama yang memprakarsai proklamasi kemerdekaan kala itu.

Soekarno

Selain dikenal sebagai presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno juga dikenal sebagai sang proklamator. Selama menjadi mahasiswa, beliau dikenal aktif mengikuti beragam organisasi yang berkonsentrasi dalam pergerakan kemerdekaan. Pria kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 pernah menjabat sebagai ketua PPKI dan menjadi sentral untuk memproklamirkan kemerdekaan. Tulisan tangan beliau adalah cikal bakal teks proklamasi yang saat ini kita ketahui. Bersama dengan Hatta, Soekarno membacakan teks proklamasi serta menandatangani teks berharga tersebut.

Hatta

Moh. Hatta, lahir di Bukit Tinggi pada 12 Agustus 1902 silam dan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri tak menyurutkan niatnya untuk ikut berjuang dalam memerdekakan Indonesia. Beragam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia menyebutkan bahwa Hatta bersama dengan Soekarno serta Achmad Subardjo merumuskan teks proklamasi. Beliau juga menjadi tokoh yang menandatangani teks proklamasi dan mendampingi Soekarno sebagai wakil presiden pertama.

Achmad Subardjo

Pria yang termasuk golongan tua ini adalah orang yang memberikan keyakinan pada golongan muda kala itu bahwa pelaksanaan proklamasi akan dilaksanakan sesegera mungkin. Tokoh yang lahir di Kawarang, 23 Maret 1896 menjadi salah seorang yang aktif mengikuti organisasi untuk memerdekakan Indonesia. Ucapan Achmad Subardjo kala itu, berhasil meyakinkan golongan muda untuk mengembalikan Soekarno – Hatta ke Jakarta yang sebelumnya diamankan di Rengasdengklok. Beliau merupakan satu dari tiga kepala yang ikut merumuskan teks proklamasi.

  Sejarah Akuntansi

Sukarni Kartodiwiryo

Salah seorang golongan muda yang menjadi kepala dari penculikan ke Rengasdengklok adalah Sukarni Kartodiwiryo. Pria kelahiran 14 Juli 1916 ini merupakan tokoh yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya beliau adalah pemimpin gerakan pemuda di Asrama Pemuda Angkatan Baru, Menteng Raya. Pada masa proklamasi kemerdekaan, Sukarni adalah tokoh yang memprakarsai pertemuan penyebaran teks dan berita proklamasi.

Sayuti Melik

Pria kelahiran Yogyakarta, 28 November 1908 ini merupakan tokoh yang dipercaya untuk mengetikan ulang tulisan tangan Soekarno dalam proses pembuatan teks proklamasi. Sayuti Melik bersama dengan Sukarni juga merupakan saksi nyata peristiwa perumusan teks proklamasi. Selama hidupnya, tokoh ini telah aktif di dunia politik serta jurnalistik dan menjabat sebagai Pemimpin Redaksi dari Surat Kabar Sinar Baru.

Burhanuddin Moh. Diah

Namanya memang dikenal sebagai seorang yang ikut bergabung dalam proses perumusan. Burhanuddin Moh. Diah atau lebih dikenal sebagai B.M. Diah merupakan seorang redaktur surat kabar serta wartawan yang handal. Pria kelahiran Kotaraja, 7 April 1917 ini berperan penting dalam penyebarluasan kabar mengenai pelaksanaan proklamasi.

***

Perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia ini hanya sebagian kecil dari yang telah dilewati oleh bangsa ini. Tak sedikit pejuang yang harus merelakan harta, jiwa dan raga mereka demi menghadiahkan kemerdekaan yang kita rasakan. Mari kita jadikan momentum peringatan Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan ini harus terus dilanjutkan. Merdeka!