Sejarah Akuntansi

Sejarah Akuntansi – Siapa yang tidak mengetahui tentang akuntansi, deretan perhitungan angka-angka yang digunakan sebagai alat untuk memberikan informasi terkait keuangan teruntuk pihak-pihak yang bersangkutan. Biasanya akuntansi akan dimunculkan pada mata pelajaran anak SMA dan juga menjadi mata kuliah khusus untuk mahasiswa. Akuntansi dinilai memiliki kerumitan yang tinggi jika tidak memahami dengan betul terkait langkah-langkah pengerjaannya. Namun, siapa sangka dibalik angka-angka itu ternyata ada sejarah akuntansi yang masih belum banyak diketahui orang.

Sejarah Perkembangan Akuntansi Dunia

Akuntansi tidak hanya dikenal dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saja, melainkan seluruh dunia. Apalagi teruntuk perusahaan-perusahaan besar, pastilah membutuhkan ilmu ini untuk membuat laporan keuangannya. Sebenarnya keberadaan akuntansi sendiri sudah ada sejak jaman dahulu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sejarah akuntansi dunia. Mungkin untuk sebagian besar orang hanya tahu asal-usul di Indonesia saja, padahal pada kenyataannya cerita lama di dunia lebih banyak dan tentunya menarik untuk dipelajari. Nah mau tahu bagaimana sejarah itu, langsung saja simak pembahasan di bawah ini.

Tahun 1494

Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pendapatnya bahwa akuntansi mulai muncul pada saat manusia menjalankan proses transaksi memakai uang sebagai alat pembayarannya. Pada tahun 1949 juga muncul sebuah buku yang memiliki judul Summa de Aritmatica, Geometrica Proportioni et Propotionalita. Buku ini merupakan hasil karya tulis dari Lucas Pacioli. Dalam buku ini terdapat satu bab yang mengajarkan tentang bagaimana sistem pembukuan yang berpasangan.

Nama lain dari sistem itu adalah continental, yang dimana semua transaksi yang dicatat dibagi menjadi dua bagian yakni kredit dan debet. Keduanya sudah diatur sedemikian rupa agar tidak berat sebelah dan seimbang. Dari sistem inilah memunculkan gambaran tentang laporan keuangan yang terpadu dengan laporan laba rugi beserta hak-hak kekayaan dari setiap perusahaan. Seiring berjalannya waktu sistem akuntansi ini mengalami perkembangan dengan pemberian nama yang disesuaikan dengan negara atau orang yang mengembangkannya.

Penulisan buku oleh Lucas Pacioli membuatnya mendapatkan gelar Bapak Akuntansi Dunia. Meskipun Lucas bukanlah orang yang menciptakan sistem akuntansi itu sendiri melainkan hanya memberikan jabaran sederhana tentang metode yang dipakai oleh pedagang-pedagang di negara Venesia saat jaman Renaisance Italia. Buku yang dibuat oleh Lucas kemudian menyebar luas di kawasan Benua Eropa Barat sejak abad ke-15.

Barulah kemudian berpacu sumber itu, para ahli akuntansi mulai mengembangkan lagi sistem akuntansi yang ada. Namun, tetap mengacu pada metode pertama yang digunakan oleh Lucas. Bahkan ada juga teori yang mengatakan bahwa jangan pernah tidur jika belum terjadi keseimbangan antara debit dan kredit.

baca juga: Sejarah Pancasila

Kemunculan Teori Akuntansi

sejarah akuntansi
sejarah akuntansi | wikimedia.org

Sejarah akuntansi dunia yang selanjutnya ditandai dengan kemunculan teori akuntansi. Pada abad ke-19 silam, negara Amerika Serikat memberikan hak paten pada sebuah teori Anglo Saxon 2. Hal tersebut dilakukan oleh pihak Amerika Serikat untuk menjadikan teori tersebut lebih komprehensif karena dinilai bisa menjadi cikal bakal dari kelahiran teori-teori baru dari akuntansi di jaman modern. Meskipun di abad itu teori ini masih belum bisa dikembangkan, namun penantian mereka tidak sia-sia.

Sebab pada abad ke-20 teori yang telah dipatenkan itu mulai berkembang pesat, yang dimana saat itu Amerika Serikat sendiri sudah mulai mengenal teknologi komputer. Sehingga untuk mengaplikasikan akuntansi sendiri akan terasa lebih mudah. Bukan hanya itu saja, Amerika juga mulai memperkuat penambahan-penambahan teori yang ada di dalam pembukuan. Oleh karena itulah untuk saat ini dapat ditemui teori dari akuntansi sebagai ilmu pengelolaan uang yang disiplin serta kompleks.

Sejarah Akuntansi Indonesia

Berbicara tentang sejarah akuntansi dunia, rasanya tidak lengkap jika kita tidak mengetahui asal muasal ilmu keuangan di negara Indonesia. Mengingat jika sebagai warga negara yang baik maka mengetahui tentang cerita-cerita masa lalu menjadi suatu hal yang wajib, sekalipun itu tentang akuntansi. Nah, jika benar-benar ingin mengetahuinya maka simaklah baik-baik penjelasan berikut ini.

Tahun 1642

Pada tahun 1642 sejarah akuntansi di Indonesia dianggap menjadi awal mula masyarakatnya mengenal tentang ilmu ini. Tepat di tahun ini masyarakat tradisional dinilai mulai mengenal tentang transaksi pencatatan keuangan termasuk bagian laba dan rugi. Ilmu-ilmu ini memang bukan murni diajarkan oleh orang dalam negeri atau pribumi, melainkan dibawa oleh pedagang-pedagang luar negeri yang menjajakan barang dagangannya di wilayah Indonesia.

Ada beberapa negara yang dianggap menjadi bangsa pertama yang mengenalkan konsep akuntansi di Indonesia. Diantaranya ialah Spanyol, Belanda, dan Portugis. Menurut ceritanya bangsa-bangsa tersebut telah lebih dulu mengenal transaksi keuangan menggunakan sistem akuntansi dari Romawi di abad sebelumnya. Mungkin saja persepsi ini juga memiliki kaitan dengan sejarah akuntansi dunia kala itu. Karena memang akuntansi sendiri muncul dan ditemukan oleh orang luar negeri di jaman kuno.

Penerapan Akuntansi di Indonesia

Sekalipun sudah sejak lama masyarakat Indonesia mengenal sistem akuntansi karena diajarkan oleh pedagang-pedagang asing tetapi ilmu ini belum benar-benar di tetapkan pada tahun 1642. Bahkan jika dikaitkan dengan bukti-bukti sejarah akuntansi yang diperoleh ternyata ilmu ini pertama kali diterapkan di dalam negeri pada tahun 1747. Namun penerapannya belum utuh dan hanya dilakukan secara parsial saja.

Barulah di tahun 1870 akuntansi mulai dipakai dengan serius setelah penghapusan sistem tanam paksa. Bahkan ketika tanam paksa sudah hilang, muncul investor-investor asing terutama dari Belanda yang mulai menanamkan modal di Indonesia. Oleh karenanya, agar keteraturan finansial terjaga maka teori akuntansi mulai dipergunakan dengan baik di tanah air ini. Perkembangan teori ini terus berlanjut dan semakin di terima dengan baik oleh masyarakat.

Terbukti di tahun 1907 Indonesia mulai dikenalkan dengan sistem pemeriksaan atau auditing untuk menyusun serta dapat mengontrol pembukuan yang ada di perusahaan. Akan tetapi ada kendala yang membuat masyarakat Indonesia belum bisa memaksimalkan penggunaannya dikarenakan masih ada penjajahan. Penerapan ini barulah mengalami peningkatan setelah penjajahan di Indonesia berakhir.

baca juga: Sejarah Bahasa Indonesia

Pada awalnya Indonesia menganut sistem kontinental, yakni menyamakan sistem yang dipakai oleh Belanda. Padahal jika diartikan nama lain sistem ini merupakan pembukuan yang tak sama dengan akuntansi. Mengingat jika pengertian akuntansi sangatlah luas, sehingga pembukuan hanyalah sebagai salah satu bagian atau elemen dari ilmu akuntansi.

Diantara keduanya tentulah ada perbedaan jika pembukuan adalah aktivitas akuntansi meliputi pengelompokan pencatatan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang didasari data yang nyata. Sementara itu untuk akuntansi sendiri merupakan aktivitas dari sebuah analisa dan interpretasi yang didasarkan dengan data-data informasi ilmu akuntansi.

Tahun 1952

Perkembangan akuntansi di Indonesia ditandai dengan adanya ketertarikan perguruan tinggi untuk membagikan ilmunya kepada para mahasiswanya. Semua itu ada di tahun 1952, dimana kala itu Universitas Indonesia lah yang menjadi pengempunya. Sementara itu tepat pada tanggal 17 Oktober 1957 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) resmi di bentuk di aula UI. Pembentukan organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah dan membimbing perkembangan dari ilmu akuntansi serta mempertinggi mutunya.

Sejak adanya universitas dan organisasi yang menjadi dedikasi akuntansi, perkembangannya semakin melesat di Indonesia. Bahkan sudah banyak kampus yang ikut mengampu ilmu akuntansi baik negeri maupun swasta. Itu tandanya akuntansi dapat memikat hati para generasi Indonesia untuk tetap mempelajari dan melestarikan ilmu perhitungan keuangan tersebut.

Pemberian gelar di Indonesia

Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa sejarah akuntansi yang mulanya hanya menjadi cerita, mulai menarik masyarakat untuk mempelajarinya lebih lanjut. Namun di tengah kemajuan itu, masih banyak yang bertanya-tanya kapan sebenarnya gelar akuntan diberikan. Jawabannya pada tanggal 23 Desember 1957 dan termaksud dalam UU nomor 34 tahun 1954 regulasi ini muncul untuk memberikan gelar akuntan pada orang-orang yang telah menempuh pendidikan sarjana ataupun para ahli dan sejenisnya.

Perlu diketahui juga bahwa regulasi tersebut turun bukan dari pemerintah, melainkan dari IAI. Organisasi inilah yang berperan penting untuk tetap menjaga perkembangan akuntansi dan berhasil menjaga semua kaidah yang ada di dalamnya. Bahkan pada tahun 1978 silam IAI berhasil membentuk organisasi lainnya yang disebut Seksi Akuntan Publik dan tahun 1980 mendirikan organisasi kedua yakni Seksi Akuntan Pendidik.

Perkembangan Akuntansi Menurut Herbert

sejarah akuntansi
sejarah akuntansi | intheblack.com

Tahun 1775-1900

Pada tahun ini yakni 1775 pembukuan akuntansi mulai diperkenalkan baik secara double entry maupun single entry. Perkembangan itu terus berjalan sampai tahun 1800 masyarakat yang mengenal sistem akuntansi belajar menjadikan neraca untuk laporan utama di perusahaan-perusahaan tertentu. Dilanjutkan tahun 1825 ada perkenalan tentang tata cara untuk memeriksa keuangan atau bahasa kerennya financial auditing.

Di tahun 1850 masyarakat tak lagi menggunakan neraca sebagai perhitungan utama, melainkan beralih memakai laporan laba dan rugi yang digunakan sebagai laporan karena dinilai lebih penting. Tahun 1900 di negara Amerika Serikat mulai dikenalkan dengan sistem sertifikasi profesi yang dilakukannya melalui ujian dan diadakan dalam skala nasional. Melihat tahapan itu dapat disimpulkan bahwa tiap periodenya perkembangan sejarah akuntansi semakin besar dan banyak dikenal oleh masyarakat seluruh dunia.

Tahun 1925

Di dalam artikel yang ditulis oleh Hebert, tahun 1925 menjadi saksi dimana ada beberapa perubahan yang terjadi. Dimulai dari adanya laporan keuangan yang mulai diseragamkan, sistem akuntansi yang mulanya dikerjakan dengan manual mulai dialihkan menggunakan sistem EDP dan mulai diperkenalkan dengan punch card record.

Kemudian ada juga perkembangan terkait norma pemeriksaan akuntan yang juga sudah masuk ke perumusan, serta mulai masuknya teknik-teknik dari analisis biaya, akuntansi pemerintahan, akuntansi perpajakan, dan pengawasan dari dana pemerintah. Semua itu terjadi dalam satu periode sekaligus.

baca juga: Sejarah Komputer

Tahun 1950-1975

Pada tahun 1950 sampai 1975 ada beberapa catatan dari perkembangan akuntansi sendiri. Yakni, analisis Cost Revenue yang dahulunya tidak terlalu terkenal di kalangan masyarakat semakin dikenal, kemunculan beberapa penyedia jasa seperti pengawasan dan perencanaan, diberlakukannya perumusan dari akuntansi atau dikenal dengan nama GAAP.

Bukan hanya itu saja, ada juga hal lainnya seperti manajemen akuntansi yang dikhususkan untuk kepentingan bidang manajemen mulai dikembangkan dan diperkenalkan di masyarakat luas, perkembangan akuntansi yang bermula pada sistem manual sudah memakai komputer sebagai alat untuk mengolah data.

Tahun 1975

Bidang-bidang yang mendukung perkembangan akuntansi mulai bertambah di tahun 1975. Dimana metode permintaan sudah memakai perantara komputer, sosial akuntansi yang menjadi opini terkait pembahasan setiap pencatatan transaksi perusahaan mempengaruhi lingkungan masyarakat sekitar, munculnya management science yang meliputi aspek proses manajemen beserta usaha-usaha untuk menemukan dan menyempurnakan segala bentuk kekurangannya.

Ada juga kemunculan sistem informasi yang canggih dan mencakup perkembangan dari beragam model organisasi, muncul sebuah teori tentang pengambilan keputusan dan sebuah analisis cost benefit. Bahkan total sistem review yang menjadi metode pemeriksaan efektif mulai diperkenalkan.

Sifat Dasar Akuntansi Berbagai Sudut Pandang

Sebagai sebuah bahasa

Dilihat dari seluk beluk sejarah akuntansi, ilmu ini bisa dipandang menjadi bahasa bisnis. Menurut Hawes akuntansi sebagai sebuah bahasa di definisikan sebagai beragam simbol manusia bukan merupakan tanda yang melalui susunan secara acak dan mengarah pada rujukan yang memiliki sifat rahasia. Susunan dari simbol inilah yang bisa disebut sebagai bahasa sedangkan aturan yang dapat mempengaruhi polanya bisa dinamai dengan tata bahasa.

Sebagai sistem informasi

Akuntansi dapat dipandang sebagai sistem informasi, dimana pandangan tersebut bisa diasumsikan sebagai suatu proses yang memberikan keterikatan sumber informasi, pengguna eksternal, dan saluran komunikasi. Sebagai sistem informasi akuntansi dapat diartikan untuk memanipulasi sinyal sistem pelaporan serta mentransmisikan hasil yang diperolehnya.

Ideologi

Akuntansi dipandang sebagai sebuah ideologi yang menjadi sarana untuk mendukung tatanan sosial, politik, serta ekonomi sampai saat ini. Bahkan pandangan ini juga dipertegas oleh Karl Marx yang menunjukkan bahwa akuntansi sendiri dapat melakukan suatu bentuk hubungan sosial yang dapat menjadi sebuah usaha yang cukup produktif.

Sebagai peristiwa yang terjadi di masa lampau

Sejarah akuntansi di dunia maupun Indonesia tidak akan terkikis oleh jaman. Sebab dari situlah muncul cikal bakal perhitungan angka-angka untuk membentuk laporan keuangan yang disesuaikan kaidah-kaidah dari penemunya. Umumnya akuntansi dapat dipandang sebagai peristiwa yang terjadi di masa lalu karena penyajian dari sejarah perusahaan dan proses transaksinya dilakukan bersama pihak-pihak lain yang bersangkutan.

baca juga: Sejarah Pramuka

Tokoh yang Berperan Dalam Dunia Akuntansi

Al Khawarizmi

Nama Al Khawarizmi ikut termuat dalam tokoh-tokoh penting yang ada di akuntansi. Sebab, selain menciptakan karya tulis tentang buku aljabar, beliau juga sempat mendedikasikan tulisan terkait perhitungan aritmatika yang menjadi pembuka jalan dalam penggunaan decimal di negara Eropa.

Al Mazindarani

Tata buku berpasangan menjadi pondasi dari akuntansi modern yang digunakan sampai saat ini. pada mulanya teori-teori tersebut hanya berasal dari perhitungan aljabar yang dikemukakan oleh Al Khawarizmi. Namun, inovasi-inovasi muncul dari orang-orang ternama yang salah satunya adalah Al Mazindarani. Tak banyak tentang kehidupannya yang berhasil dikutip selain tulisan manuskrip pada tahun 765 H. Manuskrip yang ditulis oleh Al Mazindarani memberikan penjelasan terkait aplikasi akuntansi yang terkenal di masa itu dengan menggunakan sistem akuntansi wajib sebagai bentuk penanganan kekurangan serta kelebihan menggunakan pola penyetaraan.

***

Demikianlah penjelasan terperinci tentang sejarah akuntansi yang dapat menjadi tambahan wawasan untuk generasi penerus bangsa. Perlu diingat bahwa cerita masa lalu bukanlah hanya sekedar kiasan saja, melainkan menyimpan berbagai peristiwa penting yang memiliki keterikatan satu sama lain dengan kejadian di masa sekarang.