22 Puisi Sedih Terbaik, Ungkapan Perasaan Hati Yang Menangis Dan Terluka

Puisi sedih. Berikut ini adalah kompilasi terbaik puisi sedih yang bisa menjadi inspirasi untuk melampiaskan kesedihan perasaan hati yang terdalam karena berbagai masalah hidup seperti cinta dan persahabatan yang selalu menghampiri kita sebagai manusia. Silahkan disimak!

Puisi Sedih – Sajak Harap

puisi sedih tentang harapan
puisi sedih

Oleh Natalino Neparasi

Kemarin kuukir egoku di batu cadas
Menyeduh kopi disaat langit menangis
dan mengalirkan liuk genangan air membentuk bendungan

##

sumpah serapahkan menanggalkan semua
Lunglai termakan tanah sebelum melewati sudut-sudut
Sisa-sisa debu beranjak digiring air

##

Helaan nafasku seakan tertimbun lumpur
Sepotong bayang bersijingkat memperkosa angan
ingin kulantangkan suara, namun pijak dahaga memelas
sekawanan kata rindu lalu-lalang melintas

##

denyar nadi meruat tak karuan
ingin kusumbat laju malam
Hingga pagi tak menyapa
Tapi denting waktu tak bermain kompromi

##

Kurajut kembali sisa-sisa harap
Yang tersangkut pekatnya malam
Aku ingin menyunting bulan
Menyusup relung pusaran hati

##

Hingga bisa menyongsong pagi
Menyulam kembali sobekan hati
Menabur kasih sepanjang waktu

***

Puisi Sedih – Ketiadaan

puisi sedih tentang kehampaan
puisi sedih

Oleh LieHana

Nyanyian rindu tak selamanya menyenangkan
Ada beberapa bait yang terdengar sengau saat didendangkan

##

Bukan
Bukan nadanya yang salah
Baitnya yang terlalu dipaksa
Dipaksa untuk mencipta sebuah kata
Yang sejatinya tak pernah ada

##

Terlalu takut untuk menerima nyata
Bahwa itu adalah sebuah asa
Terbuai dalam nina bobo harap
Hingga waktu berdetak berderap

##

Bahkan, kau tidak sadar
Bait itu, hanya mimpi
Maka, kembalikan dia kembali ke ketiadaan
Karena sejatinya, bait itu tak pernah ada

***

Puisi Sedih – Tak Apa

puisi sedih tentang ikhlas

Oleh Tiara Azzahra A.

Tak apa,
Jika kau memilih dia daripada aku
Tak apa,
Jika cinta ku ini hanya sebuah ruangan kosong dimatamu

##

Tak apa,
Jika luka ini membekas pada lubuk hati ini
Tak apa,
Jika rindu ini menyerang ku secara tiba-tiba melibatkan dirimu

##

Tak apa,
Jika kau bersama wanita lain,
Yang menurut mu
Lebih pantas bagimu

##

Tak apa,
Aku baik saja
Meski.
Ada rasa berkecamuk dalam hati ini.

***

Puisi Sedih – Kubenci Hati Ini

puisi sedih karena tak pecaya diri

Oleh Mely Dwi Wulandari

Aku benci hati ini
Sudah kesekian kali disakiti namun tak bosan jatuh cinta kembali

##

Sudah kesekian kali dibohongi
Namun tak sungkan untuk kembali mempercayai..

##

Sakitnya jatuh cinta kini terasa kembali
Pada rasa yang terbakar oleh sebuah pengharapan

##

Sebenarnya enggan merasakan
Namun apa daya diri ini tak mampu menolak sebuah perasaan..

##

Gores demi gores tinta memunculkan sajak nan bermakna
Berusaha mengungkapkan namun tak memakai suara
Berusaha bercerita namun tak ingin lagi dengan air mata..

##

Sudahlah aku hanya pintar memadukan rima juga kata
Namun tak pernah berhasil dalam mewujudkan cinta

***

Puisi Sedih – Luka Lama Terajam Ngilu

puisi sedih karena terluka
puisi sedih terbaik

Oleh Paulus Padamaley

Pada angin senja
Menyambangi jauh menelisik rasa
Ada yang tersimpan di balik dada
Melumuri jiwa yang merana

##

Lembut pada angin
Seketika mata terpejam kenang
Kupapahkan sepoi dari silir angan
Tak bisa ku tahan debaran kencang

##

Namun demikian yang bisa
Terbiarlah aku merakum lara
Walaupun hanya sekejap rasa
Atau setidaknya melepas dari jiwa

##

Pada angin senja
Di setiap ruas-ruas waktu memacu
Ingin ku hempas jiwa yang merana
Tersebab oleh luka lama terajam ngilu

##

perangkai sepi

***

Puisi Sedih – Masih Cinta

puisi sedih karena putus cinta

Oleh Melia Putri

Dear Kamu…
Kenangan terindah dalam hidupku..
Maaf bila cinta ini semngkin hari semangkin permanen..
Maaf bila rasa ini semangkin melekat erat..

##

Maaf jika kamu terus menanggung dosa karna aku yang tidak pernah berhenti untuk mengagumimu..
Dan maaf karna aku yang tidak bisa melepasmu dari hati dan hidupku..
Tapi, sungguh aku mengatakan..
Bahwa tidak ada lagi cinta yang sanggup untuk menggeser ataupun menggantikan posisimu dihati kecilku ini..

##

Maafkan bila aku terlalu mencintaimu..
Jika saja aku bisa bertanya pada Tuhan aku hanya ingin mengatakan “Mengapa Allah hadirkan kamu dihidupku..?
Mengapa Allah membuat cinta dihatiku..?
dan Mengapa pada akhirnya akulah yang tersakiti..?”

##

Tapi, aku bisa apa ?
Aku terlalu Fana untuk menuntut yang Kuasa..
Mungkin benar allah takdirkan kamu sebagai kenangan bukan tunangan..
Selamat tinggal Masa laluku..

***

Puisi Sedih – Diam

puisi sedih karena dicuekin pasangan
syair puisi kesedihan hati

Oleh Nanda A

Melapuk.. Dinding berduri
Menggelepak sejuta rintih
Riuh dipandang
Keras mengerang
Tiada teluk terhening

##

Dirampas simpul di bibirnya
Digetar raga sukmanya
Tanpa wacana, meredam

##

Ia merenung di sudut
Meratap hidupnya, hai penuh jelaga
Ditinggal sanak saudara
Si pemimpi semalaman terjaga

##

Gulita, dijera asa
Tiada lagi selain kelam
Hitam, tanpa batas pandang
Menjelang… Pun kesunyian

##

Di ujung cakrawala, semburat
Menampik hai perasa
Terdiam.. Mereka diam

***

Puisi Sedih – Belati Kata-Kata

puisi sedih yang menyayat hati
kata sedih

Oleh Paulus Padamaley

Tiada lagi yang kita bicara
Yang ada menambah wacana
Dan tak mungkin dapat terbaca
Cukup sekian dan terima kasih

##

Sampai disini sudah perjalan kita
Semua hanya kepura-puraan semata
Enggan terpungkiri lagi tuk melepas
Antara kita dan cerita bersenda gurau

##

Aku kan pergi bersama luka
Walaupun perih tersayat belati
Sebab tiada lagi kata-kata yang tersisa
Pun tertata rapih dengan seadanya

***

Puisi Sedih – Setitik Cahaya

kumpulan puisi sedih mengenang mantan

Oleh Muhammad Fathur Rozi

Kekasih pertamaku, kau setinggi awan hingga tanganku tak sampai tuk mendekapmu dalam bait rindu
Mungkin bunga itu akan dipetik sesuai dengan tinta klabu lauhul mahfud

##

Sebuah cerita dalam dongeng? Iya! Tapi seperti nyata
Hebusanmu menyapa segelintir dedaunan yang sudah tak elok karena bunganya tersembunyi di balik mata

##

Berlabuh pada pelipis mata yang tak bergeming
Keakuanku bak sutra kusut yang tak disapa biasan air hujan dalam lumut

##

Suaranya menyelinap di sela-sela langit dadaku nan tak mungkin kembali seperti jarum jam dinding
Beruntunglah aku, dalam gelap malam ada sepercik cahaya yang terang merayuku dalam diam.

##

Zaman berputar. Pun begitu harus ada perubahan. Karena, kupu-kupu pun tak akan dipuji oleh jutaan insan jika tetap menjadi secuil ulat.

***

Puisi Sedih – Jangan Pernah Ada

puisi sedih dan patah hati
puisi patah hati

Oleh Arisman Ramli

Menjadi biasa, melewati pinggiran desa kita yang rimbun
Lekuk jalanan penghujung aspal kelabu
Ini sama dengan yang ada di ingatanmu

##

Dengan apa yang telah kita semai dibalik tatapan2 itu
Berkeluh pada rindu yang tiba-tiba
Menanyakan arti kata temu denganmu

##

Kau tetap biasa sebagai semula
Sebagai yang kurindu
Sebagai yang pernah kutatap

##

Hujan tak pernah tiba pada waktunya
Dan berhenti pada masa yang tak didamba
Menyirami semak2 yang rimbun itu

##

Berakhir pada kilauan malam
Sungguh ini bukan cinta
Bukan rasa yang dapat tersatukan

##

Karna kita menjadi biasa
Biasa untuk tidak saling bertanya
Menanyakan tentang asa yang mesti hilang

***

Puisi Sedih – Gelisah

puisi sedih karena hati yang gelisah

Oleh Aisyah Rianda Gewa

Kenapa cahaya itu kau gadaikan
Padahal dengan merangkak kau menujunya
Apa yang membuatmu lalai
Tak malu kah kau dengan Nabimu?

##

Bagaimana impianmu
Jika untukNya kau kurangkan waktu
Gelisah hatimu bukan?
Karena engkau sekarang bersama tipu daya

##

Dimana prinsipmu?
Bahagiamu masih panjang kau perjuangkan
Tapi seteguh air engkau acuhkan
Tak bahagia hatimu bukan?

##

Jangan masuki lorong hitam
Disana gelap gulita
Jangan kotori kain suteramu
Karena tak kan ada air bersih di sepanjang jalan.

##

Sudahi ini!
Cukupkanlah..
Wahai diri.

***

Puisi Sedih – Sebait Luka

puisi sedih hati yang terluka

Oleh Sri Wahyuni

Ketika Sang Pemberi Cahaya telah lelah tuk menyinari
Menghadirkan gelap, sunyi, sepi

##

Bergerak pun takut..
Hanya peraba dan insting yang bekerja
Kau tahu,

##

Cahaya kegelapan telah sirna
Redup tak berarti
Menghadirkan sedalam luka

##

Dan, kau tahu..
Bahkan satu katapun
Itu sangat sulit untuk menggambarkan suatu rasa
Yang sulit untuk dicerna oleh akal dan pikiran

##

Biarlah..
Setiap kata yang saling tak sepihak
Hadir menyempurakan luka
Yang mengering oleh air mata penyesalan

##

Salahku..
Yang menghadirkannya..
Sebait luka yang tak dapat ku mengerti…

***

Puisi Sedih – Sendu Keheningan

puisi sedih dalam diam
puisi kesedihan hati

Oleh Dia Astrida

Rumput bergoyang di hadapanku
Seakan mengajakku menari bersamanya

##

Tiada alunan musik yang mengiringi tarian kami
Dunia jadi saksi buta tentang itu

##

Banyak angin tak terlihat menghipnotisku
Menembus setiap tetesan yang mengalir di tubuhku

##

Penatku hilang di hembus angin sepoi-sepoi
Risauku pupus bersama butiran keringat

##

Perlahan aku mulai tenggelam
Menjauh dari sendu keheningan.

***

Puisi Sedih – Hujan Di Musim Kemarau

puisi sedih saat hujan turun

Oleh Nimas Parista P.

Bunga Liar menengok Bulan
Perlahan layu dalam hening
Dalam renungan terbangkit lagi
Tatapan sendu mengingat bekas luka

##

Hujan turun di musim kemarau
Mahkota indah di tanah kering
Bangunkan hari tanpa fajar
Menangis biru lembayun sunyi

##

Hapuskan pelangi di langit cerah
Teriak senja iringi hampa
Pohon kecil tertinggal sendiri

##

Awan semakin tebal
Menutup harapan
Menatap matahari

***

Puisi Sedih – Hening Dalam Hampa

syair hati yang hampa
puisi sedih

Oleh Nimas Parista P.

Hening raga tanpa isyarat
Membisukan darah dalam aliran
Dalam rintik langit mulai berucap

##

Harapan ataukah bualan saja
Hati sendiri tak pahami
Hening sejenak dalam jiwa
Merasakan kehendak tak berwujud

##

Janji langit akan bintang
Terjaga dalam ruang kosong jagat raya
Setitik cahaya kian tersenyum
Dalam untaian kata sang langit

##

Terhapusnya ukiran perih qalbu
Entah waktu atau takdir
Ataukah sekedar tanya dalam hembusan nafas

##

Mencari jawaban dalam tanya
Alasan bintang mengisi langit
Teringat janji ataukah keinginan hati

***

Puisi Sedih – Belenggu Mahkota

puisi sedih mengenang masa lalu

Oleh Nimas Parista P.

Terngiang sunyi hembusan angin
Terbangun jiwa dalam alunan takdir
Sesaat

##

Meronta
Terbatah suara lantunkan kutukan
Lepaskan lara pada dendam

##

Sekejap
Terpasang sudah mahkota
Di atas kepala sang raja
Membelenggu hati diantara dedaunan kering
Bersama tangisan langit
Kian membusukkan

##

Tak mampu lagi berdiri tegap
Sejenak ingin lepaskan segalanya
Sekedar hati ingin tertidur pulas
Namun mata tak sanggup pejamkan

***

Puisi Sedih – Rapuh

puisi sedih hati yang rapuh dan terluka

Oleh Vie_ta

Aku sangat sadar
Aku tahu keliru
Terlintas ingin menghindar
Terbesit ingin menjauh

##

Entah kenapa harus terjadi
Membiarkan smuanya berlarut
Emosi terbawa perasaan
Yang mengukir berjuta pelangi

##

Membiarkan asa melambung ke awan
Terbang melepaskan angan …
Bermimpikan keindahan rasa
Bertaburkan bahagia dan kecewa

##

Hati meremuk ketika mengingat
Kadang ingin smua hilang …
Jadi puing-puing …

##

Berharap masih berarti
Menjadi bagian dari hidup..
Tak ingin lekang oleh bayangan
Yang tersimpan dalam kenangan

***

Puisi Sedih – Alang-alang

puisi sedih terbaru yang terbaik

Oleh Rin Sha Hwa

Malam…
Benarkah indah?.
Namun…
Bulan pu tak nampak.

##

Siang…
Benarkah sejuk?.
Namun…
Matahari pun bergumam.

##

Hidup…
Mengapa ingin hidup?.
Bila hanya tangis nan gudah.
Mungkinkah?

##

Banyak orang berkata.
Roda kan berputar.
Benarkah?.
Namun.

##

Lihahatlah!.
Untuk apa daku hidup..
Bila hidup ini.
Bak alang-alang di selokan

***

Puisi Sedih – Jangan Tanya Lagi

kesedihan hati melalui puisi
puisi untuk hati yang sedih

Oleh Paulus Padamaley

Kembali semilir bayu senja
Yang pernah menggerai bahasa rindu
Kini meniti bayang ilusi merejas puisi pilu
Dalam desah nafas ditiap ejaan kataku

##

Dan sekujur rasa ingin bertandang
Meminta seruang hasrat dalam satu pandang
Saat kelopak senyum menantang

##

Namun tak apalah
Mungkin aku dapat mengusap ramah di jiwaku
Menghimpun selaksa riuhnya rindu di bibir imaji asa
Dengan sebatas sapa yang terpaksa menyapa

##

Maka jangan tanya lagi
Bila sisanya tiada yang terisi
Adakah rasaku terbagi
Setelah senja lepas pergi
Terbalut dalam awan malam ini

***

Puisi Sedih – Bila Cinta

puisi sedih karena cinta yang kandas

Oleh Rizaallutfie

Ketika seorang anak manusia memiliki
Cinta kepada seseorang.
Yang merasakan cinta tidak hanya hatinya.
Tapi, seluruh tubuh dan jiwanya

##

Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke tangannya.
Membuatnya selalu berupaya membantu
Memudahkan setiap urusan hidupnya.

##

Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke kakinnya dan membuatnya bersedia
Berjalan beriringan dengan orang yang
Di cintai.
Tidak berlari tidak juga terlalu lambat.

##

Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke matanya.
Hingga tidak lagi fisik menjadi penyebab
Hilangnya cinta.

##

Seseorang menjadi tampak mempesona
Dan mata yang selalu memandang
Dengan aman dan melindungi.

##

Tidak hanya nyaman, bukankah pernah
Kamu temui tatapan mata yang
Merenggut dan menelanjangi dirimu.
Membuatmu takut dan berusaha berlari.

##

Ketika seorang anak manusia
Memiki cinta.
Maka hatinya akan meneruskan
Perasaan itu keseluruh sendinya.

##

Membuat seseorang manusia menjadi
Lebih ringan dan nyaman dalam
Menjalani hidupnya yang berat.

Hatinya akan meneruskan perasaan itu
Ke pikiranya.
Menjadikanya berfikir lebih jernih dan
Bijaksana.

##

Hanya saja bila tidak berhati – hati,
Tidak hanya cinta yang jatuh tapi juga
Seluruh bagian diri yang ikut

##

Merasakanya.
Tidak hanya cinta yang jatuh,
Tapi juga logikanya,
Mungkin juga impiannya.

***

Puisi Sedih – Rintihan Penantian

sedih menantikan orang yang belum datang
puisi sedih

Oleh Umi Kalsum

Disini ada rindu yang mengancam
Membuat riuh tak berdaya
Menahan sebak didada
Semakin hari, semakin menggelora

##

Rindu ini tak bertuan
Bahkan rapuh dimakan kepedihan
Jika asa semakin larut
Aku semakin takut

##

Menjadi debu yang bertaburan
Tak berguna dan menyakitkan
Beginikah rasa yang begitu pelik
Mencinta seseorang namun tak berbalas

##

Beginikah rasa rindu yang mengancam dibalik tepi kepedihan
Kapan rasa manis itu menyambut
Tuhan, aku mulai letih mendamaikan hatiku yang selalu mencoba untuk tenang

***

Puisi Sedih – Awan Hitam

puisi sedih awan hitam dan mendung
puisi sedih

Oleh Bayu

Malam ini kusendiri, bepikir untuk pergi
Pergi dari kesepian ini,

##

Lebih sepi dari apapun
Bagai terbelenggu awan hitam
Yang menutupi mataku
Untuk melihat cahaya

##

Cahaya yang amat terang telah hilang
Tertutupi awan hitam
Ku tak mampu berbuat apa-apa

##

Saat kau pilih dia yang tak punya apa-apa
Dan kau pilih meninggalkanku yang punya segalanya
Yang punya tawa, kebahagiaan, dan masadepan

***

Demikianlah kumpulan puisi sedih yang bisa menjadi bacaan menarik kali ini. Jangan lupa datang kembali untuk melihat puisi lainnya yang akan dibagikan pada waktu mendatang.