Puisi Ayah

Puisi Ayah. Seorang Ayah adalah salah satu sosok sentral dalam masa kehidpan setiap orang, dimana ayah menjadi seorang panutan dan kepala keluarga yang selain memberikan nafkah bagi keluarga, juga menjadi sosok pembimbing dan pendidik saat kita masih mencari jati diri. Tentunya sosok ayah sangat penting ini akan membuat setiap kenangan bersama ayah menjadi salah satu momen terindah dalam kehidupan kita.

Adapun puisi ayah berikut ini adalah beberapa puisi terbaik yang dipersembahkan untuk ayah. Kumpulan puisi ini yang tersusun dari kumpulan kata kata indah yang disusun menjadi bait puisi sebagai apresiasi terindah untuk mengenang jasa dan kenangan bersama ayah tercinta. Silahkan disimak!

Puisi Ayah Menyentuh Hati


Kerinduan

puisi rindu ayah
puisi ayah

Ayah di mana engkau berada
Di sini aku merindukan mu
Mengiginkan untuk bertemu
Merindukan akan belaian mu

Kasih sayang mu selalu ku rindukan
Engkau selalu hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Mengiginkan engkau untuk kembali

Aku selalu mengharapkan engkau hadir
Menemani aku setiap hari
Menemani masa pertumbuhan ku

Untuk tumbuh menjadi besar
Tampa engkau di sisiku
Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku
Puisi Oleh (Niki Ayu Anggini)


Hilang Piluku

Seandainya…
Matahari itu adalah rasa intimku dengan ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
telah ditelan garhana berkepanjangan
Apakah ini cemburu?

Entahlah,, aku tak tahu….
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan ayah

Tapi,, aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil ayah dari pelukanku….
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang,,
Tak apa…

Piluku kini mungkin akan sirna nanti..


Yang Berjiwa Tegar

Bagiku
Engkau penawar sesal di arena luas
Memberi dengan cinta
Hidup untuk kami
Berjuang untuk keluarga
Selalu terpatri dalam hati
Perjuanganmu yang penuh arti
Bangga diri ini dititipkan padamu ayah
Senyummu di hadapan kami
Merubah segala payah
Terimakasih ayah
Akan ku jaga kebanggaanmu padaku
Hingga tiba saat anakmu tumbuh dewasa
Engkau berbesar hati melepasnya
Menjadi bagian dari diri yang lain

Yang Berjiwa Tegar – oleh Kurnia Habibah


Penuntun Jiwaku

puisi ayah penuntun jiwaku
puisi ayah

Ayah
kau adalah yang terbaik
yang selalu bicara apa adanya
salah ya salah
keterbukaanmu lebih dari sekedar ayah
aku yang terlahir dari tulang rusukmu
menjelma dewasa kini

belajar dari sikap mu
ketegasanmu
dan luka-luka nan berbekas jadi
disiplin ku pada waktu
kau yang beri tahu aku
betapa waktu itu penting
bakwa hukuman untuk orang yang salah itu juga penting
jauh darimu aku belajar mandiri ayah
dengan slalu mengingat semua nasehat yang kau bagi
bersama kenakalan yang lahir dari hati
maafkan anakmu ayah

kini aku tau rasanya jadi lelaki dewasa
yang harus bekerja demi masadepan
untuk menyongsong hari esok
agar aku tak terluntah-luntah
menyambut masa didepan ku


Setiap Bulan Beranjak Tua

Oleh Daviatul Umam el-S

Padahal masih jam dua
Bantal sudah mengaum keras tiada henti
Hingga tubuhnya terbebas dari penjara mimpi
Bangkit dengan sayap baru tak teriring keletihan
Memanggil, memulihkan mata bunda

Sampai bangkit pula
Dua-duanya merelakan ranjang sendirian
Kendatipun ada sisa rindu yang pesona
Disiapkannya pangan-pangan seikhlas bunda dari kediaman

Puisi Persahabatan

Bergegas kaki ia kemudian
Bersama kanca yang bermusafir dalam satu bahtera
Kadang tertatih-tatih menyendiri
Menyongsong sepi, melawan pasti
Jikalau lambat diri dari pengaduan letih

Pantas diakui dalam perjalanannya sehari
Di tengah samudera yang berlumuran sakal
Diamuk ketandusan yang tak karuan
Sebagai pelampiasan mendung pada tubuhnya
Bila penghujan

Diterjang gemuruh ombak yang semakin menggelombang
Tak sadar para keringat telah bertumpahan
Saat menarik pajhang
Digenangi ribuan matahari berteka-teki
Bila kemarau.


Pangeran Terlupa

Tak berkuda putih
Tak memaki mahkota
Berpeluh keringat

Diseka oleh tangan lusuh
Berhari tak kenal waktu
Menutup kalut yang berlabuh

Walau terus menusuk kalbu
Menangis aku dibuatnya
Membanting tulang
demi kekokohan

Melupa akan teriknya surya
Berjuang tak pantang lelah
Dia itu pangeran

Pangeran terlupa
Tak disadari tempatnya
Dia memang tak berkuda
Tapi jiwanya sungguh perkasa

Beribu Cinta untukmu ayah
Yang tegak walau berbadai
Menoreh senyum walau terluka

Jangan menyela pangeran terlupa
Jika tak ingin jadi durhaka


Ayah Segalanya Untukku

puisi ayah segalanya untukku
puisi ayah

Ayah…
Beribu kata telah kau ucapkan
Beribu cinta tlah kau berikan
Beribu kasih tlah kau berikan
Hanya untuk anak mu

Ayah…
Kau ajarkan ku tentang kebaikan
Kau tunjukanku tentang arti cinta
Kau jelaskanku tentang makna kehidupan
Dan kau mendidikku dengan sungguh kasih sayang

Ayah…
Betapa mulianya hati mu
Kau korbankan segalanya demi anak mu
Kau banting tulang hanya untuk anak mu

Kini ku berjanji tuk semua kerja keras hanya untuk mu
Ku berjanji tuk semua kasih sayang mu
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu
Bahwa aku akan selalu menjaga mu
Aku akan selalu menyayangimu hingga akhir hidup ku
Terimakasih ayah untuk semua kasih sayang mu
Puisi Oleh (Clara)


Rindu Diantara Hujan

Tetes demi tetes air langit membasuh wajahku.
Membasahi tanah yang telah kering.
Bulir itu terpecah saat membentur bumi.
Setiap tetesnya mengandung rindu yang terpendam.
Tak dapat ku cegah segala rasa rindu yang kian mendesak.
Ingin segera kucurahkan atau sekedar ku ucap.
Mataku menerawang pada masa laluku.
Dimana aku dengan tanpa segan melompat pada punggung tegapmu.
Dimana aku dengan lantang meminta mainan
atau sekedar merengek minta dibelikan permen lolipop.

Aku tersenyum dalam lamunku.
Masih ku ingat jelas garis tegas rahangmu menjadikan engkau semakin tampan.
Masih pula ku rekam suara tegasmu namun penuh kasih.
Atau tentang kekarnya tanganmu yang dengan mudah mengendongku
atau sekedar menaikkan ku pada kursi yang tinggi.
Aku mengingat kembali kecup bibirmu di pipiku.
Terasa hangat hingga hatiku bergetar.

Aku selalu tertawa kala kumis tipis yang terhias diantara hidung
dan mulutmu menyentuh pipiku.
Membuat aku geli hingga tertawa.
Aku kembali teringat belai tanganmu di antara helaian rambutku
mengantarkan aku pada alam mimpi.
Akupun teringat kembali pelukkan hangatmu yang mendekap segala kesedihanku.
Saat aku terjatuh ku lihat pancaran kekhawatiran di matamu.
Dengan lembut kau ucapkan kalimat yang membuatku kuat.
Engkau memberi pesan lewat semua katakatamu.
Katamu aku tak boleh menjadi anak yang cengeng.
Katamu aku harus menjadi anak yang kuat.
Meski engkau terkesan galak namun semua itu menjadikanku kuat.

Ayah…
Aku menitipkan rindu ku ini pada ribuan tetes hujan.
Tak usah kau khawatir, aku di sini baik-baik saja.
Tak perlu kau cemas aku di sini selalu tersenyum.
Untukmu ayah aku menitipkan rindu pada hujan yang menyejukkan ini.
Akan segera kutelpon engkau ayah untuk sekedar berbagi cerita dan kabar.
Meski kini kita jauh, setidaknya aku masih dapat memdengar suaramu. Merekam tawamu.
Aku tau saat kita berbicara lewat telepon
matamu berbinar cerah dan senyummu selalu terlembang.
Karena aku pun demikian.

Puisi Alam

Ayah….
Rindu ini di antara derasnya hujan.
Semoga tetesnya menyampaikan padamu.

Ayah…
Sayangku sebanyak tetes hujan ini.
Tak terhitung.

Ayah…
Aku sayang ayah.


Getar Malam Rinduku

Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentang mu
Puisi-puisi gelap menimang ku

Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelah ku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang memancar melahirkan syair
Bak pujangga berlagu
Ini untukmu, Itu buatmu, Dan do’a sebagai baktiku
Miss you Ayah

Puisi Oleh (Eko Putra Ngudidaharjo)


Puisi Ayah Penuh Makna


Tetap disini, Dihatiku Ayah

puisi tetap disini ayah
puisi ayah

Sudah Lama ayah kau meninggalkan aku
Terasa seperti kau masih tetap ada disini
Karena kau selalu hadir di tidur malamku yaitu mimpi
Taukah ayah mimpi-mimpi itu selalu mengingatkan aku saat kau masih ada disini
Menemani setiap hari-hariku bersamamu

Teringat aku saat kau usap kepalaku
Teringat aku saat kau pukul aku jikalau aku nakal
Beritahu aku jika yang aku lakukan itu salah
Kasih nasehat supaya aku jadi anak yang baik

Selalu memberi apa yang aku minta padamu
Sekarang semuanya jadi kenangan, kenangan terindah yang hanya sekali aku rasakan di hidup ini
Tapi percayalah hatimu selalu ada disini dihatiku
Walau kau berada jauh dialam yang sejahtera itu tapi hatimu dekat ada disini dihati orang-orang yang menyayangimu ayah :*


Pahlawan Kesuksesanku

oleh Ardiyani Muninggar

Fajar telah menyapa pagi ku
Kau jadikan hari mu,hari untuk pengorbanan.
Pengorbanan mencari rezki,pengorbanan untuk mencari awal yg baru.
Kau ajarkan aku arti perjuangan,kau ajarkan aku arti kesuksesan.
Ayah mungkin tanpa mu aku tidak bisa seperti ini..
Mungkin tanpa mu aku tidak bisa berdiri ditengah tengah impian ku..
Impian untuk meraih keberhasilan
Impian untuk mencapai kemenangan…


Rinduku

Oleh DD

Aku merindukanmu saat ini,
Melebihi rasa rinduku pada sang kekasih….
Rasa rindu yang menghentak, mencabik-cabik relung jiwa..
Rasa rindu yang aku tahu takkan bisa terobati,
Tidak saat ini,tidak di kehidupan ini…

Masih terbayang jelas di benakku,
Saat kau akhiri segala tanggung jawabmu terhadap kami,
Dengan wajah pulas, kau akhiri deritamu bertahun-tahun.
Setelah kata maaf kau ucapkan pada kami dan ibumu,
Kau pergi tinggalkan ragamu yang ringkih dan layu.

Tidak…..
Takkan ada yang bisa menggantikanmu,
Kau tidak seperti kekasihku yang lain, yang bisa di gantikan
Oleh ratusan,bahkan ribuan kekasih.
Karena kau adalah cinta sejatiku, cinta hidup dan matiku.

AYAH….
Maafkan aku, maafkan anakmu…
Dosaku padamu melebihi rasa sayangmu padaku…
Khilafku terhadapmu, menjadi beban sepanjang hidupku.
Tapi aku tahu, kau takkan pernah mengungkit semua itu,
Kau takkan pernah mengadukan kesalahanku, kepada tuhanmu.
Tapi kau akan selalu mendoakan keselamatanku, disisi tuhanku.

Bila kurangkai seluruh kata didunia untuk menggambarkan kasih sayangmu,
Itu takkan pernah cukup, itu takkan pernah tersampaikan.
Karena kaulah aku ada, dan darimulah aku tercipta.
Kau adalah ayah ku, pahlawan ku didunia.


Untuk Ayah

puisi untuk ayah
puisi ayah

Oleh Intan Purnama

Negriku, di depan mata akan segera datang ayahmu
Bak mentari dan paginya yang cerah
Ayah baru akan menyayangimu,
Tanpa mengharapkan pengembalian darimu,
Tanpa merampas uang tabunganmu lagi.

Ayah, kami akan memilihmu esok hari
Ayah, jangan lagi biarkan kami lapar dan mengais disiang hari,
apa lagi meminta….
Ayah, jangan tegakan kami memeluk dingin di emperan jika malam menjelang
Ayah, buatkan dinding-dindang kokoh,
dengan kolong kasur, bukan lagi kolong jembatan
Ayah, didik kami dengan nada yang ramah, bukan lagi bentakan kasar dan tembakan
Ayah, Negri ini rumah kami dan engkau ayah kami
Ayah, hapuskan air mata kemiskinan kami dan peluk kami kedalam dada kepemimpinanmu
Ayah, kami anak negri yang mengharapkanmu
Yang mengenalkan kami pada ketauhidan
Jika kami bisa patuh pada Tuhan,
Maka kami akan tahu menghormati dan menyeganimu
Ayah, sayangi kami dan rumah ini…

Puisi Cinta

Anak negri yang rindu akan kedamaian negri sendiri


Ayah Kau Kilau Terakhir

Oleh Kejora Adi-ata

Mengertilah duhai angin
Meraunglah wahai ombak
Mendekatlah kau… Sunyi
Disaat waktu memukulku
Diantara kerinduan
Bersamaan perpisahaan…

Ayah…
Masihkah kau dengar???
Aku merindukanmu
Saat duduk disampingku
Dan berkata “ayah bangga padamu”
Tapi… Aku selalu berpikir
Hal apa yg telah ku perbuat
Hingga membuatmu bangga…

Ku akui aku bukan mutiara yg indah
Untukmu ayah…
Kepergiaanmu menyisakan luka yg dalam
Aku sadar senyumku yg selalu
Membuatmu bangga padaku

Hidup tanpa ibu dan kini
Kilau terakhir ku ikut pergi
Ku doakan ayah kan bertemu ibu
Dan lihatlah aku…
Tersenyum bayangkan kalian
Bergandeng tangan…
Ayah….
Aku merindukanmu


Hanya Ayah yang Kumau

oleh Ester Rosdina

detik berganti menit
menit berganti jam
jam berganti hari
hari berganti bulan
bulan berganti tahun
tahun berganti tahun
telah kulalui….

semua terasa hampa..dan sepi
hati slalu bertanya dimanakah ?????
dimanakah ayah ku???????

AYAH………..
tidakkah kau merindukan ku?????
tidakkah kau meinginginkan daku??????
mengapa kau hanya terdiam saja?????/
AYAH……
andaikan aku bersayap seperti burung disana
ku akan terbang ,,tuk mencari engkau ayah
karna yang kupinta dalam hidup ini
hanyalah engkau ayah….
hanyalah dirimu satu yang kumau ayah,…


Perginya Dirimu

puisi ayah perginya dirimu
puisi ayah

oleh Muzdalifah Agustina

Tak ada kata yang pantas terucapkan..
Hanya derai bening yang selalu bercucuran..
Membayangkan segala kenangan..
Teringat akan semua kebersamaan..

Walau ucapmu terkadang pahit..
Sentakmu buatku sakit..
Namun kan ku coba tuk bangkit..
Tak peduli itu mudah ataupun sulit..

keluh kesah selalu kau sembunyikan..
kau simpan dalam sebuah senyuman..
apapun yang kau rahasiakan..
aku selalu bisa merasakan..

Itu dahulu,
saat kau masih bersamaku..
banyak hal yang buatku malu..
malu karna telah menyia-nyiakanmu..

Kini hanya sesal yang tersisa dijiwa..
ingin sekali aku mengulang semua..
jika Tuhan mengizinkannya..
aku takan lagi buatmu kecewa..

Andai Tuhan beritahu aku..
bahwa Ia akan mengambil ayah lebih dulu..
mungkin aku takan lakukan itu..
kan ku buat dia bahagia karna aku.


Bocah Nakal

Oleh Angel Heart

Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam

Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak

Tangan mu yang kuat
Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk

Maafkan aku Ayah
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah

Aku masih menyuguhkanmu cerita duka
Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna


Ungkapan Hati Seorang Anak

Oleh Andika Surya

Dari rahim seorang wanita yang tegar aku dilahirkan
Dari seorang pria yang tangguh aku dididik
Engkaulah yang pertama kali aku kenal sejak lahir
Yang telah memberikanku kasih sayang
Memberikan kehangatan ketika aku kedinginan
Memberikan perhatian ketika aku menangis
Dan yang selalu mengganti popokku
Ketika aku pipis dicelana

Engkau juga telah menjadikanku seperti ini
Dari ketika masih ingusan hingga beranjak dewasa
Ketika beranjak dewasa seperti ini aku mulai sadar
Bahwa aku belum bisa membahagiakanmu
Banyak waktu yang telah aku sia-siakan
Banyak kata yang aku lontarkan yang membuatmu kecewa
Dan telah banyak uang yang kau berikan padaku
Seakan-akan untuk membuatku senang

Ayah ibu
Kata maaflah yang bisa aku ucapkan saat ini
Dan sebuah do’alah yang mungkin bisa aku panjatkan
Aku berdo’a semoga engkau tetap diberikan umur panjang
Sampai aku benar-benar bisa membahagiakanmu
Sampai aku benar-benar menjadi seseorang yang kau harapkan
Menjadi anak yang bermanfaat bagi sesama
Dan menjadi anak yang selalu taat kepada-Nya

Puisi Pahlawan

Puisi Untuk Ayah Tercinta


Sadarkanlah Ayah ku Tuhan

Oleh Windi Rhmatika

Aku lahir di keluarga ini
Tanpa tahu dosaku
Tanpa tahu salahku
Tanpa tahu apapun.

Aku ingin di sayangi seperti anak-anak lainnya
Wahai ayah mengapa engkau teramat tega kepada ku
apa salah ku…
kenapa engkau tinggalkan kami

Ayah aku sangat merindukanmu
Merindukanmu dengan cara diam bisu
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk merasakan kasih sayang mu tak pernah kudapatkan..

Ayah
Rindukah engkau akan aku?
Inginkah kau bertemu denganku anakmu ini?

semoga suatu saat engkau berubah
semoga ALLAH selalu mengingat kan mu dengan tanggung jawab mu..
aku selalu berdo’a untuk mu…
Ayah ku tersayang.


Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku

puisi ayah pahlawan hidupku
puisi ayah

Puisi Ibnu Abhi

Meski suaramu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapakku
Terima kasih. . . .


Lafaz Cinta Untuk Ayah

Oleh Qiky Almuktari

Untuk mu ayahku..
Kau tanam cinta di hatiku
Bersemi hingga menyatu dalam jiwaku
Tak pernah luput dalam ingatanku
Bintang yang menemani malamku,
Gelap yang menyapa malamku,
Dan mentari yang akan temani hariku,
Karna tulus dan indah cintamu
Aku akan menjadikanmu raja dalam hatiku
Yang akan terus mendekap hati dan jiwaku..
Ayahku..
Cintaku,cinta kami selalu,
Dan selamanya tetap bersamamu..
Selamat jalan ayah ku..
Akan terus kukirim fatihah untuk mu,
Bukti cinta pada mu..


Untukmu Ayahku

oleh Dina Sekar Ayu

Di keheningan malam..
Datang secercah harapan…
Untuk menyambut jiwamu datang…
Sebercik harapan agar kau kembali pulang..
Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan…
Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air mata…
Tapi apalah daya..
Semua harapan hilanglah sirna..
Karena kau telah tiada..
Ayahku tercinta..


Aku Cinta Ayah

puisi aku cinta ayah
puisi ayah

Telah rapuh Tulang-tulangmu
Yang dahulu kau gunakan
Untuk memberikan kami sesuap nasi
Untuk menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarga

Kini… Kau berdaya lagi melakukan semuanya
Kini… Kau hanya mampu memberikan kami nasehat
Kini… Kau hanya mampu mengucapkan do’a yang lurus untuk kami
Untuk… anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
Semua yang kau lakukan untuk hidup kami
Semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayangmu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun terkadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Terkadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Ayah….
Kini kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikan mu

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayang mu
Izinkanlah kami tuk membahagiakanmu

Puisi Lingkungan

Ayah…
Meskipun kami sadar
Itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
Dan kami sadar, Nyawapun tak mampu membalas semuanya

Terimakasih Ayah
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
Kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
Kini kami mampu menapaki hidup dengan do’a dan kasih sayangmu
Aku mencintaimu Ayah.

Ayah
Di setiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafasmu
Di penuhi kasih sayang yang luar biasa.


Anak Kecil

Oleh Herman Subarkah

Aku tak melihat ayah dan bunda
Mereka pergi untukku melawan dunia
Melewati hutan, berhenti di sungai ketika senja
Berdoa untukku di keheningan malam menjelma

Aku disini bersama kakek, nenek, dan kedua sepupuku
Terlihat ramai, namun tak menghilang rasa sepiku
Kesepian akan kebersamaan ayah dan bundaku
Kesepianku yang selalu bertanya di kepalaku
“Cepatlah pulang ayah, bunda, aku rindu?”
Kerinduan yang selalu dekat dibenakku
Dan aku selalu berdoa dengan harapan membelenggu
“Aku ingin bersama mereka Tuhan dan tak ingin terpisah lagi” permohonanku

Bermain di sore hari begitu menyenangkan namun mengganggu
Ketika bunda dan ayah mereka berbicara merayu
“Sudah hampir malam, mari pulang anakku?”
Kedua mata dan telinga ini tak kuasa dengan semua itu

Dan malam-malam pun berlalu seperti biasa
Di sudut kamar kecilku aku berbaring, menunggu terpejamnya mata
Membayangkan, lalu memimpikan ayah dan bunda
Berbisik dalam gelap, “semoga esok aku bisa bertemu mereka”

Ketika waktu itu tiba, dan mereka pulang membawa sesuatu
Memelukku seraya berkata, “anakku, apa kabarmu?”
Aku mendekap dan menjawab dengan rasa kegiranganku
Serayaku berkata pada-Nya, “Jangan pisahkan lagi aku dengan mereka Tuhan, aku mohon…”

Dan waktu-waktu indah itu berlalu begitu cepat
Secepat ketinggian menuju kerendahan yang tak melambat
Dan permohonan-permohonanku kepada Tuhan semakin menguat
Terjaga tetesan air mata untuk kerinduan hati yang begitu melekat


Kemana Kasih Sayang

Ayah
Dengarkan lah sebutir kata hati ku
Dengarkan lah tangisan hati ku
Dengarkan lah nyanyian sembilu ku
Yang ku ciptakan untuk dirimu

Ayah
Ku merindukan mu
Ku rindu kehadiran mu
Ku rindu kasih sayang mu
Ku rindu pelukan mu yang menghangati kesedihan ku

Ayah
Kini kau jauh dengan ku
Kemana telah kau bawa kasih sayang
Yang dulu pernah aku rasakan
Apa aku tersia-siakan?

Rembulan
Temani lah jiwa ku yang kesepian
Mentari
Kuat kan batin ku hingga akhir menghampiri

Tuhan
Ku serahkan diri yang lemah ini padamu
Jaga lah, kuatkan lah, dan tahan lah diri ini


Penantianku Ayah

puisi ayah penantianku
puisi ayah

Jika Kau
mencobek perasaanku,,,Ayah
Rasa sakit dan menyedihkan
menumpuk hati ini

kau tahu?
bagimana perasaanku kala itu?
kau egois
egois,,,

lama sudah aku
menunggu kasih sayangmu,,,Ayah
tapi kau tak perduli
kau anggap aku ini sampah
sampah,,,
sampah yang sangat mengotori hidupmu

kasih sayangmu
tak sebanding
kasih sayang Ibu kepadaku,,,

aku sangat merindukanmu
rindu akan kemarahanmu
rindu akan bentakanmu
aku,,,,,
rindu ayah

kuingin menjerit
kuingin menangis
tapi kau,,,
kau menahanku
tuk melakukan semua itu

sekarang
aku tak butuh dirimu lagi,,,Ayah
kau yang membuat
hati ini memebencimu

sudah banyak luka
yang kau berikan padaku
mungkin,,,itulah
itulah kasih sayangmu padaku,,,Ayah
tak ada artinya
menangisi kasihmu yang kosong
yang ada hanya penantianku
selamat tinggal,,,Ayah
terima kasih atas
kasihmu yang selama ini
begitu membekas dihatiku
thank you very much,,,
my Father

Karya : Alfiah Dara Lubis

***

Demikianlah kumpulan puisi ayah yang bisa diberikan sebagai bacaan yang menarik dan inspiratif untuk kamu yang sedang merindukan sosok seorang ayah bagaimanapun keadaannya saat ini. Sekian dan terimakasih!