Pengertian Pajak

Pengertian Pajak – Setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban yang diatur dalam undang-undang, yaitu salah satunya adalah membayar pajak. Pembayarannya diatur oleh undang-undang, dan hasilnya pun nantinya akan digunakan untuk kebutuhan rakyat. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya patuh dan taat pada aturan dengan membayar pajak tepat waktu. Untuk memberikan informasi lebih mendalam tentang apa itu pajak dan fungsi serta manfaatnya, berikut ini akan dijelaskan dengan lengkap mulai dari pengertian pajak, fungsi, jenis dan manfaatnya.

Pengertian Pajak

Pembahasan tentang pajak akan dimulai dari pengertian pajak. Apa sebenarnya itu pajak? Pajak adalah pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara atau yang dikenal dengan wajib pajak, kepada pemerintah. Pajak ini merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan kebutuhan negara lainnya. Artinya, sebagai wajib pajak, warga negara tidak akan mendapatkan manfaat atau balas saja secara langsung, namun berupa layanan dan fasilitas yang bisa dirasakan manfaatnya secara umum.

Selanjutnya, siapa yang wajib membayar pajak? Berdasarkan undang-undang memang menyebutkan bahwa setiap warga negara wajib membayar pajak. Namun, ada ketentuan yang diberlakukan, yakni warga negara Indonesia yang memang sudah memenuhi persyaratan, baik persyaratan objektif maupun persyaratan subjektif atas jenis pajak yang berlaku. Misalnya warga negara yang memiliki penghasilan sebesar lebih dari 2 juta atau warga negara yang memiliki kendaraan bermotor. Maka keduanya sudah termasuk dalam kategori wajib pajak.

  Pengertian Nasionalisme

Jika dilihat dari pengertian pajak seperti yang dijelaskan sebelumnya, pajak memiliki beberapa unsur utama. Pertama, pajak dibayarkan dalam bentuk uang dan bukan dalam bentuk barang. Kedua, hasil pembayaran pajak digunakan sebagai pemasukan negara yang nantinya untuk kepentingan rakyat, bukan digunakan untuk kebutuhan pribadi. Pembayarannya pun sudah ditetapkan dan diatur dalam undang-undang sehingga akan ada sanksi bagi pelanggar.

Jenis-Jenis Pajak

jenis dan pengertian pajak
pengertian pajak

Setelah mengetahui tentang pengertian pajak, selanjutnya adalah jenis pajak. Pemerintah Indonesia memungut beberapa jenis pajak kepada warga Negara Indonesia sebagai wajib pajak. Berdasarkan Lembaga Pemungut Pajak, pembagian jenis pajak dikelompokkan berdasarkan berbagai aspek. Jenis pajak dikelompokan berdasarkan sifatnya (objek dan subjek pajak), instansi yang memungut serta golongan atau cara pemungutan pajak tersebut.

1. Pajak Berdasarkan Sifatnya

Jika dikelompokkan berdasarkan sifatnya, pajak dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pajak subjektif dan pajak objektif.

a. Pajak Subjektif

Jenis pertama adalah pajak Subjektif, yaitu pajak yang pemungutannya didasarkan pada kondisi dari wajib pajak itu sendiri. Jadi jumlah pajak yang dibayarkan ditentukan berdasarkan kemampuan dari wajib pajak. Contoh pajak yang termasuk dalam kategori ini adalah pajak kekayaan dan pajak penghasilan.

b. Pajak Objektif

Jenis selanjutnya adalah pajak Objektif. Berbeda dengan jenis pajak sebelumnya, pajak objektif justru dipungut berdasarkan kondisi objek yang terkena wajib pajak dan tidak didasarkan pada kondisi wajib pajak. Karena itu jenis pajak ini hanya terkait dengan dan dihitung dari objeknya. Contoh pajak yang termasuk dalam jenis pajak objektif adalah pajak kendaraan bermotor, pajak pertambahan nilai, pajak impor dan bea masuk.

2. Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan atau Golongannya

Jenis pajak selanjutnya dikelompokkan berdasarkan golongan atau sistem pemungutannya. Kelompok pajak ini terdiri dari 2 jenis pajak, yaitu direct tax (pajak langsung) dan indirect tax (pajak tak langsung).

  Pengertian Pendidikan

a. Pajak Langsung (Direct Tax)

Direct tax atau pajak langsung adalah pajak yang ditanggung dan harus dibayarkan sendiri oleh wajib pajak serta tidak boleh diwakilkan atau dialihkan kepada pihak lain. Jenis pajak ini dibayarkan secara berkala dan dibayarkan berdasarkan pada surat ketetapan pajak yang sudah dibuat oleh kantor pajak. Di dalam surat ketetapan pajak ini akan tercantum keterangan besarnya jumlah yang harus dibayarkan. Contoh pajak langsung ini adalah Pajak Penghasilan dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena itulah Anda sebagai wajib pajak dari kedua jenis pajak ini tidak bisa mengalihkannya kepada orang lain.

b. Pajak Tak Langsung (Indirect Tax)

Jenis selanjutnya adalah pajak tak langsung atau indirect tax. Pajak ini bisa dialihkan kepada orang lain dalam pembayarannya dan hanya dibayarkan pada saat tertentu saja. Biasanya pelimpahan jenis pajak ini dilakukan oleh wajib pajak kepada konsumennya. Jadi, orang yang harus membayar pajak adalah konsumen. Contohnya jenis pajak tak langsung ini misalnya pajak atas barang mewah dan pajak pertambahan nilai.

3. Pajak Berdasarkan Instansi yang Memungut

Jenis pajak ini dikelompokkan berdasarkan instansi atau lembaga yang bertugas menarik atau memungut pajak tersebut. Jenis pajak ini masih dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu pajak pusat (negara) dan pajak daerah.

a. Pajak Pusat (Pajak Negara)

Jenis pajak pusat ini adalah jenis pajak yang dipungut secara langsung oleh pemerintah pusat melalui instansi terkait, seperti dirjen Pajak atau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Contoh pajak yang masuk dalam kelompok pajak pusat ini adalah pajak bumi dan bangunan, bea masuk, bea materai, pajak pertambahan nilai dan pajak migas.

  Pengertian Limbah

b. Pajak Daerah (Pajak Lokal)

Berikutnya yang masuk dalam kategori pajak Berdasarkan instansi yang memungut adalah pajak daerah atau juga dikenal sebagai pajak lokal. Sesuai namanya, pajak jenis ini hanya dipungut oleh pemerintah daerah serta dilakukan langsung oleh pemerintah daerah, baik pemerintah daerah Tingkat I maupun tingkat II. Tidak hanya pemungutan, pemanfaatannya pun dimaksimalkan untuk kebutuhan dan pembangunan layanan serta fasilitas daerah. Contoh pajak yang masuk dalam kategori jenis pajak ini adalah pajak hiburan, pajak restoran, pajak hotel, pajak kendaraan bermotor dan beberapa jenis lainnya.

Fungsi Pajak

fungsi dan pengertian pajak
pengertian pajak

Berdasarkan pengertian pajak yang sudah dijelaskan sebelumnya, pajak merupakan salah satu pendapatan bagi negara. Karena itu pajak memiliki fungsi dan peran yang sangat vital bagi negara. Pendapatan yang diperoleh dari pemungutan pajak ini digunakan untuk melakukan berbagai pembangunan serta memenuhi berbagai kebutuhan negara. Penerapan pemungutan pajak bagi warga negara ini juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi negara serta warga negara yang tinggal di dalamnya. Berikut adalah beberapa fungsi dari pajak yang harus diketahui oleh setiap warga negara.

1. Fungsi Anggaran

Fungsi pertama dan utama dari pajak adalah sebagai budgeter atau sebagai fungsi anggaran. Seperti yang sudah diketahui berdasarkan pengertian pajak sebelumnya bahwa pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Karena itu, pajak akan digunakan untuk membiayai pengeluaran negara serta menjadi sumber dana dalam melakukan pembangunan negara. Tanpa adanya pajak, maka tidak akan ada keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan.

2. Fungsi Stabilitas

Fungsi pajak berikutnya adalah sebagai Stabilitas. Adanya pajak akan membantu pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang terkait dengan stabilitas ekonomi. Dengan adanya pajak akan membantu dalam menstabilkan perekonomian negara. Misalnya, ketika terjadi inflasi pajak dinaikkan agar bisa mengurangi jumlah uang yang beredar. Begitu pula ketika deflasi, pajak akan diturunkan untuk menambah jumlah uang yang beredar.

  Pengertian Hukum

3. Fungsi Regulasi

Pajak juga berfungsi untuk mengatur (regulasi) pertumbuhan dan kebijakan ekonomi di negara Indonesia. Pada fungsi ini, pajak berperan dalam mengatur laju inflasi, mendorong kegiatan ekspor, melindungi barang dan produk produksi dalam negeri, serta membantu meningkatkan investasi.

4. Fungsi Redistribusi (Pemeretaan)

Fungsi terakhir dari pajak adalah untuk redistribusi. Pajak digunakan untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam prakteknya, pajak digunakan untuk pemerataan pembangunan yang nantinya diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu tentu akan sangat berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tujuan dan Manfaat Pajak

tunuan dan pengertian pajak
pengertian pajak

Dari pengertian pajak serta fungsi pajak yang dijelaskan sebelumnya, pajak memiliki fungsi yang sangat vital bagi kelangsungan pembangunan negara. Fungsi pajak yang sangat penting bagi kelangsungan negara di bidang sosial dan ekonomi ini juga membawa manfaat, baik bagi masyarakat secara umum maupun bagi negara. Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat dari pajak yang bisa dirasakan oleh masyarakat maupun negara.

1. Untuk Pembangunan

Tujuan dari penarikan pajak oleh negara kepada setiap warga negara salah satunya adalah untuk biaya pembangunan. Semua pembangunan infrastruktur negara dibiayai oleh pajak yang dibayarkan oleh warga negara. Masyarakat sebagai pembayar pajak nantinya akan mendapatkan manfaat berupa tersedianya fasilitas dan infrastruktur yang lengkap, mulai dari sekolah, jalan, rumah sakit serta berbagai fasilitas publik lainnya.

2. Pajak untuk Pengeluaran Negara Reproduktif

Uang pajak yang didapatkan dari pembayaran pajak warga negara oleh negara digunakan untuk berbagai kebutuhan. Kebutuhan yang dibiayai oleh pajak ini pun bermacam-macam sifatnya termasuk kebutuhan yang sifatnya reproduktif. Pengeluaran ini maksudnya adalah pengeluaran yang nantinya bisa memberikan keuntungan ekonomi lagi bagi masyarakat. Contohnya adalah penggunaan pajak untuk kebutuhan pertanian.

  Pengertian Filsafat

3. Pajak untuk Pemberian Subsidi

Masyarakat Indonesia mendapatkan banyak subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu. Subsidi yang diberikan pun beragam jenisnya, mulai dari subsidi bahan bakar minyak, subsidi pangan dan berbagai jenis subsidi lainnya. Subsidi yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan ini juga didapatkan dari pajak yang juga dibayarkan oleh masyarakat sendiri.

4. Pajak untuk Meny$ediakan Layanan Transportasi Publik

Masyarakat membutuhkan transportasi publik untuk menunjang mobilitasnya, baik itu yang berjarak jauh ataupun jarak dekat. Layanan transportasi publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat ini juga bisa dinikmati dari hasil pembayaran pajak. Inilah manfaat yang bisa didapatkan dari pajak, yaitu untuk memberikan layanan transportasi publik yang memadai untuk masyarakat.

5. Pajak Untuk Pengeluaran Tidak Produktif

Pendapatan negara yang didapat dari pembayaran pajak juga digunakan untuk membiayai kebutuhan atau pengeluaran yang sifatnya tidak produktif. Pengeluaran yang tidak bersifat produktif ini misalnya adalah untuk perlindungan anak yatim serta untuk kebutuhan pertahanan negara. Semua kebutuhan ini dibiayai dari pajak.

Pajak merupakan sumber pendapatan yang utama bagi negara. Tidak bisa dipungkiri bahwa pajak memberikan pengaruh dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan negara. Penjelasan tentang pengertian pajak serta fungsi, jenis, manfaat dan tujuan pajak di atas bisa memberikan informasi lebih kepada setiap warga negara tentang pentingnya membayar pajak. Baik warga negara maupun pemerintah memiliki tanggung jawab dan kewajiban atas pajak. Sebagai warga negara yang baik, setiap warga negara diharuskan membayar pajak. Begitu pula pemerintah, harus bisa mengelola pendapatan dari pajak ini dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

  Pengertian Bahasa

***

Demikian ulasan singkat tentang pengertian pajak dan seluk beluknya, Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca sekalian.