Pengertian Norma

Pengertian Norma – Pengertian norma adalah kaidah atau peraturan yang telah ditetapkan oleh masyarakat dan sifatnya mengikat. Dalam kehidupan masyarakat pastinya menginginkan kehidupan yang harmonis dan itu semua bisa diraih dengan adanya norma yang berlaku. Pedoman yang ditetapkan oleh norma harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat agar tujuan yang ingin dicapai bisa diperoleh dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu norma, tujuan, fungsi, macam, dan juga contohnya.

Pengertian Norma Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian norma yang telah disampaikan oleh beberapa ahli. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya simak saja beberapa ulasan berikut.

John J. Macionis

Berdasarkan pendapat John J. Macionis, norma memiliki pengertian sebagai aturan, pedoman, dan harapan masyarakat yang harus selalu dipatuhi. Keberadaan norma dalam hal ini adalah sebagai pedoman perilaku.

Robert Mz. Lawang

Robert Mz. Lawang mengatakan apabila norma merupakan sebuah pedoman baik dan buruk sebuah perilaku tersebut dijalankan. Lewat aturan yang telah dibuat, seseorang bisa mengukur perilaku yang dilakukannya.

E. Ultrecht

Pengertian norma menurut E. Ultrecht adalah pedoman hidup yang berupa peraturan-peraturan dan telah disepakati oleh seluruh masyarakat sehingga siapa saja yang melanggarnya bisa berurusan dengan hukum. Intinya, peraturan yang telah ditetapkan harus dipatuhi oleh semua orang.

Achmad D. Marimba

Menurut Achmad D. Marimba, norma merupakan seperangkat peraturan alamiah yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Peraturan tersebut bisa berubah atau ditambah berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat.

Bagja Waluya

Bagja Waluya mengatakan jika norma merupakan wujud nyata dari nilai-nilai yang diterapkan di dalam masyarakat. Di dalam norma terdapat peraturan-peraturan yang menjadikan masyarakat harmonis dan memiliki kehidupan yang lebih teratur.

Tujuan Norma

Tujuan utama dari penerapan sebuah norma atau dibuatnya sebuah norma tertentu adalah untuk memberikan pedoman, arahan, serta petunjuk kepada masyarakat agar kehidupan sehari-hari bisa lebih teratur. Tujuan tersebut merupakan dasar awal latar belakang dibentuknya sebuah norma di dalam masyarakat. Tidak dapat dipungkiri apabila dalam kesehariannya, masyarakat selalu memiliki permasalahan dan perbedaan sudut pandang dalam menjalankan kesehariannya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah peraturan yang pada akhirnya bisa menjadi pengingat masyarakat dalam menjalankan perilakunya sehari-hari.

  Pengertian Poster

Pembentukan pengertian norma juga tidak serta merta langsung terjadi. Meskipun kemunculannya didasarkan pada kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat, tetap saja harus ada kesepakatan yang akhirnya menjadikan norma-norma tersebut benar-benar diakui oleh seluruh masyarakat. Apabila dalam penerapannya berhasil, dalam artian seluruh masyarakat mematuhi norma yang berlaku, maka akan diperoleh keharmonisan interaksi serta hubungan yang terjalin antar setiap individu. Selain itu, kepatuhan masyarakat terhadap norma yang berlaku juga akan menjadikan lingkungan masyarakat menjadi lebih tertib, aman, dan terkendali.

Fungsi Norma

Setelah mengetahui apa pengertian norma dan tujuannya, maka yang selanjutnya perlu diketahui adalah fungsi dari norma itu sendiri. Berikut ini adalah fungsi norma apabila bisa dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Sebagai Pedoman & Aturan dalam Kehidupan Masyarakat

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat pasti tidak akan terlepas dari yang namanya konflik. Entah itu konflik kecil maupun konflik yang berat. Keberadaan konflik tersebut bisa dilatarbelakangi oleh banyak alasan tetapi cara mengatasinya hanya dengan adanya norma yang berlaku dalam masyarakat. Lewat norma atau peraturan yang telah ditetapkan, akan banyak orang yang lebih berhati-hati ketika menjalankan perannya di dalam hidup bermasyarakat.

Menciptakan Keteraturan & Stabilitas Pada Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain. Maka adanya interaksi sehari-hari adalah hal yang tidak akan bisa dihindari. Untuk itu, agar keteraturan dan stabilitas masyarakat dapat tercipta, sangat penting untuk menerapkan norma-norma yang kemudian dijadikan sebagai dasar pedoman. Dengan masyarakat mengetahui pengertian norma dan macam-macamnya, maka hal tersebut akan mudah diwujudkan.

Menjadi Dasar Pemberian Sanksi

Hal yang terkadang sulit untuk dilakukan adalah memberikan sanksi atas kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh masyarakat. Dengan keberadaan norma, sanksi akan lebih mudah dibuat karena telah ada dasar pedoman yang ditetapkan. Dengan begitu, setiap orang tidak akan bisa memberikan hukuman kepada orang yang lainnya dengan sesuka hati. Perlu adanya pertimbangan norma agar dalam pelaksanaannya bisa lancar dan sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

  Pengertian Nasionalisme

Memudahkan Untuk Mencapai Tujuan Bersama

Disadari atau tidak, dengan penerapan norma di dalam masyarakat akan memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan bersama. Hal ini karena norma memiliki tujuan untuk mengatur masyarakat dan membawa ketenangan pada interaksi sehari-hari. Oleh karena itu, asalkan penerapan norma benar-benar dijalankan dengan baik, maka tidak akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.

Ciri-ciri Norma

pengertian norma
kompas.com

Melalui pengertian norma sebagai aturan atau pedoman yang berlaku di dalam masyarakat, maka memunculkan ciri-ciri tertentu. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri norma yang perlu diketahui agar tidak salah dalam memahaminya.

  1. Pada umumnya, norma tidak berbentuk tertulis dan lebih banyak merupakan kesepakatan di dalam masyarakat. Namun, ada juga aturan di dalam hukum yang sering kali dianggap sebagai norma tertulis.
  2. Ciri yang kedua adalah memiliki sifat mengikat. Keberadaan norma memang sangat mengikat, artinya setiap masyarakat di dalam lingkungan tersebut harus benar-benar mematuhinya. Jika tidak, maka akan ada sanksi yang memberatkannya.
  3. Pengertian norma yang paling utama merupakan hasil kesepakatan dari masyarakat. Norma tidak ada dengan sendirinya melainkan dibuat terlebih dahulu dan disepakati oleh masyarakat. Meskipun prosesnya tidak terlalu terasa tetap saja sebuah norma merupakan hasil kesepakatan.
  4. Ciri yang selanjutnya adalah diakui dan dipatuhi oleh masyarakat. Apabila dalam penerapannya, norma atau peraturan yang dibuat tersebut tidak dipatuhi oleh masyarakat, maka bisa dikatakan jika itu bukanlah norma dan mungkin hanya peraturan biasa.
  5. Ciri yang terakhir dari norma adalah bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi masyarakat sekitar. Dalam hal ini, norma memang memiliki sifat yang dinamis sehingga akan tetap selalu mengalami pembaruan agar sesuai dengan tuntutan zaman.
  Pengertian Globalisasi

Macam-Macam Norma dan Contohnya

Ada beberapa macam norma yang berlaku di Indonesia, yakni norma agama, hukum, susila, dan kesopanan. Masing-masing dari norma tersebut memiliki pengertiannya tersendiri. Untuk itu, berikut keempat macam norma beserta dengan contohnya.

Norma Hukum

Norma hukum adalah segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau pejabat yang berwenang. Norma ini memiliki sifat yang memaksa, artinya semua orang bisa terkena hukum tanpa memandang bulu alias kedudukan mereka. Sebab, di dalam negara hukum, seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama. Tujuan dari diberlakukannya norma ini adalah untuk mengatur seluruh segi kehidupan masyarakat sehingga mencapai keselarasan. Untuk lebih memahaminya, berikut ini terdapat contoh norma hukum.

  • Pasal 40 Ayat (!) UU No. 15 Th 2002

Untuk setiap orang yang telah melaporkan adanya tindak pidana pencucian uang dalam jumlah tertentu akan mendapatkan perlindungan khusus dari negara. Perlindungan khusus tersebut akan melindungi pelapor dari ancaman jiwa yang membahayakan diri maupun hartanya sehingga tidak perlu merasa khawatir.

  • Pasal 362 KUHP

Setiap individu tidak boleh mengambil seluruh atau sebagian milik orang lain secara paksa karena hal tersebut jelas bertentangan dengan hukum. Bisa disimpulkan apabila tindak pidana pencurian akan diproses oleh hukum, yakni mendapatkan hukuman penjara paling lama 5 tahun dan dikenakan denda dengan jumlah paling banyak 60 juta rupiah.

Norma Agama

Norma agama merupakan semua ketentuan atau peraturan hidup yang sumbernya berasal dari Tuhan YME. Norma ini tentunya berisi tentang perintah dan ajaran-ajaran yang berkaitan dengan agama masing-masing. Di Indonesia sendiri setiap orang sudah dibebaskan untuk menganut agama yang diinginkan tanpa ada aturan yang mengikat. Meskipun masyarakat Indonesia menganut agama yang berbeda-beda, inti dari norma ini akan tetap sama karena semua agama pasti menginginkan adanya kebaikan untuk seluruh penganutnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah contohnya.

  Pengertian Filsafat

Setiap manusia dilarang untuk membunuh sesama manusia lainnya karena merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Dalam hal ini tetap ada pengecualian seperti orang-orang yang memang pantas untuk diberikan hukuman mati untuk pelanggaran yang dilakukan. Namun, tentunya pelanggaran yang dilakukan harus benar-benar sesuai dengan kriteria.

Setiap orang tidak diperbolehkan untuk mengambil kepemilikan orang lainnya tanpa izin terlebih dahulu. Jika hal tersebut tetap dilakukan maka akan disebut sebagai pencuri dan tentunya mendapatkan sanksi hukum yang sesuai. Untuk itu, sangat dilarang melakukan perbuatan mencuri atau mengambil kepemilikan orang lain.

Semua agama melarang pemeluknya untuk melakukan tindakan cabul terhadap orang lain. Sudah bukan hal yang rahasia lagi jika berbuat cabul atau melakukan kekerasan seksual merupakan tindakan yang sangat dilarang oleh semua agama dan tentunya pasti akan mendapatkan hukuman yang berat di mata hukum.

Selain peraturan yang berhubungan dengan interaksi sosial di masyarakat, norma agama juga mengatur beberapa hal yang sangatlah dasar, yakni berbakti kepada kedua orang tua. Sering kali banyak sekali orang yang mengabaikan masalah satu ini sehingga cukup banyak kasus sosial yang mencatat jika para orang tua tidak terawat di usia lanjut.

Norma Susila

Sumber dari norma susila adalah berasal dari lubuk hati terdalam atau bisa dikatakan sebagai hati nurani. Setiap orang pasti memiliki hati nurani dan akan merasakan keraguan yang mendalam apabila perbuatan yang dilakukan bertentangan dengan hati nurani. Oleh karena itu, umumnya norma ini digunakan sebagai penentu baik dan benar perbuatan yang dilakukan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu harus mengerti batasan-batasannya. Artinya, apabila sesuatu tersebut memang bukan haknya, maka tidak boleh mengambil seluruh atau hanya sebagainnya.

  Pengertian Hak Dan Kewajiban

Bersikap jujur dan adil juga merupakan bagian dari menjalankan norma susila. Perasaan jujur dan adil datangnya dari nurani sehingga ketika melakukannya juga menggunakan tolak ukur perasaan.

Norma Kesopanan

Macam norma yang terakhir adalah kesopanan. Norma ini bersumber pada pergaulan yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Biasanya, norma ini dibentuk oleh kebiasaan, kepantasan, atau hal-hal yang telah diyakini oleh masyarakat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa contohnya.

Sebagai seorang anak, wajib untuk selalu menghormati keberadaan kedua orang tuanya. Menghormati di sini tidak hanya menghargai kehadirannya tetapi juga mematuhi nasihat serta perintah yang diberikan.

Sebagai individu yang beradab dan menganut adat ketimuran, dilarang menggunakan pakaian-pakaian yang tidak pantas atau tidak sopan. Hal tersebut karena pakaian yang tidak sopan hanya akan memicu tindak kejahatan apabila di tempat umum.

****

Nah, itulah ulasan mengenai pengertian norma dan hal-hal yang terkait dengan norma. Di dalam sistem kemasyarakatan, norma memiliki peran yang sangat penting untuk selalu mengatur keharmonisan serta keselarasan yang berjalan.