Pengertian Nilai

Pengertian Nilai – Terdapat berbagai pengertian nilai yang bervariasi, namun semua maknanya berpengaruh atas aktivitas sehari-hari. Nilai lebih mudah diartikan sebagai gagasan yang dipandang baik dan indah pada kehidupan seseorang. Hanya dari nilai saja Anda sudah mampu mengenal karakter orang lain. Agar mampu mengenal lebih jauh tentang nilai, perhatikan penjelasan dibawah ini.

Pengertian Nilai Dari Para Ahli

Tidak hanya satu pendapat yang mengartikan pengertian nilai. Lebih dari itu, beberapa ahli mengartikan bahwa nilai adalah proses kehidupan seseorang yang selalu berkembang untuk tatanan hidup. Dibawah ini adalah 10 definisi nilai dari para ahli.

  • Soerjono Soekamto

Soerjono Soekamto menganggap bahwa pengertian nilai adalah suatu konsep abstrak yang terdapat pada manusia, hal itu disebabkan atas nilai yang menurutnya baik ataupun jelek sekalipun.

Apabila nilai baik pasti menggambarkan kepribadian yang baik, sedangkan nilai buruk akan memunculkan sifat jelek yang kurang disenangi oleh beberapa kelompok. Akibatnya akan menimbulkan masalah baru yang berujung konflik.

  • Wood

Pengertian nilai menurut Wood adalah suatu petunjuk dimana kejadiannya berlangsung cukup lama. Dari petunjuk ini, kehidupan seseorang bisa terarahkan hingga mempunyai sifat kepuasan tersendiri. Itu sebabnya Wood mampu membagi nilai dalam dua hal, yaitu nilai baik dan juga nilai jelek.

  • Simanjuntak

Simanjuntak menyatakan bahwa nilai adalah sekumpulan pemikiran seseorang atas perilaku yang bersifat baik dan buruk. Perilaku tersebut disebabkan adanya tradisi yang dianut oleh masyarakat itu sendiri dan selalu dijalankan secara terus menerus.

  • Robert M.Z.Lawang
  Pengertian Poster

Sedangkan menurut Robert M.Z.Lawang, nilai adalah pemikiran yang dimiliki setiap orang, namun mampu merubah perilaku sosial dari nilai tersebut. Dari nilai itulah, kehidupan seseorang bisa dilihat, apakah berkarakter baik di lingkungan atau sebaliknya.

  • Hendropuspito

Hendropuspito mengartikan nilai sebagai bentuk penghargaan yang diterima masyarakat atas tatanan hidup yang baik. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan hidup yang selalu berubah, sehingga nilai tersebut bisa menjadi pedoman utama dalam berperilaku.

  • Karel J.Veeger

Pakar Sosiologi Karel J.Veeger mengemukakan nilai sebagai kriteria seseorang kepada orang lain yang bergantung dari perbuatan dilakukan. Nilai sekaligus dijadikan simbol utama atas perilaku yang dimiliki seseorang.

  • Clyde Kluckhonhn

Sebuah simbol baik dan buruk yang dimiliki seseorang bisa dilihat dari nilai sosial yang dimiliki. Clyde Kluckhonhn juga menyatakan bahwa lingkungan yang ditempati sangat mempengaruhi nilai yang dimiliki. Simbol nilai bisa didapatkan dari aktivitas yang dijalankan setiap hari.

  • Koentjaraningrat

Koentjaraningrat mengartikan nilai sebagai bentuk tradisi yang ada di kehidupan masyarakat. Tradisi ini bisa berubah tergantung dari persepsi orang lain. Apabila dipandang baik, maka semakin baik pula nilai tradisi yang dianut, begitupun sebaliknya.

  • Alvin L Bertrand

Pengertian nilai menurut Alvin L Bertrand adalah gagasan seseorang atas perilaku sehari-hari. Gagasan yang dimaksud bisa baik ataupun buruk, tergantung bagaimana orang lain memandangnya.

  • Green

Pengertian nilai yang terakhir adalah dari Green yang menyatakan nilai sebagai tingkat kesadaran setiap individu di lingkungan masing-masing. Dari nilai itulah, seseorang bisa dipandang baik atau buruk. Karena sudah menjadi simbol subjektif yang dimiliki.

Jenis-Jenis Nilai

jenis dan pengertian nilai

Setelah memahami pengertian nilai dari para ahli, kenalilah jenis-jenis nilai berikut ini. Apabila dipandang dalam bentuknya, nilai dibagi menjadi 5 jenis yaitu nilai kebenaran, keindahan, sosial, moral, serta nilai agama. Penjelasan dari kelima jenis nilai adalah sebagai berikut.

  Pengertian Hukum Perdata

Nilai Kebenaran

Nilai kebenaran berasal dari pikiran manusia yaitu cipta, rasio, dan juga budi pekerti. Nilai tersebut sudah ada sejak lahir, itu sebabnya nilai kebenaran sering diartikan sebagai kodrat dari Tuhan yang sudah diberikan untuk semua orang. Contoh sederhana bisa dilihat saat seorang hakim memberikan sanksi atas kesalahan yang dimiliki seseorang. Sanksi yang ditetapkan tergantung dari nilai kebenaran yang dimiliki.

Nilai Keindahan

Nilai keindahan merupakan unsur rasa yang bersumber pada diri manusia, istilah mudahnya sering disebut sebagai nilai estetika. Keindahan bisa diartikan secara luas, dan pastinya setiap orang membutuhkan keindahan. Akan tetapi, antara satu dengan yang lain mempunyai nilai keindahan yang berbeda-beda.

Nilai Sosial

Nilai sosial adalah sifat yang sudah ada pada setiap orang. Nilai sosial selalu berhubungan dengan perilaku dan tindakan seseorang, jadi nilai tersebut mampu mengubah perilaku untuk bersifat mandiri.

Nilai Moral

Nilai moral merupakan pandangan yang berasal dari keinginan seseorang, entah itu karsa atau etik. Dari nilai moral itulah, seseorang bisa berkumpul secara benar dengan orang lain. Itu sebabnya, istilah lain dari nilai moral sering diartikan sebagai nilai kebaikan yang ada pada seseorang.

Nilai moral bisa dilihat dari percakapan antara seorang anak dengan orang tuanya. Tentu anak tersebut menggunakan tutur bahasa yang sopan dan halus, hal ini karena adanya wujud etika atas perbedaan umur seseorang. Contoh lain bisa Anda kenali dengan mengenal ciri khas tatanan sopan santun seseorang yang dimiliki.

Nilai Agama

Nilai agama sangat penting bagi seseorang, karena nilai ini berhubungan langsung dengan kepercayaan yang dianut. Sumber utama nilai agama langsung dari Tuhan, dari situlah nilai agama dijadikan nilai religius seseorang untuk memperoleh petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

  Pengertian Globalisasi: Sejarah, Teori, Dampak beserta Contohnya

Nilai agama bisa Anda ketahui ketika seseorang beribadah kepada sang Tuhan. Tentunya setiap orang mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda, ada agama islam, nasrani, konghucu, hindu, dan budha.

Ciri-Ciri Khusus Setiap Nilai

Nilai menurut cirinya dibagi menjadi dua hal, yaitu nilai dominan dan nilai mendarah.

1. Nilai dominan

Nilai ini sering dianut oleh seseorang, semakin lama orang menganut nilai tersebut semakin tinggi pula nilai tersebut bermakna dihidupnya.

2. Nilai Internalized

Ini adalah nilai yang sudah menjadi wujud perilaku seseorang. Dimana ketika nilai ini dilanggar, maka akan mempunyai sikap menyesal amat dalam.

Sedangkan berdasarkan ciri khusus, Anda bisa mengenal ciri khusus dari setiap nilai berikut ini.

  1. Nilai adalah cerminan yang dimiliki setiap orang sekaligus simbol dari interaksi orang lain
  2. Nilai mampu disebarluaskan oleh setiap orang, jadi tidak bawaan ketika lahir
  3. Nilai mampu muncul atas kegiatan sosial dan proses belajar seseorang
  4. Nilai sering dijadikan bagian usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia
  5. Nilai bisa diperoleh dari proses belajar seseorang ataupun proses adaptasi di lingkungan baru, enkulturasi, hingga difusi
  6. Nilai mempunyai arti yang beragam, salah satunya berasal dari tradisi dan budaya yang bersifat relatif
  7. Adanya nilai bisa membuat seseorang berubah dan berkembang
  8. Nilai yang dimiliki seseorang berbeda-beda, namun mempunyai peran penting untuk memenuhi setiap kebutuhan
  9. Setiap nilai yang dimiliki seseorang beragam, dampak yang dimiliki juga berbeda-beda
  10. Setiap orang mempunyai pengaruh yang beragam, tergantung dari nilai yang terdapat didalamnya
  11. Nilai mempunyai keterkaitan dengan orang lain, sehingga membentuk sistem nilai yang baru
  12. Nilai dominan sering dianut karena mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menggapainya

Nilai yang muncul dari kepribadian seseorang sering dikenal dengan istilah internalized. Ketika nilai tersebut dilanggar, maka akan memiliki rasa bersalah amat tinggi. Misalnya ketika seorang bapak yang tidak bisa menolong anaknya ketika mengalami kesusahan.

  Pengertian Sejarah

Fungsi-Fungsi Nilai

Secara umum, nilai mempunyai peran penting pada tatanan hidup seseorang. Ada pula fungsi lain dari sebuah nilai, yaitu:

  1. Nilai dijadikan bahan seseorang untuk berlindung
  2. Nilai dijadikan alat penentu akhir suatu kelompok dalam kehidupan bermasyarakat
  3. Nilai dijadikan alat dalam membedakan derajat setiap orang atau kelompok tertentu
  4. Nilai dijadikan alat sebagai daya pikat orang lain untuk berubah
  5. Hanya dari nilai, perilaku seseorang bisa berubah seketika
  6. Nilai bisa menjadi petunjuk arah hingga pemersatu, berikut ini adalah fungsi nilai tersebut:
  7. Konsep berpikir seseorang berlandaskan nilai yang dimiliki. Hal ini akan memberikan petunjuk arah dalam mengambil suatu tindakan
  8. Nilai dijadikan panduan dalam hidup, sekaligus menjadi bahan pilihan yang akan diperoleh
  9. Nilai digunakan sebagai pemersatu kelompok apabila mampu mengumpulkan banyak orang dalam satu kesatuan

Selanjutnya adalah fungsi dari nilai sosial yang dibagi dalam 5 macam, yaitu:

  1. Nilai sosial sebagai faktor pendorong utama yang berhubungan langsung dengan harapan yang dimiliki
  2. Nilai sosial dijadikan petunjuk arah seseorang. Ini bisa dilihat dalam cara berpikir seseorang, bertindak, hingga cara berperasangka ke orang lain.
  3. Nilai sosial bisa dijadikan sebagai alat pengawas. Seperti saat seseorang tertekan, hanya dari nilai itu saja orang tersebut lebih tenang dalam mengambil suatu tindakan. Namun, nilai sosial bisa mempunyai dampak rasa bersalah hingga menyiksa orang lain.
  4. Nilai sosial mampu digunakan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan yang lebih solid
  5. Nilai bisa dijadikan alat perlindungan atau penjagaan tradisi yang berlaku di masyarakat tertentu

Proses Terbentuknya Nilai Sosial

Sumber utama nilai sosial berasal dari Tuhan dan juga masyarakat itu sendiri, seperti pada pengertian nilai diatas. Namun, masih terdapat tiga proses bagaimana nilai sosial ini muncul di kehidupan masyarakat, proses itu adalah:

  8 Pengertian Hukum: Definisi, Unsur, Sistem, Tujuan dan Contohnya

Proses dari Tuhan

Proses ini bisa dilihat dari kepercayaan yang dianut oleh seseorang, seperti yang termaktub dari kitab suci. Hampir setiap kitab agama menjelaskan bahwa nilai sebagai pedoman utama dalam berperilaku kepada sesama. Misalnya seperti nilai kepatuhan, ketaatan, hingga nilai kasih sayang. Istilah lain menyebutnya sebagai nilai theonom atau nilai yang bersumber dari Tuhan.

Proses dari Masyarakat

Masyarakat sering meyakini bahwa nilai bersifat mutlak dan benar. Lantas nilai tersebut dijadikan modal utama dalam berperilaku di kehidupan masing-masing. Nilai seperti ini bisa Anda lihat dari sikap sopan santun kepada orang lain, entah itu orang tua ataupun muda.

Proses dari Individu

Setiap individu pasti mempunyai sisi baik dalam hidupnya. Misalnya dalam hal bekerja, mereka akan bersikeras agar menganggap pekerjaan yang dijalani sangat penting. Ketika giat dalam menjalani pekerjaan, pasti akan menuai kesuksesan dan keberhasilan dalam kedepan.

Demikianlah pengertian nilai, fungsi nilai, ciri nilai, hingga proses terbentuknya suatu nilai. Hampir setiap nilai mempunyai pengaruh yang berbeda-beda. Namun, setiap orang pasti mempunyai nilai tersebut, tinggal bagaimana individu tersebut menggunakannya. Dari nilai itupun Anda bisa dipandang orang lain dengan mudah. Terimakasih dan semoga bermanfaat.