Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme – Nasionalisme tentunya merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi untuk didengarkan. Kata ini telah muncul di berbagai literatur maupun media lainnya. Anda tentunya juga sering mendengarkannya ketika masih berada pada bangku sekolah. Para guru seringkali berusaha untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada muridnya. Tentunya juga melalui berbagai cara. Salah satunya adalah ketika diadakannya upacara bendera, menyanyikan lagu nasional sebelum memulai pelajaran, dan hal kecil lainnya yang juga tak luput dari hal yang berhubungan dengan nasionalisme. Hal ini menjadikan para murid tentunya sangat akrab dengan kata nasionalisme ini hingga terbawa sampai dewasa kelak. Namun, apakah Anda benar-benar memahami makna dari nasionalisme itu sendiri? Untuk menjawabnya Anda dapat menyimak beberapa hal mengenai pengertian nasionalisme, tujuan, sejarah, ciri-ciri, dan contohnya sebagai berikut:

Pengertian Nasionalisme Menurut Beberapa Ahli

Sebelum membahas pengertian nasionalisme menurut beberapa ahli, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui secara garis besar arti dari nasionalisme. Hal ini dapat Anda telaah dari segi bahasanya. Nasionalisme berasal dari bahasa inggris yaitu nation yang berarti bangsa. Oleh karena itu, nasionalisme merupakan suatu hal yang berhubungan dengan bangsa. Untuk lebih jelasnya Anda dapat menyimak pendapat ahli berikut:

1. Menurut Hans Kohn

Hans Kohn menyatakan bahwa nasionalisme berhubungan erat dengan kesadaran bahwa masyarakat merupakan satu kesatuan yang utuh. Kesadaran semacam ini tentunya diperlukan untuk menunjang kokohnya suatu bangsa.

2. Ernest Renan

Berbeda dengan Hans Kohn, Ernest Renan berpendapat bahwa pengertian nasionalisme merupakan keinginan untuk bersatu dan bernegara. Keinginan yang semakin kuat, tentunya juga akan menjadikan sifat nasionalisme juga tinggi. Sehingga memungkinkan suatu negara untuk bersatu dan menjadi semakin kokoh.

3. L. Stoddard

Nasionalisme menurut L. Stoddard merupakan rasa dan sikap yang saling memiliki. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara, apabila warganya memiliki rasa dan sikap saling memiliki terhadap suatu hal yang ada pada bangsa tersebut, akan menjadikan tingkat nasionalisme yang tinggi pada suatu negara.

4. Otto Bauar

Otto Bauar berpendapat bahwa nasionalisme mengandung arti persatuan karena perasaan senasib yang dirasakan oleh warga negara. Suatu negara tentunya telah memiliki sebuah sejarah masa lalu yang menjadikan negara tersebut memiliki pengalaman yang serupa. Pengalaman yang serupa ini tentunya akan menimbulkan rasa senasib bagi warga negaranya.

Dari keempat pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian nasionalisme tentunya berhubungan erat dengan persatuan suatu negara atau bangsa. Persatuan antar warga negara terlepas dari perbedaan di setiap daerah dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing tempat. Jika persatuan ini semakin kuat, maka tingkat nasionalisme pada suatu negara juga akan tinggi.

Pengertian Lingkungan

Tujuan Nasionalisme

tujuan dan pengertian nasionalisme

Berdasarkan pengertian nasionalisme yang mengandung makna persatuan, ternyata didalamnya juga terkandung tujuan yang ingin dicapai. Tujuan nasionalisme ini tentunya juga akan berdampak pada kesejahteraan bersama suatu negara. Untuk selengkapnya, Anda dapat menyimak tujuan nasionalisme sebagai berikut:

1. Mempererat tali persaudaraan

Telah dikemukakan sebelumnya bahwa nasionalisme mengandung makna persatuan. Persatuan inilah yang memungkinkan setiap warga negara menerima berbagai macam perbedaan suku, ras, maupun budaya. Sehingga apabila setiap warga negara saling menerima, maka akan tumbuh persatuan dan tentunya mempererat tali persaudaraan antar wilayah.

2. Menjamin kekuatan bangsa dalam menghadapi pengaruh luar

Salah satu tujuan nasionalisme selanjutnya adalah untuk memperkuat bangsa dari pengaruh luar. Pengaruh luar yang dimaksud dapat berupa nilai-nilai, budaya, dan ideologi yang berasal dari bangsa lain. Apabila nasionalisme bangsa rendah, tentunya juga akan menjadikan negara mudah dipengaruhi budaya luar yang tidak semua sesuai dengan bangsa itu sendiri. Suatu bangsa tentu perlu untuk mempertahankan identitasnya agar kekuatan bangsa semakin kokoh.

3. Menumbuhkan rasa cinta pada tanah air

Nasionalisme yang kaya akan makna persatuan tentunya dapat memunculkan rasa cinta terhadap tanah air. Hal ini dikarenakan sikap nasionalisme akan cenderung mengarahkan seseorang untuk lebih mengenal tentang negaranya sendiri. Jika warga negara mengenal dan menerima mengenai bangsanya, maka hal ini tidak akan dipungkiri lagi dapat menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.

Itulah ketiga tujuan nasionalisme yang tentunya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan bersama warga negara. Pengertian nasionalisme yang kental akan persatuan tersebut tentunya juga memiliki berbagai tujuan lain yang juga dapat memperkuat identitas suatu bangsa itu sendiri.

Sejarah Nasionalisme

Nasionalisme sendiri ternyata tidak hanya sekedar kata yang memiliki makna persatuan saja. Melainkan nasionalisme juga memiliki sejarahnya sendiri hingga dapat dikenal oleh banyak orang sebagai suatu simbol kebangsaan suatu negara.

Pengertian Ekonomi Internasional

Nasionalisme mulai dikenal pada sekitar abad ke 18. Nasionalisme di beberapa negara seperti Amerika dan Prancis telah menjadi sebuah pandang yang kuat. Terutama pada era revolusi. Dari situlah kemudian pandang nasionalisme mulai meluas ke berbagai negara lainnya. Seperti pada abad ke-19 yang mulai dikenal di Eropa Tengah kemudian dilanjutkan ke Eropa Timur dan Tenggara. Sedangkan pandang nasionalisme mulai dikenal di Asia dan Afrika sekitar abad ke-20.

Ciri – Ciri Nasionalisme Dalam Suatu Bangsa

ciri dan pengertian nasionalisme

Adapun dalam pengertian nasionalisme, terdapat beberapa ciri-ciri nasionalisme pada suatu bangsa yang tentunya dapat menjadi sebuah karakter bahwa bangsa tersebut memiliki jiwa nasionalisme. Berikut beberapa ciri-ciri dari nasionalisme:

1. Merasa memiliki dan menjaga

Sebuah bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi tentunya akan memiliki rasa saling menjaga. Hal ini dikarenakan sesuai dengan pengertian nasionalisme yang dikemukakan oleh L. Stoddard, nasionalisme merupakan rasa dan sikap saling memiliki. Sehingga hal ini tentunya akan menumbuhkan rasa saling menjaga terhadap apa yang dimilikinya. Semakin suatu warga negara memiliki kesadaran untuk saling memiliki dan menjaga, maka jiwa nasionalisme juga tumbuh semakin baik.

2. Mementingkan kepentingan bersama daripada kelompok

Ciri-ciri nasionalisme selanjutnya adalah mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu daripada kelompok. Hal ini tentunya didasari oleh kesadaran bahwa kepentingan bersama akan lebih penting dari kepentingan individu atau kelompok. Sehingga dalam membuat suatu keputusan pun akan lebih didahulukan hal yang menyangkut kepentingan bersama. Hal ini dimaksudkan agar kesejahteraan bersama dapat tercapai. Karena apabila kepentingan kelompok atau individu didahulukan, maka akan menimbulkan perpecahan yang dimana hal ini berarti tidak sesuai dengan makna nasionalisme itu sendiri. Namun sebaliknya, apabila kepentingan bersama didahulukan, maka akan menjadikan suatu bangsa mencapai kesejahteraan bersama. Hal ini tentunya juga akan meningkatkan nasionalisme dari bangsa itu sendiri.

Pengertian Logika

3. Adanya persatuan dan kesatuan

Hal ini tidak dipungkiri lagi, karena makna dari nasionalisme itu sendiri adalah persatuan. Apabila warga negara saling bersatu tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, adat istiadat , budaya, wilayah, dan lain-lain tentunya akan menjadikan bangsa tersebut semakin kuat. Terutama di negara Indonesia ini yang tentunya kaya akan berbagai jenis perbedaan yang ada dari Sabang sampai Merauke. Sebagai warga negara yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi tentunya akan menerima berbagai perbedaan tersebut dan akan menganggap bahwa perbedaan tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada semakin kuatnya identitas bangsa.

4. Perjuangan yang dilakukan bersifat nasional

Sebuah bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi tentunya memiliki perjuangan yang bersifat nasional. Perjuangan yang bersifat nasional itu sendiri maksudnya adalah ketika melakukan sebuah usaha atau perjuangan tentunya harus didasarkan pada nasional. Sama halnya dengan mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu agar kesejahteraan bersama dapat tercapai. Hal ini juga bermaksud untuk menghindarkan bangsa dari perpecahan akibat keputusan atau tindakan yang tidak berlandaskan sifat nasionalisme itu sendiri. Maka dari itu, perjuangan yang dilakukan perlu bersifat nasional agar sebuah negara makin kuat atau kokoh.

5. Nasionalisme lebih mengutamakan pikiran

Nasionalisme lebih mengutamakan pikiran karena nasionalisme memiliki makna kesadaran akan persatuan didalamnya. Kesadaran akan persatuan ini tentunya merupakan suatu bentuk pemikiran. Sehingga itulah mengapa dalam sebuah bangsa yang memiliki nasionalisme tinggi, pemikiran akan lebih diutamakan. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan negara Indonesia yang memiliki peranan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerminkan bahwa pendidikan itu penting dilaksanakan dalam suatu negara. Yang tentunya dalam pendidikan tersebut akan terkandung ajaran atau pandangan nasionalisme yang dapat diajarkan.

Pengertian Limbah

Contoh Sikap Nasionalisme Dalam Kehidupan Sehari-hari

contoh dan pengertian nasionalisme

1. Menjunjung tinggi hukum

Menjunjung tinggi peraturan atau hukum merupakan hal yang mencerminkan jiwa nasionalisme pada seseorang. Hal ini berkaitan dengan salah satu ciri nasionalisme yang mementingkan kepentingan bersama terlebih dahulu sebelum kepentingan kelompok atau pribadi. Hukum dalam sebuah negara tentunya dapat dikatakan sebagai seperangkat peraturan yang dimiliki oleh negara yang harus dipatuhi oleh warga negaranya. Hal ini tentunya juga menyangkut kesejahteraan bersama.

Terdapat beberapa contoh bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang menjunjung tinggi hukum seperti:

  • Membayar pajak tepat waktu
  • Mematuhi rambu lalu lintas
  • Melakukan pekerjaan atau profesi yang tidak melanggar hukum

2. Aktif dalam pembangunan nasional

Aktif dalam pembangunan nasional merupakan hal yang juga mencerminkan jiwa nasionalisme. Ini merupakan kesadaran yang dibangun dari proses penanaman jiwa nasionalisme yang telah diajarkan. Menjadi aktif dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional tentunya juga akan menjadikan bangsa semakin baik.

Terdapat beberapa contoh bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan keaktifan berpartisipasi dalam pembangunan nasional seperti:

  • Mengikuti pemilu sebagai bentuk dukungan demokrasi
  • Siswa yang belajar sesuai bidang dan minat yang dimiliki untuk ikut berkontribusi dalam memajukan negara pada berbagai aspek atau bidang.
  • Mahasiswa yang kritis dalam memahami permasalahan yang ada pada negara dan ikut berkontribusi dalam ide dan gagasan yang dapat disalurkan melalui berbagai media dan cara.

3. Menciptakan kerukunan

Contoh nasionalisme juga dapat dilihat dari kerukunan yang terjalin diantara warga negara. Semakin rukun maka tali persaudaraan juga semakin kuat. Menjadikan persatuan dan kesatuan akan lebih mudah tercapai. Oleh karena itu, sebagai warga negara, menjaga persatuan dan kesatuan merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Demi terciptanya bangsa yang kokoh.

Pengertian Seni Kriya

Terdapat beberapa contoh perilaku yang menjunjung kerukunan antara lain:

  • Berteman dengan siapapun tanpa memandang suku, ras, budaya, dan lain-lain
  • Bertoleransi saat mengetahui orang dengan agama lain beribadah

Itulah beberapa penjelasan mengenai pengertian nasionalisme, tujuan, sejarah, ciri-ciri dan contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda!