Pengertian Industri : Tujuan, Klasifikasi, Jenis dan Contoh Industri

Pengertian Industri adalah: Tujuan, Klasifikasi, Jenis dan Contoh Industri. Didalam sebuah kegiatan ekonomi, pastinya anda pernah mendengar istilah industri bukan? Ya, industri memang kerap sekali dikaitkan dengan kegiatan ekonomi. Lantas sebenarnya apa pengertian dari industri itu sendiri? Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak pengertian industri, tujuan, klasifikasi, jenis dan contoh industri yang dijabarkan berikut ini.

Pengertian industri

Industri merupakan sebuah proses, usaha atau kegiatan pengolahan sebuah bahan baku baik itu bahan baku mentah ataupun setengah jadi agar nantinya mampu memiliki nilai ekonomis dan dapat berguna bagi banyak orang secara luas. Berikut ini beberapa pengertian industri menurut beberapa sumber dan ahli.

pengertian industri

Pengertian Industri Secara Etimologi

Dari sudut pandang etimologi, pengertian industri diambil dari kata dasar “industri” dari bahasa Inggris “industry”. Kata ini diadaptasi dari bahasa Prancis Kuno “industrie” yang berarti “aktivitas” dan juga berasal dari bahasa Latin “industria” yang berarti “kerajinan, aktivitas”. Jadi, secara etimologi Industri merupakan kata nomina yang berarti aktifitas yang berorientasi pada kerajinan atau kerja.

Pengertian Industri Menurut Para Ahli

1. Tim Grasindo

Menurut tokoh yang satu ini, Industri merupakan segala apapun pekerjaan yang mampu menghasilkan uang.

2. I Made Sandi

Sedangkan menurut I Made Sandy, pengertian Industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya.

3. Teguh S Pamudi

Lain halnya dengan pendapat yang dikemukakan oleh Teguh S Pamudi dimana industri merupakan sekelompok perusahaan yang menghasilkan produk dan menggantikan satu sama lain. Dari kesimpulan semua penjelasan diatas, bisa dikatakan jika industri merupakan kegiatan manufaktur dimana semua kegiatannya menyangkut kegiatan manusia di bidang ekonomi yang memiliki sifat produktif dan tidak konsumtif.

4. Kartasapoetra

Menurut Kartasapoetra, Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi lagi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun industri dan perekayasaan industri.

5. Hasibuan

Pengertian industri sangat luas, dapat dalam lingkup makro maupun mikro. Secara mikro industri adalah kumpulan dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang homogen, atau barang-barang yang mempunyai sifat yang saling mengganti sangat erat. Dari segi pembentukan pendapatan yakni cenderung bersifat makro. Industri adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan nilai tambah. Jadi batasan industri yaitu secara mikro sebagai kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sedangkan secara makro dapat membentuk pendapatan.

6. UU no 5 tahun 1984

Menurut Undang-Undang no. 5 Tahun 1984 Tentang perindustrian Menjelaskan apabila industri merupakan kegiatan ekonomi dimana bertujuan untuk mengolah bahan mentah, bahan setengah jadi, bahan baku atau bahan yang sudah jadi hingga mampu memiliki nilai yang tinggi untuk para penggunanya. Termasuk adanya kegiatan rancang bangun ataupun perekayasaan industri.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KKBI, Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misal mesin.

8. Ensiklopedia Indonesia

Menurut Eksiklopedia Indonesia, pengertian Industri adalah bagian dari sebuah proses produksi dimana bahannya tidak diambil langsung dari alam tetapi mengalami pengolahan terlebih dahulu hingga barang tersebut memiliki nilai dan bermanfaat bagi masyarakat.

baca juga: Pengertian Produksi

Tujuan Industri

tujuan industri

Berjalannya sebuah kegiatan industri, memiliki beberapa tujuan utama yang bisa dilihat dalam skala luas yaitu sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya tekonologi yang tepat guna.
  • Untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
  • Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dan mengubah struktur perekonomian kea arah yang lebih baik.
  • Untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah termasuk pengrajin agar berperan aktif dalam pembangunan industri .
  • Memperluas dan meratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan peranan koperasi industri .
  • Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor produksi nasional yang bermutu dan menghemat devisa melalui pemakaian hasil produksi dalam negeri.
  • Untuk menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis

Klasifikasi Industri

Adapun beberapa klasifikasi industri yang juga wajib untuk anda ketahui. Klasifikasi ini pun berbeda-beda tetapi sudah berdasarkan kriteria tertentu seperti berdasarkan bahan baku yang digunakan, pasar, tenaga kerja, hingga jenis teknologi yang digunakan.

klasifikasi industri

Jumlah ini dipengaruhi oleh adanya perkembangan dunia industri didalam suatu daerah atau negara. Beberapa klasifikasi industri tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Klasifikasi Industri berdasarkan bahan baku

Setiap industri tentu akan membutuhkan bahan baku yang berbeda-beda bukan. Dan klasifikasi industri bahan baku ini sendiri masih dibedakan menjadi 2 yakni.

  1. Industri ekstraktif dimana ini merupakan industri yang mengambil bahan baku langsung dari alam.
  2. Industri non ekstraktif merupakan industri yang melakukan pengolahan lebih lanjut terhadap bahan baku yang digunakan.
  3. Industri fasilitatif merupakan industri jasa atau layanan terhadap keperluan orang lain.

2. Klasifikasi Industri berdasarkan jumlah tenaga kerja

Adapun klasifikasi dari industri berdasarkan jumlah tenaga kerja yakni dibedakan menjadi 4 yakni.

  1. Industri rumah tangga merupakan industri dimana jumlah tenaga kerjanya kurang dari 4 orang
  2. Industri kecil merupakan industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 hingga 19 orang
  3. Industri sedang merupakan industri yang memiliki tenaga kerja 20 hingga 99 orang.
  4. Industri besar merupakan industri yang memiliki tenaga kerja lebih dari 100 orang.

3. Klasifikasi Industri Berdasarkan Produksi Yang Dihasilkan

Klasifikasi industri yang satu ini dibedakan menjadi 3 jenis yakni:

  1. Industri primer merupakan industri yang menghasilkan barang yang tidak membutuhkan pengolahan lebih lanjut.
  2. Industri sekunder merupakan industri yang menghasilkan barang dimana membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum nantinya digunakan oleh konsumen.
  3. Industri tersier merupakan industri dimana hasilnya tidak bisa dinikmati atau digunakan secara langsung seperti jasa layanan.

4. Klasifikasi Industri berdasarkan bahan mentah

Jenis industri berdasarkan bahan mentah yang digunakan dibedakan menjadi:

  1. Industri pertambangan merupakan industri dimana bahan mentahnya tersebut berasal dari pertambangan.
  2. Industri pertanian merupakan industri dimana bahan mentah yang dimiliki berasal dari kegiatan pertanian itu sendiri.
  3. Industri jasa dimana industri yang bergerak dibidang ini mampu meringankan atau mempermudah beban masyarakat tetapi juga bisa memberikan keuntungan.

5. Klasifikasi Industri berdasarkan tahapan proses produksi

Klasifikasi Industri berdasarkan tahapan proses produksi dibedakan menjadi 2 jenis diantaranya:

  1. Industri hulu yang merupakan jenis industri dimana dalam tahap produksinya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi sebuah barang setengah jadi.
  2. Industri hilir yang merupakan industri yang tahapan produksinya mengolah barang setengah jadi menjadi bahan jadi (siap pakai).

6. Klasifikasi Industri berdasarkan hasil produksi

Industri berdasarkan hasil produksinya diklasifikasikan menjadi 2 bagian besar yaitu:

  1. Industri berat yang merupakan jenis industri yang menghasilkan sebuah mesin-mesin dan alat-alat produksi.
  2. Industri ringan yang merupakan sebuah jenis industri yang menghasilkan sebuah barang jadi yang langsung dipakai masyarakat.

Jenis-jenis Industri

jenis industri

Jenis-jenis industri di Indonesia dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya adalah sebagai berikut ini.

1. Industri Primer

Ini merupakan industri yang mengacu terhadap penciptaan utilitas dengan cara melakukan ekstraksi bahan yang diperoleh dari alam ataupun tumbuhan dan perkembangan vegetasi atau hewan dengan melewati proses reproduksi, industri. Jenis industri yang satu ini masih dibedakan menjadi dua yakni
ekstraktif dan genetic.

baca juga: Pengertian Konsumsi

Dimana ekstraktif merupakan penarikan barang dari alam seperti air, tanah, udara dan yang lainnya. Beberapa industri yang masuk di dalamnya antara lain adalah pertambangan. Sedangkan industri genetic ini memiliki keterkaitan dengan perkembangan flora dan fauna sebagai contohnya pembibitan tanaman atau peternakan.

2. Industri sekunder

Merupakan industri yang bertujuan untuk memproduksi barang yang sudah jadi dengan memanfaatkan bahan yang diambil dari industri primer. Industri ini memiliki tujuan untuk mengubah bahan baku atau setengah jadi dengan berbagai macam cara seperti perakitan. Jenis industri ini dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Industri manufaktur

Merupakan istilah yang mengacu kepada industri manufaktur. Dengan kata lain jenis industri ini berkaitan dengan memproduksi barang mentah atau setengah jadi untuk dijadikan bahan yang lebih bernilai.

Sebagai contohnya industri yang memproduksi gula dari tebu. Jenis industri yang satu ini juga masih dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah industri analisis, industri sintesis, industri pengolahan, perakitan industri, industri konstruksi.

b. Industri jasa

Merupakan industri yang memang tidak menghasilkan barang fisik tetapi bertujuan untuk memberikan layanan utilitas atau menjual sesuatu dengan biaya yang telah disepakati. Contoh dari industri jenis ini adalah rumah jompo, industri film dan yang lainnya. Jenis industri ini juga bersifat menguntungkan.

Contoh Industri

Di Indonesia sendiri memang terdapat banyak industri yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat dan biasanya juga dibedakan berdasarkan wilayah tertentu. Contoh beberapa industri yang perlu anda ketahui diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Industri tekstil

Jenis industri yang satu ini mudah anda jumpai di beberapa kota besar yang ada di Indonesia. Jenis industri ini memang mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama hadirnya mesin berteknologi tinggi. Contoh industri ini bisa mudah anda temukan di kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah terutama di kawasan Pekalongan, Solo serta Jogja.

contoh industri

2. Industri Pengolahan Pangan

Jenis industri yang satu ini bisa berupa penggilingan padi, pembuatan tepung, adanya pabrik kopi, pembuatan minyak kelapa sawit dan pabrik lainnya yang mampu menghasilkan bahan pangan.

3. Industri Pengolahan Kayu

Ada lagi contoh industri yang bisa anda temukan dengan mudah yakni industri pengolahan kayu. Jenis industri ini mampu menghasilkan bahan bangunan ataupun perabotan rumah tangga. Sebagai contohnya industri pembuatan meja, kursi hingga pigura. Industri jenis ini bisa anda temukan dengan mudah di Jawa Tengah seperti di Jepara.

4. Industri Pengolahan Farmasi

Industri jenis ini merupakan industri yang menghasilkan garam kimia, zat asam, pupuk, plastic, serat buatan, pembasmi serangga dan yang lainnya. Jenis industri ini bisa anda temukan dengan mudah di beberapa kota besar di Indonesia.

***

Demikian informasi mengenai pengertian industri, klasifikasi, jenis dan contoh industri yang bisa anda jadikan sebagai pengetahuan dan referensi untuk menambah wawasan.

Tinggalkan komentar