8 Pengertian Hukum: Definisi, Unsur, Sistem, Tujuan dan Contohnya

Pengertian Hukum – Sebuah negara memang harus menggunakan hukum yang mengatur setiap rakyat di dalamnya. Hal ini dikarenakan sesuai dengan pengertian hukum yaitu untuk menjamin kedamaian dan ketertiban setiap orang yang tinggal di suatu negara. Hukum juga diperlukan untuk menegakkan keadilan dari setiap hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap rakyat. Selain itu dengan adanya hukum juga bisa mengenakan sanksi untuk siapapun yang melanggar peraturan yang telah dibuat oleh pihak berwenang.

Pengertian Hukum

Secara umum hukum merupakan suatu sistem yang dibuat oleh pihak berwenang ataupun pemerintah dari suatu negara yang berisi aturan dan norma yang diterapkan guna menciptakan kedamaian dan ketertiban di negara tersebut. Pengertian hukum tersebut juga meliputi sanksi yang menyertai bagi siapapun pelanggar aturan dan norma yang telah ditetapkan. Sehingga dengan adanya hukum suatu negara akan lebih nyaman dan meminimalisir tingkat kejahatan yang terjadi di negara tersebut.

Selain pengertian hukum secara umum diatas, kamu juga bisa melihat berbagai definisi hukum dari pandangan beberapa tokoh dunia berikut ini.

1. Aristoteles

Pengertian hukum menurut Aristoteles tidak hanya berarti kumpulan aturan yang dapat mengikat dan berlaku pada masyarakat saja, tapi juga berlaku pada hakim itu sendiri. Dengan kata lain hukum tidak diperuntukan dan ditaati oleh masyarakat saja, tapi juga wajib dipatuhi oleh pejabat negara.

2. Plato

Pengertian hukum menurut Plato adalah seperangkat peraturan-peraturan yang tersusun secara baik serta teratur yang sifatnya mengikat hakim dan masyarakat.

3. E. M. Meyers

Menurut E. M. Meyers, pengertian hukum adalah aturan-aturan yang di dalamnya mengandung pertimbangan kesusilaan yang ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam sebuah masyarakat dan menjadi acuan atau pedoman bagi para penguasa negara dalam melakukan tugasnya.

4. Immanuel Kant

Pengertian hukum menurut Immanuel Kant adalah keseluruhan aturan yang dapat menjaga kehendak bebas dari orang lain. Dengan demikian setiap orang harus menghargai hak dan kebebasan orang lainnya selama hal tersebut tidak merugikan.

5. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja

Arti hukum merupakan keseluruhan kaidah dan seluruh asas yang mengatur pergaulan hidup bermasyarakat dan mempunyai tujuan untuk memelihara ketertiban dan meliputi berbagai lembaga dan proses untuk dapat mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat.

6. Soerojo Wignjodiporeo

Definisi hukum menurut Soerojo Wignjodiporeo adalah peraturan-peraturan hidup yang diciptakan oleh manusia untuk menentukan tingkah laku manusia. Aturan ini bersifat memaksa dan semua masyarakat dalam suatu warga negara harus mematuhinya. Jika ada yang melanggar, maka akan diberikan sangsi berupa hukuman.

7. M.H. Tirtaatmidjaja

Hukum merupakan keseluruhan aturan atau norma yang harus diikuti dalam berbagai tindakan dan tingkah laku dalam pergaulan hidup. Bagi yang melanggar hukum akan dikenai sanksi, denda, kurungan, penjara atau sanksi lainnya.

8. Utrecht

Definisi hukum adalah himpunan petunjuk hidup (perintah dan larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pemerintah.

Tujuan Hukum

tujuan dan pengertian hukum

Selain pengertian hukum, Anda juga perlu memahami tujuan dari dibuatnya sistem hukum di suatu negara. Sehingga setelah memahami maka tujuan tersebut bisa tercapai dengan hasil yang maksimal. Selain itu Anda juga lebih paham dan terbangun kesadaran untuk menaati segala peraturan yang telah ditetapkan. Berikut beberapa tujuan hukum yaitu:

  1. Mengatur segala tingkah laku manusia agar terarah ke hal yang positif dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
  2. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan setiap orang yang tinggal di negara tersebut.
  3. Membangun kesadaran dari setiap orang tentang pentingnya sistem hukum yang berlaku di negara tersebut.
  Pengertian Pendidikan

Unsur-Unsur Hukum

  • Hukum dibuat untuk mengatur setiap tingkah laku dan tindakan yang dilakukan oleh manusia.

Hukum dibuat untuk mengatur setiap interaksi seseorang kepada orang lain agar tidak merugikan untuk diri sendiri dan orang lain. Hukum berlandaskan atas pasal-pasal yang dibuat dan setiap pasal berisi fakta tindak penyelewengan dan bobot pidana tersebut. Jadi apabila seseorang yang melanggar hukum yang telah dibuat maka alurnya adalah penyidikan lalu gelar perkara. Oleh karena itu seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka tidak langsung dipidanakan tetapi melalui proses dahulu. Seseorang yang melakukan tindak pidana harus melalui proses penyidikan. Dan oleh tim penyidik harus mengumpulkan sedikitnya dua alat bukti agar status orang tersebut menjadi tersangka. Lalu gelar perkara atau bisa disebut siding perkara yang diselenggarakan harus bersifat proporsional,professional,dan transparan. Apabila siding perkara sudah selesai hakim berhak memberi hukuman sesuai bobot kasusnya lalu status orang tersebut menjadi narapidana.

  • Hukum dibuat oleh pihak ataupun Lembaga yang berwenang.

Setiap daerah atau negara sudah pasti memiliki badan hukum yang resmi dan fungsi badan hukum tersebut ialah membuat pasal dan undang-undang agar terciptanya kelangsungan hukum di negara tersebut. Untuk yang membuat landasan hukum tersebut ialah Lembaga hukum yang sudah disetujui oleh semua pihak. Setiap negara memiliki Lembaga yang memiliki kewenangan atas hukum di negara tersebut,mungkin tiap negara berbeda-beda tentang aturan tentang hukum. Jadi kesimpulan dari Lembaga yang memiliki wewenang untuk membuat aturan hukum itu bermaksud untuk mewujudkannya ketertiban dan kedamaian. Dan landasan hukum yang dimiliki oleh Lembaga hukum tersebut memiliki dasar sesuai de facto dan de jure.

  • Memiliki sifat mengatur dan memaksa
  Pengertian Manajemen

Hukum memiliki sifat mengatur dan memaksa. Dikatakan bersifat mengatur karena hukum memiliki aturan yang wajib ditaati oleh semua golongan masyarakat agar terciptanya ketertiban dan keamanan. Semua aturan yang berlaku ada dalam setiap undang-undang,dan undang-undang tersebut memiliki pasal yang berlaku. Hukum memiliki sifat memaksa. Dikatakan bersifat memaksa karena hukum dapat memaksa semua lapisan masyarakat agar mentaati aturan hukum dan wajib dipatuhi. Dan dikatakan memaksa karena seseorang yang melanggar hukum dipaksa agar mengikuti sanksi-sanksi yang berlaku sesuai undang-undang dan pasalnya.

  • Terdapat sanksi untuk setiap pelanggar hukum.

Di negara Indonesia terdapat tiga sanksi hukum yaitu pidana,perdata,dan administrative. Dalam sanksi pidana,seseorang yang mendapat sanksi pidana akan dihukum berupa penjara,mati,dan denda berdasarkan pasal 10 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Vonis ini berguna memberikan efek sengsara kepada calon pidana. Selain itu terdapat hukuman tambahan seperti pencabutan beberapa hak,perampasan barang,dan pengumuman keputusan hakim. Sedangkan dalam sanksi perdata putusan yang dijatuhkan hakim berupa putusan condemnatoir, declaratoir, dan constitutive.

Putusan condemnatoir ialah putusan yang bersifat menghukum pihak yang dikalahkan untuk memenuhi kewajibannya. Putusan declaratoir ialah putusan amarnya memberikan suatu keadaan yang sah menurut hukum. Putusan constitutive ialah putusan yang menghilangkan suatu keadaan hukum dan menciptakan keadaan hukum baru.

Dan sanksi yang diberikan dari sanksi perdata berbentuk kewajiban untuk memenuhi prestasi dan hilangnya suatu keadaan hukum yang diikuti terciptanya keadaan hukum baru. Untuk sanksi administrative berupa denda, pembekuan/pencabutan sertifikat, penghentian sementara pelayanan administrasi, hingga tindakan administrasi.

Macam Sistem Hukum

macam sistem dan pengertian hukum

1. Hukum Adat

Seperti yang telah diketahui kebanyakan orang setiap negara pasti memiliki sebuah aturan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Selain itu biasanya aturan tersebut juga tidak dicantumkan dalam sebuah aturan perundang-undangan atau tidak tertulis. Inilah yang disebut dengan hukum adat yang berkembang di lingkungan masyarakat suatu negara. Biasanya hukum atau aturan ini dibuat karena dipengaruhi oleh budaya setempat. Sehingga isinya pun juga tak jauh dari kebudayaan masyarakat yang dilakukan hingga saat ini.

  Pengertian Ekonomi Mikro

2. Hukum Islam

Hukum islam biasanya dibuat dengan sumber Al-Quran sebagai kitab yang diyakini. Sehingga isi dari aturan dan hukum ini juga berpedoman dengan Al-Quran. Tak hanya mengenai hukum yang mengatur tingkah laku manusia saja yang dibuat dalam aturan tersebut. Namun sanksi yang diberikan kepada setiap pelanggar pun juga berpedoman pada kitab tersebut. Sehingga Al-Quran dijadikan sebagai panduan utama ketikan ingin membuat suatu keputusan ataupun kebijakan dalam setiap permasalahan dan kasus yang terjadi pada suatu negara tersebut.

3. Hukum Anglo Saxon

Untuk jenis sistem hukum ini sendiri mulai berkembang di negara Inggris dengan sebutan Common Law atau Unwritten Law. Tak hanya di negara itu saja namun sistem hukum ini juga melandasi hukum yang bersifat positif di negara lain. Hukum ini juga dibuat berdasarkan dengan keputusan dari hukum pengadilan yang telah ditetapkan. Selain itu kebiasaan dari peraturan yang dibuat tertulis juga turut mempengaruhi dibuatnya sistem hukum ini. Sehingga dalam pelaksanaan dan pembuatan sistem hukum ini memiliki sumber yang akurat dan jelas.

4. Hukum Eropa Kontinental

Hukum ini mulai berkembang di negara-negara Eropa atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan “Civil Law”. Hukum ini merupakan kumpulan dari kaidah-kaidah yang telah ada pada masa kaisar Justianus. Lalu peraturan itulah yang kemudian menjadi dasar perumusan hukum di negara eropa. Selain itu hukum ini juga memiliki prinsip utama yaitu mengikat apabila diwujudkan dalam sebuah peraturan tertulis seperti yang telah tertuang pada undang-undang yang berlaku di negara tersebut. Sehingga peraturan yang tertuang dalam perundang-undangan yang bisa dijadikan sumber untuk jenis hukum Eropa kontinental.

  Pengertian Nilai

Contoh Hukum

contoh penerapan dan pengertian hukum

Selain memahami pengertian hukum secara umum, alangkah lebih baik jika Anda juga bisa memahami contoh dari masing-masing jenis hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran tentang pentingnya hukum di suatu negara. Selain itu Anda juga bisa menerapkan dan menaati hukum yang telah dibuat dan di tetapkan di dalam sebuah negara. Berikut beberapa contoh hukum yaitu:

1. Hukum Pidana

Hukum ini merupakan peraturan yang mengatur segala tingkah laku dan perbuatan dari setiap orang yang tinggal di suatu negara. Selain itu hukum ini juga menjelaskan dan mengenakan sanksi pidana untuk setiap orang yang melanggar peraturan yang telah berlaku di negara tersebut. Cara penyelesaiannya pun harus melalui jalur hukum dan dengan keputusan hakim di pengadilan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan untuk setiap warga negara dengan mengenakan hak dan kewajiban yang sama di mata hukum. Sanksi juga akan diberikan bagi siapapun yang melanggar peraturan yang berlaku secara tertulis seperti perundang-undangan.

2. Hukum Perdata

Untuk hukum perdata merupakan peraturan yang mengatur tentang perjanjian dari kedua belah pihak yang melibatkan jalur hukum untuk penyelesaiannya. Salah satu contoh yang bisa diambil adalah hukum ini mengatur tentang harta warisan seseorang. Sehingga ketika ingin menyelesaikannya harus melalui seorang pengacara dan disertai dengan bukti yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Salah dokumen tersebut misalnya seperti kartu identitas yang menunjukkan orang tersebut sebagai ahli waris yang sah di mata hukum.

3. Hukum Tata Negara

Hukum tata negara merupakan suatu aturan yang mengatur tentang susunan di dalam suatu negara dengan segala kekuasaan di dalamnya. Selain ini jenis sistem hukum ini mengatur hubungan yang terjadi antara alat perlengkapan negara seperti pemerintah pusat dengan pemerintah yang berada di daerah. sehingga dengan berlakunya hukum ini bisa menjamin ketertiban di dalam kekuasaan pemerintahan dalam suatu negara tersebut.

  Pengertian Ekonomi Internasional

4. Hukum Adminitrasi Negara

Hukum ini merupakan suatu peraturan tertulis yang mengatur tentang hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap kekuasaan dari alat perlengkapan suatu negara. Sehingga dengan berlakunya hukum ini dapat menumbuhkan kesadaran tentang setiap kewajiban yang harus dijalankan. Selain itu ketika memberi suatu pekerjaan dan kewajiban pada masing-masing kekuasaan tetap harus memperhatikan hak yang dimiliki setiap orang. Hal ini juga bertujuan untuk mewujudkan keadilan bagi setiap orang yang berada di dalam negara tersebut tanpa membedakan dari tingkat kekuasaannya.

5. Hukum Internasional

Untuk jenis hukum ini dibuat untuk mengatur segala hubungan hukum yang terjadi antar kedua negara. Sehingga dengan begitu dapat diwujudkan jaminan keamanan untuk setiap orang yang ingin melakukan hubungan seperti kerjasama dengan negara lain. Selain itu hukum ini dibuat juga untuk mengatur segala aktivitas yang terjadi diantara kedua negara tersebut dan bisa diselesaikan melalui jalur hukum apabila ada pihak yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

***

Itulah informasi mengenai pengertian hukum, unsur, sistem, tujuan hingga contoh dari masing-masing sistem hukum tersebut. Sebaiknya sebagai warga negara yang baik tentu saja menaati peraturan hukum yang berlaku di suatu negara. Sehingga bisa menciptakan kedamaian dan ketertiban untuk setiap orang yang ada disekitar Anda. Tentu saja dengan terwujudnya peraturan hukum yang baik dan ditaati oleh setiap orang maka akan menimbulkan kenyamanan untuk menetap dan tinggal di negara tersebut.