Pengertian Evaluasi

Pengertian Evaluasi – Istilah evaluasi saat ini sudah tidak lagi asing. Dalam berbagai agenda kegiatan, kata evaluasi hampir selalu muncul khususnya pasca pelaksanaan acara. Secara mudahnya, pengertian evaluasi dipahami sebagai suatu penilaian berdasarkan kaidah pengukuran tertentu. Evaluasi diadakan dengan tujuan dan harus dilaksanakan sesuai metode serta tahapan yang telah disusun.

Pengertian Evaluasi

Evaluasi bisa juga diartikan sebagai suatu proses analisis dan identifikasi yang berguna untuk mengukur serta menilai jalannya sebuah program yang telah disusun sesuai dengan perencanaan. Evaluasi dilakukan setelah terlaksananya program atau kegiatan, yang mana hasilnya berupa informasi untuk pertimbangan kinerja. Ada beragam definisi evaluasi yang dirumuskan oleh para tokoh. Berikut beberapa di antaranya.

Evaluasi Menurut Stuffebeam

Stufflebeam mendefinisikan evaluasi sebagai proses memperoleh, menggambarkan, dan menyediakan informasi yang dijadikan alternatif dalam pengambilan keputusan. Bagi Stufflebeam, evaluasi disebut dengan juding decision alternative, yang mana menunjukkan bahwa evaluasi berperan penting untuk menyediakan informasi sebagai alternatif agenda.

Evaluasi Menurut Sudjiono

Pengertian evaluasi menurut Sudjiono merupakan proses penafsiran atau interpretasi terhadap sebuah program dengan sumber data berdasarkan pada kenyataan lapangan. Data kuantitatif yang didapatkan adalah hasil proses penilai terhadap program atau kegiatan. Sudjiono menspesifikan data dalam evaluasi berupa kuantitatif, meskipun sebenarnya data kualitatif pun bisa digunakan.

Evaluasi Menurut Worthen dan Sanders

Bagi Worthen dan Sanders, evaluasi adalah bagaimana cara yang ditempuh agar dapat mencari sesuatu berharga. Bentuk ‘sesuatu’ ini bisa berupa informasi atau data yang berguna bagi kepentingan yang bersangkutan. Worthen dan Sanders memberikan definisi evaluasi dalam cakupan luas, tidak hanya ada di program dan kegiatan tertentu saja.

Evaluasi Menurut Rooijakkers

Sementara menurut tokoh Rooijakkers, evaluasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan untuk menilai berdasarkan data kuantitatif yang diambil selama program berlangsung. Rooijakkers juga mengartikan evaluasi sebagai penilaian dan usaha untuk menentukan nilai.

Evaluasi Menurut Purwanto

Definisi evaluasi Purwanto adalah usaha atau proses yang dilalui dalam menentukan nilai terhadap sebuah kualitas tertentu. Tidak hanya itu, evaluasi dapat pula didefinisikan dengan proses perencanaan dan pemerolehan informasi, yang disediakan sebagai pertimbangan pembuatan keputusan.

Evaluasi menurut Gronlund

Tokoh Gronlund mengemukakan bahwa evaluasi meliputi proses sistematis dan terstruktur yang bertujuan untuk menentukan serta membuat keputusan tentang seberapa jauh rancangan yang dibuat sebelumnya berjalan sesuai realita di lapangan. Pengertian dari Gronlund ini secara spesifik pada konteks evaluasi pembelajaran dalam bidang pendidikan.

Tujuan Evaluasi

Berdasarkan pengertian evaluasi yang telah disampaikan para tokoh, diperoleh gambaran kasar tentang apa itu evaluasi sekaligus tujuannya. Karena pada dasarnya, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan besar yang nantinya pasti berguna bagi perbaikan program atau kegiatan. Berikut beberapa tujuan diadakannya evaluasi.

  1. Untuk mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi metode, media, sumber daya manusia, dan lain-lain yang telah dikeluarkan dalam menjalankan sebuah kegiatan/program.
  2. Untuk mengetahui kadar penguasaan kompetensi individu atau kelompok dalam mencapai standar yang telah dibuat oleh otoritas tertentu.
  3. Untuk mengidentifikasi dan menganalisis kendala-kendala apa saja yang dihadapi, kemudian mencari alternatif solusi sebagai penyelesaian paling tepat demi menghindari kesalahan serupa terjadi lagi di masa mendatang.
  4. Untuk menyampaikan informasi dan temuan data-data di lapangan yang berguna dalam memberikan umpan balik terkait dengan pengambilan keputusan.
  5. Untuk mengukur indeks pencapaian sebuah organisasi/perusahaan/korporat/dll, apakah suatu agenda atau program layak diselenggarakan lagi di lain waktu atau tidak.
  Pengertian Politik

Jenis-Jenis Evaluasi Berdasarkan Pelaksanaan

Berdasarkan pengertian evaluasi yang telah dipaparkan di atas menunjukkan bahwa evaluasi adalah sebuah proses. Oleh karena itu, ada jenis-jenis evaluasi yang dilakukan berdasarkan tahapan pelaksanaan acara. Berikut jenis-jenis dalam proses evaluasi dengan acuan urutan pelaksanaan kegiatan.

  1. Evaluasi Perencanaan. Pada evaluasi perencanaan, evaluasi dilakukan untuk menentukan dan memilih skala prioritas yang mungkin digunakan sebagai alternatif guna mencapai tujuan yang telah direncanakan. Perencanaan menjadi tahap yang penting karena segala sesuai dapat berjalan dengan baik jika disusun secara mendetail sejak awal.
  2. Evaluasi Pelaksanaan. Pada evaluasi pelaksanaan, evaluasi dilakukan untuk memantau apa saja yang terjadi selama program atau kegiatan berjalan. Kendala-kendala yang terjadi dicatat untuk dilaporkan ketika pasca pelaksanaan. Data dan informasi yang diperoleh selama pelaksanaan ini berguna sebagai pertimbangan pengambilan alternatif keputusan di agenda mendatang.
  3. Evaluasi Pasca Pelaksanaan. Pada evaluasi pasca pelaksanaan, evaluasi dilakukan dengan melaporkan jalannya kegiatan, kendala-kendala yang dialami, serta menilai bagaimana harus mengatasi kendala tersebut. Semua hasil dari pelaksanaan agenda dilaporkan selama pasca pelaksanaan, termasuk memberikan penilaian apakah kegiatan yang telah diadakan dapat dikatakan sukses atau tidak.

Tahapan Evaluasi

Selain memperhatikan tahapan, poin lain yang perlu diketahui adalah bagaimana metode untuk melaksanakan evaluasi. Beranjak dari pengertian evaluasi yang disampaikan di atas, evaluasi melibatkan serangkaian proses dan metode terstruktur. Berikut tahap-tahap yang dapat diaplikasikan ketika menggelar evaluasi sebuah program atau kegiatan.

  • Menentukan Poin yang Hendak Dievaluasi

Apapun program atau kegiatan yang telah dilakukan, penting mencatat poin-poin penting apa saja yang hendak dievaluasi. Misalnya, dalam sebuah kegiatan seminar yang mendatangkan pakar ahli, poin yang ditekankan untuk dievaluasi adalah materi yang disampaikan. Sehingga selama pelaksanaan acara, bisa fokus untuk mengamati dan menilai apakah materi yang disampaikan sudah sesuai rancangan atau belum.

  • Membuat Rancangan Kegiatan Evaluasi
  Pengertian Norma

Rancangan kegiatan evaluasi juga perlu dibuat sehingga kegiatan evaluasi bisa terkonsep dengan baik. Tentukan akan bagaimana nantinya desain evaluasi sehingga persiapan untuk evaluasi lebih maksimal. Tentukan pula data dan informasi apa saja yang dibutuhkan, bagaimana tahap kerjanya, dan siapa saja yang akan terlibat.

  • Melakukan Pengumpulan Data untuk Evaluasi

Setelah konsep dan rancangan evaluasi telah disusun dengan baik, selanjutnya bisa dilakukan pengumpulan data berdasarkan suatu metode yang telah ditentukan. Selama pengumpulan data tentu harus menaati kaidah terstruktur dan terencana agar hasil data bisa dipertanggungjawabkan.

  • Melakukan Analisis Data dan Pengolahan

Setelah data terkumpul, tahap yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan analisis data beserta pengolahannya. Analisis data meliputi serangkaian proses pengolahan dan identifikasi data yang hasilnya nanti akan disampaikan selama proses pelaporan. Data didapat berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

  • Melaporkan Hasil Evaluasi

Tahapan terakhir dalam proses evaluasi yaitu pelaporan. Ketika pelaporan berlangsung, segala hasil analisis data dan temuan di lapangan harus disampaikan secara transparan, karena nanti berkaitan langsung dengan pengambilan keputusan untuk agenda mendatang. Untuk memudahkan pelaporan biasanya hasil temuan lapangan disampaikan dalam bentuk dokumen.

Metode Evaluasi

Kegiatan evaluasi yang hendak dilaksanakan dapat menggunakan berbagai macam metode. Secara umum ada tiga metode yang biasanya digunakan dalam evaluasi. Pemilihan metode ini didasarkan bidang evaluasi dan output yang diharapkan dengan adanya evaluasi. Berikut macam-macam metode evaluasi.

  • Metode 360 Derajat

Pengertian evaluasi dengan menggunakan metode 360 derajat yaitu evaluasi yang diadakan terdapat umpan balik atau feedback antara pemimpin dengan anggota yang hadir. Metode ini dapat dicirikan dengan adanya keterbukaan kritik atas topik yang dibahas. Selain itu, keunggulan metode 360 derajat ini memungkinkan adanya kolaborasi dan penyampaian informasi yang lebih terbuka.

  • Metode Analisis Biaya-Manfaat
  Pengertian Variabel

Metode lain yang sering digunakan untuk evaluasi adalah analisis biaya-manfaat. Sesuai dengan namanya, pada metode ini dilakukan analisis dan identifikasi apa saja yang tergolong manfaat dan apa saja yang tergolong biaya. Metode ini tepat diaplikasikan pada kegiatan, program, atau evaluasi organisasi keseluruhan yang melibatkan pembiayaan anggaran.

  • Metode Program dan Kebijakan

Metode ini dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu metode semu dan metode formal. Metode semu disajikan dalam bentuk tampilan data tabel, grafik, angka indeks, analisis seri, dan lain-lain tanpa ada pertanyaan yang diajukan langsung kepada perorangan. Adapun metode formal disajikan dengan klarifikasi nilai, analisis dampak, pemetaan hambatan, dan sebagainya.

  • Metode Keputusan Teoretis

Metode ini melibatkan penyampaian informasi-informasi yang bersifat finansial dan non finansial. Informasi inilah yang akan digunakan sebagai pertimbangan menentukan kebijakan ke depannya. Hasil evaluasi dijadikan sebagai penilaian progres atau regres yang dicapai organisasi melalui program/agenda.

Contoh Evaluasi

Evaluasi tidak hanya berbicara tentang pelaporan dan identifikasi masalah saja. Poin penting tentang evaluasi yang harus dipahami adalah adanya penilaian. Penilaian dalam evaluasi bisa berupa subjektif ataupun objektif. Setelah pemaparan di atas, agar lebih mudah memahami apa dan bagaimana evaluasi itu dilaksanakan, berikut contoh evaluasi.

  • Contoh Evaluasi Subjektif

Pengertian evaluasi subjektif adalah salah satu bentuk evaluasi yang dilaksanakan dengan mengemukakan pendapat berdasarkan perspektif individu. Meskipun dikatakan subjektif, tidak selalu evaluasi ini mengandung opini pribadi saja, karena untuk mengemukakan gagasan subjektif harus didukung adanya bukti fakta.

Contoh evaluasi subjektif adalah ketika evaluasi agenda tujuh belasan di tingkat RW. Pada pelaksanaannya, agenda ini dinyatakan berhasil oleh sebagian orang karena telah mencapai target yang telah dirancang. Namun bagi sebagian lain dinyatakan belum berhasil karena masih banyak kendala di berbagai sisi. Penilaian berhasil dan belum berhasil ini bersifat subjektif, tapi harus didukung dengan adanya bukti yang real di lapangan.

  • Contoh Evaluasi Objektif
  Pengertian Hak Dan Kewajiban

Evaluasi objektif yaitu salah satu bentuk evaluasi yang didasarkan pada suatu ketetapan baku dan valid, sehingga siapapun dapat membuat penilaian dengan standar kebenaran yang sama. Berbeda dengan evaluasi subjektif, opsi untuk evaluasi objektif hanya ada dua sisi saja benar atau salah. Evaluasi objektif umumnya disajikan pula bersamaan dengan tabel, diagram, gambar, dan lain-lain yang mendukung gagasan.

Contoh nyata evaluasi objektif adalah dalam sebuah rapat akhir tahun koperasi ada anggota yang mengemukakan pendapatnya tentang nilai anggaran atau besar simpanan tiap anggota. Pendapat ini bisa diketahui kebenarannya oleh banyak orang karena telah menyepakati besar anggaran dan simpanan di awal. Poin dari evaluasi objektif adalah jawabannya bersifat tetap dan dapat dipastikan kebenarannya oleh orang lain.

***

Itulah informasi mendasar terkait pengertian evaluasi, beserta tujuan, tahapan, metode, dan contohnya. Evaluasi sangat berguna sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan, utamanya untuk menganalisis kesalahan apa saja yang terjadi dari suatu kegiatan. Hasil evaluasi dapat menjadi salah satu sumber pengambilan keputusan guna membuat kebijakan yang lebih baik.