Pantun Nasehat

Pantun Nasehat. Pantun adalah sebuah karya sastra khas melayu yang merupakan puisi pendek dengan dengan empat baris yang sejatinya mengandung pesan tertentu untuk disampaikan kepada pendengar.

Sejak dahulu kala indonesia terkenal dengan budaya pantun yang berisi nasehat bijak kehidupan yang biasanya disampaikan oleh orang tua untuk anak untuk mendidik mereka menjadi manusia berkarakter dengan moral, adab dan kelakuan yang baik. Yuk, simak beberap pantun nasehat terbaik yang khusus dibuat untuk pembaca situs ini..

Kumpulan Pantun Nasehat Terbaik

Pantun Nasehat Bijak

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Hati hati menyebrang
Jangan sampai ada titian patah
Hati hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

pantun nasehat bijak
pantun nasehat bijak

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Pantun Nasehat Motivasi

Kapas terhembus angin ringan,
Sejuk terasa angin pantai.
Lebih bahagia dalam perjuangan,
Daripada dalam santai-santai.

Tertiup angin daunpun gugur,
Sudah menguning habislah umur.
Penuhi pagi dengan bersyukur,
Agar hidup semakin makmur.

Sampan sudah, rakit sudah,
Yang belum hanya bahteranya.
Sarapan sudah, ngopi sudah,
Yang belum tinggal kerjanya.

Buah nanas bunga melati,
Oleh-oleh dari tamasya.
Kerja ikhlas dari hati,
Keluh kesah jangan dimanja.

Pisau tajam dari baja,
Parang panjang banyak guna.
Membayar sukses dengan kerja,
Bayar sekarang, kelak bahagia.

Jalan-jalan naik kereta,
Naik ke atas pakai tangga.
Mari kita gapai cita-cita,
Bahagia dunia, masuk ke surga.

Ke mana hendak mencari lada,
Ke ujung kebun sebelah Timur.
Ke mana hendak mencari bahagia,
Ke dalam hati mari bersyukur.

Malam bercahaya kunang-kunang,
Buah sukun buah pepaya.
Yang rajin akan menang,
Yang tekun akan berjaya.

Anak kecil tertatih-tatih,
Turun tangga belum bisa.
Biarlah badan berletih-letih,
Asal keluarga bisa bahagia.

Sepatu cantik kulit rusa,
Beli sepasang untuk tetangga.
Kalau berjuang jangan putus asa,
Kalau jatuh bangkit sekuat tenaga

Pantun Nasehat Kehidupan

Kurai Taji balai Senayang
Orang tua berjual lada
Cepat kaki ringan tangan
Lamun selera lepas juga

Ke luar kota menjual tabung
Tabung dijual lalu dibeli lagi
Jangan lupa rajin menabung
Agar kelak tidak merugi

Anak-anak kecil bermain batu
Batu dilempar masuk ke sumur
Belajar itu tak kenal waktu
Juga tidak memandang umur

Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Ada monyet sisiran sambil berkaca
Ada kuda mirip keledai
Rajin menulis rajin membaca
Itu pertanda anak yang pandai

Cepat bergegas untuk bertemu
Bertemu sambil membawa gulali
Kaya harta miskin ilmu
Tentulah merugi sama sekali

pantun nasehat kehidupan
pantun nasehat kehidupan

Jalan mulus tanpa putus
Jangan sampai kesasar
Jika kamu ingin lulus ujian
Makanya rajin belajar

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur di sampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Kacang tumbuh dari dalam tanah
Dipanen untuk para tetangga
Agar kelak sakinah mawaddah warahmah
Jagalah akhlak dalam berumah tangga

Air putih di atas meja
Badan lelah tidur pun lena
Usia hanya sekejap mata
Jalani hidup penuh makna

Terbang elang ke seberang
Lalu hinggap di kayu ara
Kelak tidak dipandang orang
Supaya jangan jadi cedera

Petani di sawah memangkas rumput
Agar tak ada hewan melata
Masa depan itu harus dijemput
Dengan ilmu maupun harta

Baik dirahat benang kereta
Benang setukal perbuat kain
Baik dilihat dengan mata
Jangan menyesal hari yang lain

Pergi ke desa melihat wayang
Lalu pulang menonton akrobat
Istri patuh suami pun sayang
Rumah tangga berkah hingga akhirat

Beli baju beli celana
Beri satu untuk tetangga
Hiduplah dengan bijaksana
Emosi dan nafsu mesti dijaga

Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi orang sukses di masa depan

Budak-budak berkejar-kejar
Rasa gembira bermain di sama
Kalau kita rajin belajar
Tentu kita akan berjaya

Semangat pagi terus berkobar
Biar hidup semakin seru
Menuntut ilmu haruslah sabar
Dengarkan apa yang diajarkan guru

Pinang muda dibelah dua,
Manik-manik mati dirembah
Dari muda sampai ke tua
Pengajaran baik jangan diubah

  Pantun Cinta

Pantun Nasehat Belajar

Belajar keras dengan penuh konsentrasi
Agak terganggu dengan adanya tamu
Bersikaplah rendah hati meskipun engkau berprestasi
Agar tak sia-sia dirimu dalam berilmu

Pukul tujuh pagi masuk kelas
Kerjakan tugas soalnya rumit
Menuntut ilmu dengan ikhlas
Untuk cinta-cita setinggi langit

Siang hari lapar tak ada sedikitpun nasi
Dalam hati mengumpat dan sedikit berujar
Jago berpidato, berargumentasi, dan berorasi
Semua dipelajari dengan ketekunan belajar

Liburan seru di kota Blitar
Tak ingin pulang terburu-buru
Jika diri jadi pintar
Berterimakasihlah kepada guru

Jauh – jauh dari kota Padang
Menuju Lampung hendak ke pantai Marina
Walau kesulitan dan badai menghadang
Tetap Kejarlah ilmu walau sampai ke negeri Cina

Ayahku seorang petani
Punya sawah punya ladang
Mari belajar hari ini
Agar masa depan lebih gemilang

Keliling kota Jakarta dengan metro mini
Kerasnya tempat duduk hingga meninggalkan bekas
Pelajarilah segala hal yang ada di dunia ini
Karena belajar tak hanya ada di ruang kelas

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi orang sukses kemudian

Menegakkan panji dan bendera merah
Dengan gagah merani melawan kejahatan
Jangan lupa selesaikan pekerjaan dari sekolah
Agar tidak dimarahi guru dan mendapat hukuman

Cepat bergegas untuk bertemu
Bertemu sambil membawa gulali
Kaya harta miskin ilmu
Tentulah merugi sama sekali

Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita

Begitu banyak buku pelajaran ditelaah
Membuat sakit kepala dan sulitnya minta ampun
Jangan hanya belajar jika ada tugas sekolah
Belajarlah setiap waktu dengan teratur dan tekun

Ada anak kecil bermain batu
Batu dilempar masuk ke sumur
Belajar itu tak kenal waktu
Juga tidak memandang umur

Pagi – pagi makan kue serabi
Sangat nikmat jika indahnya pemandangan pun terlihat
Ingatlah pesan dari Nabi
Belajarlah mulai dari buaian hingga ke liang lahat

Hari minggu pergi ke pasar
Beli sayur dan juga beras
Tiap hari harus belajar
Pasti akan menjadi cerdas

Ikut lomba tapi kalah
Lalu pulang dengan hati kesal
Saat muda rajin sekolah
Saat tua tidak akan menyesal

Bersiap tempur sepenuh jiwa raga
Maju terus tanpa banyak bertanya
Belajarlah dengan siapapun juga
Pasti ada pelajaran yang bisa diambil darinya

Pantun Nasehat Cinta

Bersikaplah sopan tanda penghormatan
Jika kalian kedatangan tamu
Jika cinta tak dilewati dengan kehati-hatian
Maka cinta akan menghancurkanmu

Alangkah indahnya cahaya rembulan
Menuju bulan pun jadi impian
Hormati ia dengan penghargaan
Agar dirnya menghargaimu dengan pengormatan

Jalan-jalan mengendarai lamborgini
Melihat-lihat keindahan kota
Betapa menderitanya hidup yang sebentar ini
Jika hanya berlarut-larut dalam urusan pedihnya cinta

Jika mata dibayar dengan mata
Maka dunia akan buta
Kasihilah pasanganmu dengan cinta
Agar ia mencintaimu dengan kasihnya

Melangkah kebingunan ke sana-sini
Sama sekali tak mengenal wilayah kota
Alangkah nestapa hidup ini
Jika sengsara karena cinta

Di atas ring berkumpul para petarung tangguh
Saling beradu untuk mendapatkan perunggu
Sayangilah kekasih dengan sungguh
Agar ia pun bersungguh-sungguh menyayangimu

Tak perlu mahal untuk sebuah kendaraan
Yang terpenting tidak berjalan berjam-jam
Jika cinta tak dijalani dengan kedewasaan
Maka cinta akan berubah menjadi belati tajam

pantun nasehat cinta
pantun nasehat cinta

Mencuci pakaian hingga bersih
Baunya harum sangat terasa
Cintailah dengan sepenuh hati sang kekasih
Jikalau tiada pasti kan terasa

Yang hidup dilaut binatang jenis ikan
Sangat lezat jika jadi santapan
Cinta ibarat virus mematikan
Yang dengan cepat bisa melumpuhkan

Bekerja keras menggapai asa
Hingga impian di depan mata
Miskin harta tak mengapa
Asalkan jangan miskin cinta

Sulitkan kehidupan harus dihadapi
Dengan kesabaran dan perjuangan
Cinta juga sama seperti api
Yang setiap saat bisa menghanguskan

Memancing ikan dengan kailnya
Ikan hiu tertangkap alangkah besarnya
Jangan hanya melihat bagus fisiknya
Tapi juga perhatikan perangainya

Segar sekali meneguk air jeruk perasan
Sangat nikmat melewati kerongkonganmu
Jika cinta tak diarahkan oleh pembelajaran
Maka ia hanya akan membutakanmu

Berjalan jauh tak tahu hendak kemana
Lelah dan penat begitu terasa
Jangan hanya menpertimbangkan nasabnya
Tapi lihat juga derajat keimanannya

Begitu membosankannya tinggal di asrama
Sangatlah minim persediaan uang saku
Jika cinta tak dibimbing oleh agama
Maka ia akan menyesatkanmu

Tong kosong nyaring bunyinya
Pertanda banyak omong tak ada isi
Jangan hanya lihat indah suaranya
Tapi pandaikan ia mengaji

Begitu membosankannya tinggal di asrama
Sangatlah minim persediaan uang saku
Jika cinta tak dibimbing oleh agama
Maka ia akan menyesatkanmu

  Pantun Cinta

Pantun Nasehat Modern

Beli kain ke semarang
Pulang senja karna nyasar
Buat apa ngatain orang
Dirimu saja belum benar.

Beli buku di toko buku
harga buku dua ribu
jangan lah engkau durhaka pada ibumu
karena ibu mu yang melahirkanmu.

terlihat nampak pemuda sakti
dia mulai membelah batu
jadilah anak yang berbakti
jangan sampai melupakan ortu.

Buat apa makan mentimun
Lebih baik makan kenari
Buat apa duduk melamun
Lebih baik kita mengaji.

Dengan tuan melakukan ronda
Badannya kurus bau keringat
Meski cobaan sedang melanda
Hati harus tetaplah semangat.

Jalan jalan kota jakarta
banyak rumah berbentuk filla
Ingin jadi wanita sempurna
Pakek alami produk indonesia.

Hitung jari sampai empat
Lalu sisanya kena amplas
Sayang istri dunia akhirat
Nafkahi ianya dengan iklas.

Gemercik syahdu suara gitar
Alunan lagu melodi indah
Bila cemburu seorang pacar
Cepat rayu memakai sumpah.

Pantun Nasehat Pendidikan

Ke pasar malam naik komidi putar
Perginya bersama teman si Caca
Kalau mau jadi anak pintar
Banyak belajar dengan membaca

Potong bambu cara dibelah
Bambu dibelah tersorot matahari
Barang siapa malas sekolah
Awas menyesal dikemudian hari

Murid dikelas ada putra dan putri
Anak putri memakai jilbab
Banyak belajar akhirnya mengerti
Ditanya guru selalu menjawab

Sudah lelah untuk mengejar
Beli bubur untuk jadi bekal
Capailah impian dengan belajar
Karena belajar ilmu yang kekal

pantun nasehat pendidikan
pantun nasehat pendidikan

Siang itu aku dan kamu
Duduk dengan tertidur pulas
Gunakanlah masa mudamu
Untuk cari wawasan luas

Pagi-pagi membeli kamu
Jamu itu banyak khasiat
Jangan bosan mencari ilmu
Karena ilmu banyak manfaat

Cabai itu rasanya pedas
Membuat mulit jadi menganga
Jika si mrid tumbuhlah cerdas
Si guru hanya bisa ikut berbangga

Kala mentari menyambut fajar
Langitnya berwarna jingga
Jika sudah siap belajar
Buka bukumu juga telinga

Pantun Nasehat Perkawinan

Kuning telor itu amis
Kuning kunyit itu obat
Laki-laki jangan menangis
Hadapi kesulitan dengan semangat

Masak teri dibumbu padas
Enak di rasa murah harganya
Jadi suami janganlah culas
Ditinggal istri baru tau rasa

Istri hamil nyidam mentimun
Mentimun langka diganti roti
Ajarilah anak bersopan santun
Kelak besar kan dihormati

Bila anak sedang diare
Janganlah dikasih bubur
Walaupun hanya lauk tempe
Ajarilah mereka bersyukur

Tanah wakaf jangan dijual
Digadaikan juga tidak sah
Agar anakmu tak bengal
Masukkan saja ke madrasah

Penerima tamu pada berdasi
Salami tamu sambil menunduk
Pesta nikah tak perlu campursari
Agar hadirin tak pada mabuk

Mobil pengantin dihias bunga
Bunga mawar warnanya merah
Mengadulah ke mertua
Bila suami suka marah

Sopir bendi namanya kusir
Ditarik kuda merah warnanya
Istri cerewet jangan kau usir
Cium pipinya dengarkan saja

  Pantun Gombal

Pantun Nasehat Religi

Pagi hari sarapan roti,
Pakai selai alangkah enaknya.
Agama adalah budi pekerti,
Akhlak mulia harus sempurna.

Burung elang hinggap di jati,
Ditangkap satu oleh pak Dulloh.
Sholat, ibadah, hidup dan mati,
Ikhlas semuanya untuk Allah.

Wanita cantik berhijab merah,
Berteduh karena hujan lebat.
Wahai kawan mari berhijrah,
Dari maksiat menuju taubat.

Rumah tersusun dari bata,
Rumah besar bertingkat tiga.
Wanita ibarat batu permata,
Amat mahal dan berharga.

Kalau libur pergi berenang,
Istirahat di tengah taman.
Berhijab hatiku semakin tenang,
Bersimpuh kepada-Nya semakin nyaman.

pantun nasehat religi
pantun nasehat religi

Sungguh enak makan kebab,
Makan di bawah pohon nangka.
Wahai wanita kenakan jilbab,
agar terhindar dari api neraka.

Istana putih milik raja,
Ada batu tengahnya berongga.
Kecantikan di dunia sebentar saja,
Yang abadi hanya di surga.

Adik senang naik onta,
Onta kecil dari Arab.
Masuklah ke surga wahai wanita,
Tutup aurat kenakanlah hijab.

Pantun Nasehat Dari Orang Tua

Pagi hari sarapan ketan,
dengan kelapa ketan dimakan.
Iri dengki bisikan setan,
segala godaan usah diturutkan.

Karang tempat bermain ikan,
sayang karang banyak dihancurkan.
Bantu membantu dalam kebaikan,
dalam Kitabullah diperintahkan.

Jangan kumbang dijolokan,
walau hanya untuk mainan.
Jangan membantu dalam keburukan,
karena berujung pada penyesalan.

Benih mari kita semaikan,
untuk dibawa ke negeri Jepang.
Sholat segera ditunaikan,
hati tenang dadapun lapang.

Daun pandan bumbu ikan,
bumbu ada di atas nampan.
Puasa ramadhan kita jalankan,
beroleh bahagia di masa depan.

Sungguh indah kota Mekah,
kota tua banyak berkah.
Rajin-rajin bersedekah,
rezeki akan berkah melimpah.

Ambil arang dari rawa,
pergi jauh naik kuda.
Hormati orang lebih tua,
sayangi yang lebih muda.

Lambat jalan kura-kura,
tempurung besar hilang kepala.
Hidup di dunia sementara,
banyak-banyak mencari pahala.

Pantun Nasehat Adab

Ilmu didengar arif bicara
duduk berpesan sosok yg tua
labil pikiran sak wasangkah
menjadi tua karena tak berguna

Astargfirullah obatnya terlupa
banyak karomah terkadung disana
guru yang mursid dicari susah
jika tiada mendapat hidayah

Rezeki dikejar tanpa merasa lelah
mengkais pagi petang menunggu
tiada berpantang dalam usaha
carilah ilmu dengan berguru

Sahabat lama tiada berita
sekian lama tidak bersua
rindu rasa didalam dada
konon menghidar mencari yg berguna

Tanah tandus tiada berpohon
kering kerontang tiada berair
ingin berbuat banyaklah memohon
ilmu yg baik mudah berpikir

pantun nasehat adab
pantun nasehat adab

Guru dan murid duduk bersahaja
membuka lembaran cerita agama
hidup didunia tidak berguna
karena ilmu dia tak berpunya

Lengus sapi dalam rerumputan
dijerat tali tembus kehidung
ilmu yang baik karena panutan
tiada tersesat karena terlindung

Batang kais sibatang pisang
menjadi obat ambil isinya
carilah ilmu jgn sembarang
sembarang mengkaji jadi gila

Pantun Nasehat Tentang Kesehatan

Indah laut indah karang.
Indah karang ikan berlabuh.
Jangan suka sering begadang.
Karena dapat merusak tubuh.

Di tengah jalan bertemu pak lurah
Tersandung batu langsung bangkit
Tahukah kamu yang paling murah
Nikmat sehat sebelum sakit

Pergi ke pasar membeli ketan
Tidak lupa santan juga
Mari kita jaga kesehatan
Karena itu sangat berharga

Kalau tuan menangkap laba
Masukkan saja kedalam botol
Kalau tuan sayang nyawa
Hindarkan minum yang berakohol

Wakil raja disebut patih
Melihat pesawat di dalam hanggar
Perbanyaklah minum air putih
Agar tubuh selalu bugar

Pergi ke sawah menanam ketan
Setelah hari Kamis, itu Jumat
Rajinlah makan sayur-sayuran
Agar tubuh menjadi sehat

Pagi hari rumah kumuh
Diiringi ayam berkokok
Sayangilah paru-parumu
Jangan pernah coba merokok

Pergi mudik ke Tasikmalaya
Naik bis bareng si sayang
Merokok itu berbahaya
Duit habis nyawa melayang

Pantun Nasehat Untuk Anak

Lincah sekali si anak kancil,
Bermain dengan anak rusa.
Belajar di waktu kecil,
Akan pandai saat dewasa.

Kereta cepat tak terkejar,
Kuda lari berputar-putar.
Marilah kita rajin belajar,
Moga-moga menjadi pintar.

Manusia mati jadi mayat,
Matahari di sebelah barat.
Belajar sepanjang hayat,
Bahagia dunia akhirat.

Siapa yang mengambil lontar,
Hatinya keruh terasa gasal.
Siapa yang malas belajar,
Pasti kelak akan menyesal.

  Pantun Cinta
pantun nasehat untuk anak
pantun nasehat untuk anak

Anak bangau turun ke rawa,
Anak elang hinggap di galah.
Hendaknya engkau selalu berdoa,
Sebelum memulai pelajaran sekolah.

Beli kucai di tengah pasar,
Pasar pagi banyak pembelinya.
Rajin belajar jadi pintar,
Rajin membaca jadi bijaksana.

Surya bercahaya warnanya merah,
Kayu lapuk terbelah-belah.
Masa depan akan cerah,
Jangan malas bersekolah

Pak tani menanam ketan,
Di sawah jadi hamparan.
Sekolah adalah jembatan,
Untuk menggapai masa depan.

Pantun Nasehat Tentang Hidup Sehat

Kacang asin kacang gurih,
Pergi ke pasar membeli emas.
Jangan kurang air putih,
Nanti tubuh jadi lemas.

Karena gempa jalan terbelah,
Lewat sungai naik sampan.
Sebelum pergi sekolah,
Jangan lupa untuk sarapan.

Jangan suka bermain kain,
Kain jatuh di besi berkarat.
Jangan terlalu banyak main,
Karena tubuh perlu istirahat.

Ikan emas dalam kolam,
Ikan gabus berwarna putih.
Jangan tidur malam-malam,
Besok ngantuk badannya letih.

Hari lebaran bulan syawal,
Mengecat rumah juga pagar.
Pergi tidur lebih awal,
Pagi hari badannya segar.

Semakin diisi semakin ringan,
Itulah balon untuk mainan.
Jajan jangan sembarangan,
Bisa-bisa kena penyakitan.

Semut kecil tidak lemah,
Masuk rumah kayunya belah.
Bawa bekal dari rumah,
Kurangi jajan di sekolah.

Batu kali sedang dipahat,
Bambu betung dibuat rakit.
Makanlah makanan sehat,
Supaya badan tidak sakit.

Pantun Nasehat Menjaga Alam dan Lingkungan

Kucing menangis bikin kasihan
ingin kupeluk dan kuboyong
Kelas kami juara lomba kebersihan
Karena kami rajin gotong royong.

Kucing menangis bikin kasihan
ingin kupeluk dan kuboyong
Kelas kami juara lomba kebersihan
Karena kami rajin gotong royong.

Bawa obat ke rumah zubaidah
Obat kubawa ternyata obat jerawat
Sekolah kami sangat indah
Sungguh bersih dan terawat.

Butuh uang banyak saat genting
Padahal cuma mau beli permen
Kebersihan sekolah itu penting
Karena kebersihan itu sebagian dari iman.

Petik dua puluh daun sirih
Daun sirih kuramu menjadi jamu
Sekolah wajib bersih
Karena di sana tempat kita menimba ilmu.

pantun nasehat untuk alam dan lingkungan
pantun nasehat untuk alam dan lingkungan

Pergi ke hutan untuk berburu
Ketemu kelinci digigit di tangan
Aku kemarin di hukum guru
Karena buang sampah sembarangan.

Beli sorban ke kota siantar
Harus mampir ke butik johan
Jangan hanya jadi siswa pintar
Tapi juga siswa yang jaga kebersihan.

Ke laut berenang bareng buaya
Ajak juga si ikan pari
Sampah di buang pada tempatnya
Biar sekolah menjadi asri.

Pantun Nasehat Agar Tekun Dan Bekerja Keras

Hari hujan jalannya basah,
burung hingga di atas meja.
Jangan suka berkeluh kesah,
lebih baik fokus bekerja.

Pagi hari mentari hangat,
makan sarapan dengan ketupat.
bekerja mestilah semangat,
agar cita-cita segera didapat.

Beli besi beli baja,
siapa yang tau burung ababil.
Kredit mobil tuk berangkat kerja,
berangkat kerja tuk kredit mobil.

Hidup ini sangatlah indah,
jika insan pandai merasa.
Bekerja itu adalah ibadah,
berpahala di sisi Tuhan Yang Esa.

Pohon jati tumbuh berjajar,
tempat pak tani mencari kentang.
dunia bolehlah dikejar,
jangan sampai dikejar penagih hutang

Jalan-jalan ke kota Medan,
hendak membeli satu tempayan.
Bekerja sampai sakit badan,
badan sakit habislah uang gajian.

Pantun Nasehat Semangat Mengejar Cita

nelayan pergi berlayar
untuk mencari ikan teri
masih kecil tekunlah belajar
agar bahagia di hari nanti

Jalan-jalan ke toko bagus
Untuk membeli buah sukun
Jika kamu ingin cita-cita yang bagus
Mulailah belajar dengan tekun

Pohon jati sejajar arang
Terperosok ke pasar raya
Tekun belajar masa sekarang
Esok kita bisa bahagia

beli celana beli permata
sungguh menarik di pakai kahar
apaguna bermain cinta
lebih baik tekun belajar

pantun nasehat cita

jalan-jalan ke toko bagus
untuk membeli buah sukun
jika kamu ingin cita-cita yang bagus
mulailah belajar dengan tekun

rumput ilalang bergoyang-goyang
tertiup angin kesana-sini
mari kita tunaikan sembahyang
bekal kita di akhirat nanti

kemana kancil kita kejar
kedalam pasar kita mencari
ketika kecil rajin belajar
setelah besar senanglah diri

###

Demikianlah kumpulan pantun nasehat kehidupan terbaik yang bisa dibagikan pada postingan kali ini. Semoga kumpulan pantun nasehat bijak ini bisa menjadi bacaan menarik, informatif dan inspiratif untuk kita semua.