Doa Bercermin

Doa Bercermin – Bercermin merupakan kegiatan yang pasti kita lakukan sehari-hari untuk berias atau ketika sedang mengenakan make up. Bercermin saat merias diri adalah untuk memastikan bahwa tampilan kita sudah cantik atau tampan. Rasulullah SAW mengajarkan doa bercermin yang juga bisa menjadi salah satu cara bagi kita untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Cermin yang jernih di hadapan kita saat bercermin, sepatutnya dapat merefleksikan diri kita. Apabila refleksi tersebut menunjukkan kebaikan, maka dengan membaca doa bercermin, kita senantiasa dihindarkan dari sikap sombong. Begitu pula sebaliknya, ketika merefleksikan yang kurang baik dari penampilan kita, maka dengan berdoa akan bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Hadist dan Ayat Al-Qur’an tentang Membaca Doa Bercermin

Setiap doa yang kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah doa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa-doa tersebut kemudian disampaikan kepada para sahabat untuk kemudian disampaikan kembali kepada umat muslim sebagai ucapan syukur kepada Allah.

Begitu pula dengan doa bercermin ini yang juga dicontohkan oleh Rasulullah. Diriwayatkan oleh Al-Thabrani, Anas bin Malik ra berkata, ketika bercermin Rasulullah berdoa yang artinya berikut.

Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan rupaku dan mempercantiknya, memuliakan bentuku lalu membaguskannya dan yang telah menjadikan aku termasuk orang yang beriman.

Selain hadist yang di atas, ada pula ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar dari amalan membaca doa saat bercermin ini. Ayat tersebut terdapat dalam QS. At-Tin: 4, yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ﴿التين:٤

Laqodh kholaqnal insaana fii akhsani taqwiim

Artinya: “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan sebaik-baiknya. Kesempurnaan yang dikaruniakan oleh Allah kepada manusia, baik dalam bentuk fisik maupun akal pikiran, tentu tidak diberikan kepada makhluk lainnya.

Dari ayat tersebut juga menjelaskan mengapa membaca doa saat bercermin itu penting. Hal tersebut dilakukan agar kita senantiasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, karena Allah sudah menciptakan kita dalam keadaan sebaik-baiknya. Selain itu, dengan membaca doa tersebut kita diingatkan bahwa apa gunanya memiliki fisik yang sempurna jika tidak disyukuri.

Lafadz Doa Bercermin dan Artinya

Membaca doa sebelum melakukan suatu hal merupakan adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tujuannya bermacam-macam, bisa sebagai bentuk syukur atas rahmat yang telah Allah berikan, bisa sebagai bentuk permohonan agar dihindarkan atas suatu sifat tertentu dan lain sebagainya.

Begitu pula dengan membaca doa bercermin ketika akan bercermin. Adab ini dicontohkan sebagai amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan sebab memberikan banyak keutamaan. Sebelum bercermin kita bisa membaca doa berikut.

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Alhamdulillahi Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Ya allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku” (HR.Bazzar).

Selain doa tersebut, ada pula doa bercermin yang lebih lengkap dari doa sebelumnya. Tidak ada perbedaan yang berkaitan dengan keutamaan. Anda bisa memilih salah satu yang lebih mudah dilafadzkan.

اللَّهُمَّ حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ

Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassan khuluqii wa harrim wajhii allannaari

Artinya: “Ya allah, sebagaiman Engkau telah menciptakanku dengan baik, maka baguskanlah pula akhlakku, dan haramkanlah wajahku atas neraka” (HR.Bazzar)

Kedua doa di atas mungkin terlihat sederhana. Namun jika dipelajari maknanya lebih dalam, maka kita yang membaca doa bercermin tersebut saat bercermin atau berias di depan cermin akan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Karena itulah Rasulullah SAW menganjurkan kita semua untuk mengamalkannya.

Makna dari Lafadz Doa Bercermin

doa bercermin dan maknanya
bacaan doa bercermin | istockphoto.com

Sebelumnya sudah disebutkan tentang doa bercermin lengkap dengan artinya. Dalam satu lafadz doa saat bercermin tersebut, dapat diuraikan menjadi lebih jelas tentang makna yang terkandung pada lafadz doa tersebut. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan lebih mendalam makna yang terkandung pada lafadz doa saat bercermin tersebut.

  1. Makna Bacaan “Allahumma kamaa has anta khalqi..”

Lafadz pertama dari doa saat bercermin adalah Allahumma kamaa has anta khalqi (اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ) yang memiliki arti “Ya Allah, sebagaimana engkau telah membaguskan penciptaanku“. Penggalan lafadz doa ini mengandung makna akan bersyukur dan tuntutan agar kita selalu bersyukur.

Dari kalimat tersebut, kita meyakini bahwa apa yang telah Allah ciptakan pada diri kita adalah sempurna. Sekaligus kita dituntut untuk meyakini bahwa apa yang kita miliki yang merupakan ciptaan Allah ini adalah sempurna. Dari penggalan lafadz ini, kita dituntut untuk bersyukur bahwa apa yang terlihat di cermin adalah penampilan yang rupawan, meskipun dengan kekurangannya.

Keyakinan inilah yang kemudian membuat kita menjadi lebih bersyukur atas fisik yang Allah karuniakan kepada kita. Dari penggalan doa ini jugalah kita seharusnya bisa memandang diri kita sendiri sempurna, dan senantiasa mengingat bahwa mungkin ada orang lain yang tidak dikaruniai fisik seperti apa yang kita punya.

Allah berfirman dalam QS. At-Taghaabun: 3 yang artinya “Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah Swt. Kembali(mu).” Penggalan ayat tersebut semakin menunjukkan bahwasannya Allah sudah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi ini dengan sebaik-baiknya. Allah juga sudah membentuk rupa kita dengan bagus.

Dari penggalan ayat tersebut kita disadarkan bahwa setiap manusia dilahirkan dan diciptakan dalam keadaan baik. Setiap manusia diciptakan dengan keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap manusia pasti diciptakan berbeda, baik dari segi fisik maupun sifat. Karena perbedaan itulah yang kemudian membuat kita semua unik dan berbeda. Karena keunikan tersebut jugalah yang menjadi kelebihan Kita yang tidak dimiliki oleh orang lain. Maka dari itu, sekali lagi kita dituntut untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita.

  1. Makna dari Penggalan Lafadz Fahassin khuluqii…

Penggalan latadz doa bercermin selanjutnya adalah “fahassin khuluqii” (فَحَسِّنْ خُلُقِيْ.) yang artinya “Maka baguskan pula akhlakku“. Penggalan lafadz doa ini masih berkaitan dengan penggalan sebelumnya. Bedanya jika sebelumnya dalam konteks fisik, maka pada penggalan selanjutnya ini dalam konteks non fisik.

Kalimat “Maka baguskan pula akhlakku” mengingatkan sekaligus memohon agar Allah juga mempercantik akhlak yang kita miliki. Ketika sebelumnya kita sudah bersyukur dan dituntut untuk bersyukur atas kesempurnaan fisik yang kita lihat saat bercermin, maka selanjutnya kita juga memohon kepada Allah agar akhlak yang kita miliki juga secantik fisik yang terlihat di cermin.

Pada hakikatnya, kecantikan yang benar-benar cantik bukan hanya dilihat dari tampilan fisik saja. Kecantikan yang sejati adalah kecantikan yang tidak hanya menonjolkan kecantikan fisik saja namun juga memiliki akhlak dan kepribadian yang bagus. Akan sangat percuma jika sudah dikaruniai fisik sempurna, rupa yang cantik dan tampan, namun akhlaknya buruk.

Rasulullah SAW bahkan sudah mengingatkan umat muslim akan hal ini dalam salah satu sabdanya. Beliau bersabda bahwa ketika dibangkitkan nanti, umat muslim akan dibangkitkan menjadi 10 golongan. Kesepuluh bentuk yang dimaksud Rasulullah ini tidak ada satupun yang sempurna. Ada manusia yang dibangkitkan dalam bentuk monyet, babi, dibangkitkan dalam keadaan berjalan terbalik, dalam keadaan buta yang merayap-rayap dan lain sebagainya.

Dari hadist tersebut bahkan lebih dijelaskan bahwa penampilan fisik manusia tidak akan lagi berarti ketika sudah di jaman akhir. Jika saat ini kita dikaruniai dengan kecantikan dan kesempurnaan fisik, lantas apakah hal tersebut bisa bertahan hingga hari kebangkitan nanti?

  1. Makna Penggalan waharrim wajhii ‘alan naari..

Penggalan terakhir dari doa bercermin adalah “waharrim wajhii ‘alan naari..” (وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ) yang artinya “haramkanlah wajahku atas neraka“. Penggalan kalimat ini bermakna permohonan kepada Allah agar diri kita senantiasa dijauhkan dari panasnya api neraka.

Kalimat wajah yang dimaksud dalam penggalan doa tersebut tidak hanya bermakna bagian wajah dari tubuh kita saja, namun merepresentasikan seluruh tubuh secara umum. Pesan yang disampaikan dari penggalan kalimat tersebut adalah bahwa kita harus menjaga wajah dan tubuh kita agar tidak menjadi sumber fitnah, maksiat dan dosa lain yang bisa mengantarkan kita ke neraka.

Kalimat ini juga menunjukkan komitmen kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang sudah dikaruniai kesempurnaan fisik untuk menjaganya dengan akhlak yang baik pula. Tujuannya agar apa yang kita miliki tidak justru menjerumuskan kita ke panasnya api neraka.

Keutamaan Membaca Doa Bercermin

Memulai segala hal yang kita lakukan dengan berdoa tentu akan memberikan kebaikan untuk kita sendiri. Hal tersebut karena setiap doa yang kita lafadzkan sebelum melakukan segala kegiatan tersebut mengandung makna dan keutamaan tersendiri. Begitu pula ketika membaca doa bercermin saat bercermin atau berhias di depan depan cermin.

Ada berbagai riwayat yang menjelaskan tentang doa bercermin ini. Meskipun begitu, sejatinya kandungan di dalam doa tersebut juga sama. Begitu pula keutamaan yang dijanjikan ketika kita membaca doa tersebut. Berikut adalah beberapa keutamaannya.

  1. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT

Setiap doa pada dasarnya adalah sebuah bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada penciptanya. Begitu pula dengan doa bercermin ini. Dengan membaca doa saat bercermin, maka itu berarti kita sudah meningkatkan tingkat ketaqwaan kita kepada Allah. Hal ini karena setiap kita akan melaksanakan suatu hal atau aktivitas kita masih mengingat Allah SWT sebagai pemilik segala yang ada di bumi.

  1. Menumbuhkan Rasa Syukur Atas Karunia Allah

Seperti yang sudah sedikit disebutkan sebelumnya, membaca doa bercermin juga memberikan keutamaan yaitu dapat menambah rasa syukur atas karunia yang Allah berikan. Saat bercermin, kita akan melihat refleksi diri kita di dalam cermin tersebut. Apapun yang kita lihat di cermin, itulah diri kita. Maka dengan berdoa saat bercermin, apapun yang terlihat di cermin, maka harus disyukuri.

Rasa syukur itu bisa diartikan dengan kita menerima dan senantiasa merasa cukup atas apa yang Allah berikan. Disamping itu, dengan bersyukur juga menjauhkan kita dari rasa kekurangan atas apa yang kita miliki apalagi merasa terbebasi atas hal tersebut.

  1. Meredam Kesombongan dan Ego

Ada manusia yang senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki, ada yang merasa rendah hati dengan apa yang diberikan oleh Allah, maka ada pula manusia yang bersikap sombong atas kelebihan yang Allah berikan. Membaca doa bercermin adalah salah satu cara kita meredam kesombongan yang mungkin timbul saat melihat kelebihan yang kita miliki.

Saat bercermin, kita melihat diri kita yang tampan dan cantik. Hal itu adalah kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Maka agar kelebihan tersebut tidak menimbulkan sikap sombong dan memperbesar ego kita, maka Rasulullah SAW menganjurkan amalan kepada kita untuk membaca doa saat bercermin.

  1. Menumbuhkan Kesadaran untuk Terus Menjaga Apa yang Allah Berikan

Saat sedang bercermin, kita akan melihat secara keseluruhan diri kita sendiri, bahkan bisa jadi mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Karena itu dengan membaca doa bercermin, maka kita bisa melihat betapa sempurna Allah menciptakan kita.

Apabila sudah melihat bagaimana sempurnanya Allah menciptakan kita, maka kita bisa lebih bersyukur atas hal tersebut. Kemudian, sebagai bentuk rasa syukur tersebut, perasaan dan kesadaran untuk terus menjaga apa yang telah diberikan Allah pada diri kita pun semakin tumbuh karena tidak ingin apa yang sudah Allah berikan menjadi sia-sia apalagi jika harus rusak.

  1. Menambah Pahala

Membaca doa saat bercermin tidak hanya menjadi adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk rasa syukur pada Allah atas karunia yang kita dapatkan saja. Keutamaan lain dari Berdoa saat bercermin adalah dapat menambah pahala kita. Segala hal yang sifatnya baik tidak hanya memiliki keutamaan secara langsung, namun juga memberikan keutamaan secara tidak langsung.

Keutamaan tidak langsung yang didapat dari melaksanakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah mendapatkan pahala. Setia perbuatan baik yang diniatkan karena Allah SWT juga akan menerima ganjaran berupa pahala. Inilah keutamaan lain dari berdoa saat bercermin.

  1. Menjadikan Pribadi yang Lebih Baik

Keutamaan selanjutnya dari membaca doa saat bercermin adalah bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Membaca doa saat bercermin menunjukkan bahwa kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan, tidak sombong dengan kelebihan dan tidak mencela atas kekurangan. Dengan begini saja sebenarnya kualitas diri kita sudah meningkat.

Ditambah lagi, orang yang senantiasa berdoa sebelum melakukan segala aktivitasnya menunjukkan bahwa ia ingin lebih dekat dengan Allah. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa kita ingin senantiasa mengingat Allah di setiap hal yang akan kita kerjakan. Dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah maka ridho yang Allah berikan pun bisa semakin besar.

  1. Menambah Keindahan dalam Diri Sendiri

Meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling baik diantara makhluk Allah lainnya, ada kalanya manusia merasa kurang atas apa yang sudah dimilikinya. Karena itu, dengan membaca doa bercermin, maka hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri kita.

Ketika kita merasa percaya diri dengan tampilan diri sendiri maka hal tersebut akan semakin meningkatkan keindahan dan kecantikan diri kita sendiri. Karena sejatinya, keindahan, kecantikan ataupun ketampanan dari diri kita akan semakin terpancar apabila kita sendiri percaya diri dengan apa yang kita miliki. Karena itulah membaca doa saat bercermin sangat penting karena bisa meningkatkan kepercayaan diri kita.

Membaca Doa Bercermin dan Adab Bercermin Lainnya

doa bercermin dan adabnya
bacaan doa bercermin | freepik.com

Rasulullah SAW selalu mengajarkan dan memberikan contoh amalan yang baik untuk kehidupan sehari-hari bagi umat muslim. Contoh amalan yang diberikan oleh Rasulullah ini bukannya tanpa tujuan, sebab dengan adanya amalan berupa adab tersebutlah yang akan membedakan kita manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya.

Termasuk dalam hal ketika bercermin. Rasulullah SAW mencontohkan amalan berupa membaca doa bercermin untuk diamalkan oleh umatnya. Selain membaca doa, saat bercermin juga ada adab-adab lain yang harus dipatuhi oleh umat muslim. Apa saja adab-adab tersebut?

  1. Berdoa

Adab paling dasar yang harus kita lakukan saat bercermin tentu saja membaca doa. Mengucapkan doa bercermin adalah adab paling awal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berdoa menunjukkan rasa syukur kita atas karunia dan rahmat yang Allah berikan. Bacalah doa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

  1. Tidak Mengagumi Diri Sendiri secara Berlebihan

Selain berdoa untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita, adab selanjutnya saat bercermin adalah tidak mengagumi diri sendiri secara berlebihan. Hal ini juga termasuk sebagai salah satu bentuk syukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita.

  1. Tidak Bercermin Terlalu Lama

Adab berikutnya yang juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW saat bercermin adalah dengan tidak terlalu lama. Alasannya adalah ketika kita terlalu lama bercermin maka hal tersebut bukannya meningkatkan rasa syukur justru menambah kecemasan.

Alasan ini juga dapat dibuktikan secara ilmiah. Berbagai penelitian bahkan sudah membuktikan bahwa orang yang bercermin atau melihat dirinya di cermin selama 10 menit atau lebih, maka hal tersebut akan membuatnya mengalami kecemasan.

Berkaitan dengan penelitian tersebut, alasan lebih spesifik kenapa bercermin terlalu lama tidak diperbolehkan adalah karena tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan bernama Body Dysmorphic Disorder (BDD). Gangguan ini membuat seseorang yang mengidapnya mengalami rasa cemas terhadap penampilan bahkan bentuk tubuhnya.

Karena rasa cemas inilah yang kemudian membuat orang tersebut menjadi tertekan. Bahayanya lagi, gangguan ini bersifat permanen. Karena itulah dalam adab yang diajarkan oleh Rasulullah, tidak dianjurkan untuk bercermin terlalu lama.

  1. Bersabar dan Tidak Mencela atas Kekurangan yang Ada pada Diri Sendiri

Adab selanjutnya yang harus diikuti oleh setiap orang saat bercermin adalah dengan tidak mencela atas apapun kekurangan yang dimiliki dan bersabar atasnya. Hal ini bukan tanpa sebab, karena ketika bercermin manusia akan cenderung melihat kekurangan yang ada pada dirinya. Entah itu kurang cantik, kurang ganteng, terdapat jerawat, bekas luka dan lain sebagainya. Ini kemudian membuat seseorang menjadi minder.

Apabila kita melakukan hal tersebut, mencela apa yang kita lihat di cermin atas diri kita, maka itu artinya kita juga mencela atas apa yang Allah ciptakan untuk kita. Hal ini tentu akan membawa murka Allah jika diteruskan. Maka dari itu, saat bercermin dianjurkan membaca doa bercermin, tujuannya adalah untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi.

  1. Tidak Berlebihan Saat Bercermin

Agama Islam selalu mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan bukanlah hal yang baik. Begitu pula saat bercermin. Adab berikutnya saat bercermin adalah tidak bercermin dengan berlebihan. Maksudnya, bercerminlah sewajarnya saja.

Hal ini bisa diterapkan sehari-hari karena kita banyak melihat orang yang berlebihan saat bercermin. Maksudnya bercermin setiap saat hanya untuk melihat riasan wajah. Hal tersebut sangat tidak dianjurkan dalam Islam.

Adab Merias Diri, Membaca Doa Bercermin juga Salah Satunya

Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai adab saat bercermin. Seperti yang sudah kita ketahui, saat bercermin, yang orang-orang lakukan adalah merias diri. Mempercantik penampilannya dan membenahi apa yang dikira kurang dari penampilannya.

Merias diri juga menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan siapa saja sehari-hari. Tidak hanya perempuan, bahkan laki-laki juga merias diri. Sebagai sebuah aktivitas yang dilakukan sehari-hari, merias diri juga dilakukan dengan adab-adab tertentu. Hal ini selain bertujuan untuk mengatur agar apa yang dilakukan oleh manusia sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dalam agama maupun masyarakat. Berikut adalah adab-adab merias diri yang sebaiknya diperhatikan oleh siapapun.

  1. Jangan Terlalu Lama Bercermin

Adab berhias juga hampir sama dengan adab saat bercermin. Pertama jangan terlalu lama saat bercermin. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya, selain dari segi agama, adab ini juga dijelaskan secara ilmiah melalui berbagai penelitian. Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan jika bercermin terlalu lama dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan BDD. Jika dibiarkan, gangguan ini dapat membahayakan.

  1. Membaca Doa Bercermin

Saat merias diri, ada orang yang terbiasa menggunakan cermin, ada pula orang yang tidak menggunakan cermin. Ketika Anda berhias dengan menggunakan cermin, maka adab yang harus dilakukan adalah membaca doa bercermin. Doa ini dibaca sebagai bentuk syukur atas karunia yang Allah berikan.

  1. Tidak Mengenakan Perhiasan Secara Berlebihan

Adab berikutnya saat merias diri adalah tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan. Sekali lagi, dalam agama Islam, segala hal yang berlebihan itu tidak diperbolehkan. Memakai perhiasan sebenarnya tidak dilarang, yang tidak disarankan adalah memakainya secara berlebihan.

Alasannya, selain karena tidak diajarkan dalam agama Islam, memakai perhiasan berlebihan juga dapat mengundang bahaya. Saat berhias dengan mengenakan perhiasan yang berlebihan dapat menarik perhatian orang. Tak jarang juga bisa menarik orang untuk berbuat jahat. Hal ini tentu sangat membahayakan.

Tak hanya itu, dengan tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan, hal tersebut akan mengajarkan tentang kesederhanaan dan tidak menjadi orang yang sombong. Mengenakan perhiasan berlebihan juga dapat memunculkan sikap sombong. Karena itu, dalam berhias ada adab agar tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.

  1. Tidak Disarankan Mengenakan Wewangian Berlebihan

Selain mengenakan perhiasan yang berbentuk atau terlihat secara berlebihan, adab berikutnya yang mengatur tentang cara berhias seseorang adalah dengan tidak mengenakan wewangian secara berlebihan. Wewangian ini juga bagian dari perhiasan namun yang tidak berbentuk.

Mengenakan wewangian juga bukan hal yang dilarang asal dalam jumlah yang secukupnya. Gunakan wewangian secukupnya karena jika terlalu banyak bisa jadi hal tersebut dapat mengganggu orang lain di sekitar kita. Tak hanya itu saja, memakai wewangian secara berlebihan juga bisa mengakibatkan tindak kejahatan.

  1. Perhatian Kebersihan Tubuh

Memperhatikan kebersihan tubuh dan apa yang kita kenakan juga menjadi adab saat berhias. Saat tubuh dan pakaian yang kita kenakan bersih, maka hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi ditambah dengan kita membaca doa bercermin saat berhias, maka tingkat kepercayaan diri kita akan semakin meningkat.

Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian tidak hanya bisa meningkatkan kepercayaan diri. Alasan lain mengapa kita harus menjaga dan memperhatikan kebersihan tubuh saat berhias adalah agar tidak mengganggu orang lain di sekitar kita.

Demikian penjelasan tentang doa bercermin, mulai dari hadist dan ayat Al-Qur’an yang menjadi dasarnya serta makna yang lebih dalam dari arti doa tersebut. Selain itu juga dijelaskan tentang apa saja keutamaan dari membaca doa tersebut saat bercermin dan adab yang harus dilakukan oleh setiap muslim saat bercermin dan berhias. Dengan penjelasan tersebut semoga dapat memberikan ilmu dan senantiasa mengingatkan kepada kita bahwa apa yang kita miliki dalam diri kita adalah karunia Allah yang sebaik-baiknya dan harus disyukuri.