Contoh Rumusan Masalah

Contoh Rumusan Masalah Makalah Proposal Karya Tulis Ilmiah – Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti penyimpangan yang harus ditemukan pemecahan atau solusi melalui metode yang sistematis. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan jawaban atau kesimpulan dari beberapa masalah dikehidupan manusi baik sosial, ekonomi, pertanian, pembanguna dan banyak lainnya.

Kedudukan masalah sangat penting dalam penelitian, karena dengan masalah tersebut seorang peneliti dapat menentukan tujuan, metode, analisis data yang akan digunakan. Dengan kata lain, adanya penelitian merupakan cara dalam menyelesaiakan permasalahan yang sudah dirumuskan dalam beberapa poin.

Rumusan masalah menjadi bagian yang sangat penting dalam membuat karya tulis, baik makalah, laporan, skripsi, tesis dan dalam bentuk karya ilmiah lainnya. Rumusan permasalahan secara singkat mengungkapkan latar belakang ditulisnya karya ilmiah. Adanya rumusan masalah menjadi batasan-batasan seseorang dalam menyusun tulisan karya ilmiahnya.

Untuk lebih lanjutnya dalam artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian, tujuan, jenis dan segala bentuk yang harus diketahui dalam rumusan masalah.

Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat diartikan sebagai tulisan singkat yang berada dibagian pembuka dalam sebuah karya tulis ilmiah. Bagian ini menerangkan secara terinci terkait fenomena yang terjadi dalam beberapa pertanyaan tertentu. Rumusan masalah merupakan bagian dari masalah yang menimbulkan suatu pertanyaan yang akan dicari jawaban melalui pengumpulan data dan olah data. Berikut dijelaskan terlebih dahulu terkait masalah dari beberapa ahli:

Menurut Stonner (1982) mendefinisikan masalah sebagai masalah-masalah yang dicari apabila terdapat penyimpangan pengalaman dengan kenyataan, antara yang direncanakan dengan kenyataan dan adanya kompetisi dan pengaduan.

Menurut Suryabrata (1994) menjelaskan bahwa masalah merupakan kesenjangan harapan dengan kenyataan, antara kebutuhan dengan kenyataan dan antara yang seharusnya dengan yang ada secara nyata.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah yaitu suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena yang terjadi akibat kesenjangan, dan digunakan sebagai batasan-batasan dalam variabel penelitian yang perlu dicari jawaban serta kesimpulannya.

Jenis Rumusan Masalah

contoh rumusan masalah dan jenisnya
contoh rumusan masalah | pixabay.com

Terdapat beberapa jenis rumusan masalah dalam penelitian yang sering ditemui, antara lain yaitu:

Deskriptif

Rumusan masalah dalam penelitian deskriptif sering kali digunakan dalam penelitian kualitatif, karena dalam pembentukannya dilakukan dengan menghubungkan variabel satu dengan variabel lainnya. Variabel dalam penelitian deskriptif sering berkaitan akan tetapi tidak dapat diperbandingkan antar variabel yang ada.

Permasalahan pada rumusan masalah deskriptif merupakan masalah dengan variabel mandiri hanya pada satu variabel atau lebih. Peneliti tidak akan membuat perbandingan variabel satu dengan variabel sampel lain, melainkan hanya mencari hubungan antar variabelnya.

  Contoh Teks Berita

Beberapa contoh rumusan masalah deskriptif yaitu:

  1. Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri tidak Berbadan Hukum?
  2. Seberapa baik kinerja Dinas pertanian di Indonesia?
  3. Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Komputerisasi di Sekolah Indonesia?
  4. Seberapa tinggi tingkat produktifitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Badan Usaha Milik Desa?
  5. Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan penyuluh pertanian di bidang pertanian?
  6. Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari siswa-siswi Sekolah Dasar di Indonesia?

Komparatif

Pada jenis rumusan masalah komparatif berbanding terbalik dengan jenis deksriptif, dimana rumusan masalah komparatif ada perbandingan yang didapatkan antar variabel tanpa harus dideskripsikan. Secara singkat bahwa jenis rumusan masalah ini akan membandingkan satu variabel dengan varibel lainnya.

Perbandingan antar variabel dapat dilakukan antar 1 variabel lain atau lebih dari 2 atau sampel yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula. Berikut beberapa perumusan masalah pada penelitian komparatiif:

  1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari perguruan tinggi negeri dan swasta? (prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta sebagai variabel penelitian)
  2. Adakah perbedaan daya tahan tubuh antara anak dari Desa dan Kota? (satu variabel dua sampel)
  3. Adakah perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Petani, PNS dan Swasta? (dua variabel tiga sampel)
  4. Adakah perbedaan kompetensi profesional guru matematika antara SD, SMP, dan SLTA. (satu variabel untuk dua kelompok, pada tiga sampel)
  5. Adakah perbedaan produktivitas padi antara sistem konvensional dengan sistem jajar legowo?

Asosiatif

Rumusan masalah yang menggunakan model asosiatif terbentuk dari hubungan dan juga perbandingan antar variabel. Secara singkat bahwa model ini dikenal sebagai model campuran. Pembuatan rumusan masalah lebih dekat dengan beberapa pertanyaan yang saling berkaitan, kemduian pertanyaan tersebut akan dijawab dalam pembahasan karya tulis ilmiah. Terdapat tiga bentuk hubungan dalam jenis ini antara lain:

  1. Hubungan simetri

Suatu hubungan antar dua variabel atau lebih yang secara kebetulan muncul bersamaan. Contoh rumusan masalahnya antara lain:

  • Adakah hubungan antara warna rambut dengan kepandaian siswa disekolah?
  • Adakah hubungan antara banyaknya televise dipedesaan dengan jumlah penduduk?
  • Adakah hubungan antara rumah yang dekat bandara dengan jumlah anak?
  • Adakah hubungan antara jumlah paying yang terjual dengan jumlah siswa di sekolah?

Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut:

  • Hubungan antara warna rambut dengan kepandaian siswa disekolah?
  • Hubungan antara banyaknya televise dipedesaan dengan jumlah penduduk?
  • Hubungan antara rumah yang dekat bandara dengan jumlah anak?
  • Hubungan antara jumlah paying yang terjual dengan jumlah siswa di sekolah?
  1. Hubungan kausal

Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dengan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). Beberapa contoh rumusan masalah kausal yaitu:

Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar putra-putrinya? (pendidikan orang tua sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen)
Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap kenyamanan belajar siswa di SMP?
Adakah pengaruh pengetahuan petani dengan tingkat produktivitas panennya?
Seberapa besar pengaruh kurikulum, kualitas guru dan sarana pendidikan terhadap prestasi murid-murid SMA?

  Contoh Dialog Interaktif

Contoh judul peneltiannya:

  • Pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar putra-putrinya? (pendidikan orang tua sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen)
  • Pengaruh tata ruang kelas terhadap kenyamanan belajar siswa di SMP?
  • Pengaruh pengetahuan petani dengan tingkat produktivitas panennya?
  • Pengaruh kurikulum, kualitas guru dan sarana pendidikan terhadap prestasi murid-murid SMA?
  1. Hubungan interaktiif atau timbal balik

Hubungan interaktif atau timbal balik yaitu hubungan yang saling mempengaruhi dimana tidak diketahui yang mana variabel independen dan dependen. Berikut beberapa contoh rumusan masalah hubungan interaktif:

  • Hubungan antara motivasi dan prestasi petani di Kecamatan Dolopo. (Pada contoh ini motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga motivasii dipengaruhi oleh prestasi).
  • Hubungan antara kepandaian dan kekayaan, Kecerdasan dapat menyebabkan kekayaan, tetapi orang kaya juga dapat meningkatkan kecerdasaan.

Karakteristik Rumusan Masalah

contoh rumusan masalah dan karakternya
contoh rumusan masalah | pexels.com

Dalam rumusan masalah terdapat beberapa karakteristik yang terkandung didalamnya antara lain:

  1. Memuat hubungan variabel

Perumusan masalah umumnya harus jelas dalam memperlihatkan variabel yang hendak ditangani dalam penelitian. Kemudian, pada penelitian juga harus dijelaskan perlakuan terhadap variabel yang ada. Setelah menetapkan variabel dan hubungannya, penelitian tersebut tidak lagi berangkat dari bersifat eksploratif tetapi berangkat dari keadaan kosong.

Peneliti siap dalam keadaan mencari jawaban dan bukan jawaban yang spekulatif. Pertanyaan yang baik merupakan pertanyaan yang tidak sekedar dibuat, tapi juga ditemukan.

  1. Dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam beberapa bentuk pertanyaan

Perumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian yang akan dicari kebenarannya dan jawabannya. sehingga perlu dirumuskan dalam kalimat tanya. Rasa keingin tahun seorang manusia ditandai dengan pengajuan beberapa pertanyaan. Masalah harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, sebagai penunjuk semangat rasa ingin tahu.

Merumuskan masalah sebelumnya dalam bentuk kalimat tanya, seorang peneliti berada dalam posisi siap untuk melakukan langkah-langkah untuk mencari tahu kebenaran dan jawabannya. Pertanyaan masalah mendorong peneliti untuk menentukan metode, merancang desain, memilih teori yang digunakan, merancang alat analisis pengumpulan data, dan merancang teknik yang diperlukan untuk menganalisis data yang dikumpulkan.

  1. Dimungkinkan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan

Masalah yang ditemukan harus dapat diuji secara impiris. Varibel-variabel yang ditemukan mengandung implikasi dan dapat dilakukan pengumpulan data dalam pengujiannya. Variabel yang sangat sulit dalam penemua atau pengumpulan data akan menghambat proses analisis data dan mencari jawaban atas masalah tersebut.

Pada penelitian kualitatif yang mayoritas variabelnya termasuk kedalam data diskriptif mengharuskan kesimpulan terbuka untuk diverifikasi. Verifikasi data dapat dilakukan ketiika pengumpulan data dilakukan secara empiris, objektif, dapat diamati dan terukur. Sehingga, sangat perlu untuk merumuskan permasalahan yang variabelnya dapat dicari datanya.

  1. Posisi moral atau etik tidak dinyatakan

Pertanyaan dalam penelitian ilmiah diharuskan bersifat netral. Masalah moral atau etika yang terkait dengan pernyataan baik-buruk, indah-buruk, sukse-miskin dan lain sebagainya yang sarat akan diskriminasi moralistic perlu dihindari. Seperti contohnya: guru yang jelek, siswa yang kaya, siswa yang buruk dan lain sebagainya perlu dihindari.

  Contoh Pantun

Pertanyaan-pertanyaan yang sedemikian itu merupakan pertanyaan yang tidak baik, secara prosedur validasi datanya akan sulit karena variabel yang ditanyakan bernada rasis atau diskriminasi. Keilmuan harusnya bebas dari nilai-nilai negative dan netral agar tidak bias. Pada penelitian kuantitatif yang erat dengan angkat dan terukur, obejektif serta dapat diuji, variabel bias harus tidak digunakan.

Oleh karena itu, masalah yang hendak dirumuskan tidak boleh bersifat moralistic dan valuatif. Etika, norma dan moral yang sudah melekat pada adat istiadat budaya kita menjadi batasan seorang peneliti agar kriteria variabenya tidak kontroversial.

Sumber Rumusan Masalah

contoh rumusan masalah dan sumbernya
contoh rumusan masalah | istockphoto.com

Sumber rumusan masalah pada suatu penelitian didapatkan dari beberapa sumber satu atau lebih dari sumber. Beberapa sumber yang dijadikan acuan peneliti dalam mencari rumusan masalah antara lain:

Observasi

Observasi merupakan sumber yang paling sering digunakan oleh peneliti karena kaya akan masalah penelitian. Kebanyakan keputusan yang praktis didasarkan atas praduga yang tidak didukung keimpirisan data. Masalah penelitian bisa diangkat dari beberapa hasil observasi atas hubungan tertentu yang masih belum memiliki dasar atas penjelasan atau jawaban yang memadai.

Penyelidikan yang dilakukan kemungkinan menghasilkan teori yang baru, mematahkan teori atau melengkapi teori yang sudah ada. Rekomendasi pemecahan masalah parktis, identifikasi masalah dalam variabel yang belum ada dalam literature jug menjadi hasil penelitian didasarkan observasi.

Deduksi dari teori

Sebuah teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip umum yang kapan saja dapat dipatahkan sebelum dilakukan pengujian empiris. Umumnya teori secara umum dan perkembangan jaman yang semakin maju dapat disanggah atau di sempurnakani atas temuan-temuan yang didapatkan sekarang. Penyelidikan terhadap suatu masalah yang berasal dari teori bermanfaat untuk menjelaskan secara empiris praktik dari teori tersebut.

Kepustakaan

Kepustakaan umumnya berasala dari rekomndasi-rekomendasi peneliti pada hasil laporan penelitiannya. Seorang peneliti memiliki batasan waktu, tenaga dan biaya yang mengakibatkan seluruh masalah tidak dapat dijawab pada waktu tersebut. Sehingga, akan diberikan rekomendasi atau catatan agar peneliti selanjutnya dapat meneruskan hasil penelitian tersebut.

Masalah dari rekomendasi peneliti juga dapat dilakukan penelitian ulang dengan atau tanpa variasi yang membedakan. Tujuannya yaitu menguji jawaban yang telah didapat dan kebenaran yang dinyatakan peneliti sebelumnya. Sehingga, replikasi bisa meningkatkan validitas dari penelitian tersebut.

Masalah sosial

Masalah sosial juga dapat dijadikan sebagai rumusan masalah penelitian. Masalah sosial yang terus berkembang umumnya dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data serta variabel yang muncul akan bersifat dekrifif, objektif ddan subyektif cocok untuk penelitian kualitatif.

Beberapa permasalahan sosial yang terjadi seperti perkelahian siswa antar sekolah dapat dijadikan penelitian tentang efektivitas pendidikan moral disekolah. Selain itu, banyaknya pengangguran lulusan strata 1 dapat dijadikan penelitian kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan perusahaan.

Pengalaman pribadi

Pengalaman-pengalam pribadi yang dirasakan secara langsung dapat dijadikan sebagai rumusan masalah. Masalah tersebut muncul dan dialami oleh kita sendiri sehingga dalam penganalisa data lebih mudah. Akan tetapi sumber ini dapat bersifat subyektif peneliti sehingga perlu dihindari persepsi sendiri.

  Contoh Majas

Hasil pengujian secara empiris atas permasalahan yang muncul pada diri kita akan menjawab serta mendapatakan pemahaman yang lebih mendalam. Seperti contohnya: sarapan pagi terhadap kesehatan diri sendiri dan lain sebagainya.

Situasi praktis

Pada tahap pembuatan keputusan tertentu, seorang peneliti tidak jarang mendesak dalam melakukan penelitian evaluatif. Hasil dari penelitian-penelitian ini sangat membantu untuk dijadikan dasar dalam penelitian selanjutnya. Umumnya penelitian yang didasarkan situasi praktis dalam menjawab masalah secara utuh masih terdapat kekurangan-kekurangan karena keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.

Tujuan Rumusan Masalah

contoh rumusan masalah dan tujuannya
contoh rumusan masalah | freepik.com

Proses penyelesaian dalam rumusan masalah sangat berkaitan dengan kesempurnaan dalam karya tulis ilmiah. Rumusan tersebut memiliki fungsi dan tujuan yaitu:

  1. Menjadi alasan

Tujuan dibuatnya masalah dalam rumusan masalah yaitu untuk menjadi alasan perlu dilakukannya penelitian. Dalam penelitian akan ditampilkan pertanyaan-pertanyaan sebagai rumusan masalah yang bertujuan agar pembaca mengerti gagasan dan tujuan yang akan dicapai, meskipun singkat.

  1. Menjadi pedoman

Adanya rumusan masalah difungsikan sebagai batasan seorang peneliti dalam melakukan penelitiannya. Penelitian pastinya memiliki batasan waktu, tenaga dan biaya, sehingga dengan batasan dalam rumusan masalah peneliti dapat fokus dalam menjawab permasalahan yang ada. Pada skrpsi maupun makalah, proses ini menjadi pedoman dalam menjawab hasil penelitian pada bab pembahasan atau isi.

  1. Menentukan jenis data

Penentuan rumusan masalah bertujuan juga sebagai acuan peneliti memilih alat analisis serta teknik analisis datanya. Adanya rumusan masalah akan memudakan peneliti dalam mengambil instrument penelitian berupa variabel-variabel yang akan diuji dan menjadi batasan penelitian.

  1. Mempermudah dalam penentuan sampel

Adanya rumusan masalah akan mempermudah peneliti dalam mengambil populasi dan sampel penelitian. Karena, populasi yang sangat banyak dengan keterbatasan waktu, biaya dan tenaga perlu dikerucutkan keberbagai kriteria yang ada pada rumusan masalah. Membagi populasi kedalam beberapa bagian dengan ciri dan kriteria masing-masing membuat penelitian lebih terarah dan fokus terhadap permasalahan.

Kriteria Rumusan Masalah dalam Penelitian

contoh rumusan masalah dan kriterianya
contoh rumusan masalah | shutterstock.com

Menurut Kerlinger, (2006) terdapat tiga kriteria dalam menentukan permasalahan yang baik dan pernyataan yang baik pula, berikut ketiganya:

1. Masalah harus mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih, sehingga masalah-masalah yang ada dapat dibuatkan pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

  • Apakah variabel A terikat dengan variabel B?
  • Apakah motivasi belajar mempengaruhi hasil belajarnya?

2. Masalah harus dinyatakan dengan jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang mbigu dan tidak jelas akan menyebabkan pembaca kesulitan dalam memahami tujuan yang ingi dicapai oleh peneliti.

3. Masalah dan pernyataan harus dirumuskan kedalam beberapa cara tertentu yang berkorelasi adanya pengujian yang empiris. Sehingga, ketika merumuskan masalah harus dapat dilakukan pengujian dan pengambilan data.

Teknik Mengidentifikasi Permasalahan dalam Penelitian

Mengidentifikasi masalah dalam penelitian bertujuan untuk mencari masalah yang penting untuk dilakukan penelitian. Banyak sekali masalah yang muncul pada satu keadaan saja, sehingga peneliti harus jeli dan pintar dalam memilih masalah yang akan diangkat dan perlu dicari jawabannya. Identifikasi permasalahan dapat dilakukan dengan pengelompokkan sekaligus memetakan masalah secara sistematis.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika peneliti mengidentifikasi masalah yang ada, antara lain:

  1. Esensial. Artinya masalah yang akan diidentifikasi merupakan masalah dengan urutan yang paling penting diantara masalah-masalah yang ada.
  2. Urgen. Artinya bahwa masalah yang ada merupakan masalah yang sangat mendesak untuk dicarikan jawaban atau penyelesaiannya.
  3. Masalah mempunyai manfaat jika dipecahkan. Setiap masalah yang akan dipercahkan pastinya akan menghasilkan jawaban atau rekomendasi manfaat bagi individu maupun kelompok.
  Contoh Naskah Drama

Kumpulan Contoh Rumusan Masalah

contoh rumusan masalah terlengkap
contoh rumusan masalah | pixabay.com

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan penelitian dan memahami rumusan masalah berikut diberikan beberapa contoh rumusan masalah:

Contoh Rumusan Masalah Panjang

Berikut contoh perumusan masalah dalam sebuah penelitian yang berjudul “Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019”.

A. Latar belakang masalah

Latar belakang penelitian yang berjudul “Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019” adalah sebagai berikut:

  1. Rendahnya prestasi belajar siswa Indonesia di tingkat Asia dan rendahnya indeks sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
  2. Tingginya angka pengangguran dengan lulusan tinggi yang mencerminkan rendahnya pengakuan dunia kerja terhadap lulusan tersebut di Indonesia.
  3. Masih tingginya angka ketidaklulusan siswa pada Ujian Nasional di Surabaya.
  4. Rendahnya motivasi belajar yang membuat mental pendidikan “asal lulus” dan rendahnya budaya kompetisi antar siswa dalam mengejar prestasi.

B. Identifikasi masalah

Beberapa masalah yang berkorelasi dan mempunyai potensi berhubungan dengan prestasi belajar adalah sebagai berikut:

  1. Hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar.
  2. Hubungan antara status ekonomi dengan prestasi belajar.
  3. Hubungan antara life stye dengan prestasi belajar.
  4. Hubungan antara sarana prasarana sekolah dengan prestasi belajar.
  5. Hubungan antara kualitas tenaga pendidik dengan prestasi belajar.
  6. Hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar.
  7. Hubungan antara teman belajar dengan prestasi belajar.

C. Perbatasan masalah

Pembatasan masalah hanya membahas “hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar” untuk diidentifikasi lebih lanjut

D. Perumusan masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019?
  2. Berapa besar tingkat motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP di Surabaya pada tahun 2019?

Contoh Rumusan masalah untuk penelitian

Pada contoh rumusan masalah untuk penelitian kita indikasikan judul penelitiannya yaitu “Pembuatan Biskuit Berbahan Dasar Tepung Ketela Pohon Dan Rumput Laut Guna Memberikan Gizi Cukup Untuk Bayi”. Berdasarkan latar belakang judul tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara mengolah tepung ketela dan rumput laut menjadi biskuit bergizi untuk bayi?
  2. Apakah kelebihan dan kekurangan dari biskuit berbahan dasar tepung ketela dan rumput laut bagi bayi?
  3. Bagaimana meningkatkan nilai ekonomis dari tepung ketela bagi masyarakat?
  4. Bagaimana meningkatkan nilai ekonomis dari olahan rumput laut bagi masyarakat?
  5. Bagaimana mengembangan dan melestarian tepung ketela dan rumput laut sebagai komoditas substitusi di Indonesia?
  6. Bagaimana strategi pengembangan biskuit berbahan dasar tepung ketela pohon dan rumput laut guna memberikan gizi cukup untuk bayi?
  7. Bagaimana persepsi ibu-ibu dengan adanya biskuit berbahan dasar tepung ketela pohon dan rumput laut guna memberikan gizi cukup untuk bayi?

Contoh Rumusan masalah untuk Karya Ilmiah

contoh rumusan masalah yang baik dan benar
contoh rumusan masalah | unsplash.com

Rumusan masalah yang ada pada karya tulis ilmiah (KTI) erat kaitannya dengan solusi yang akan ditawarkan dalam pemecahan masalah. Contohnya yaitu masalah penanganan diare secara tradisonal yang ditawarkan, Maka, betyk rumusan masalah yang ada sebagai berikut:

  1. Apa kandungan serta fungsi daun jambu biji terhadap penanganan sakit diare?
  2. Bagaimana proses pembuatan minuman berbahan daun jambu biji untuk mengobati sakit diare?
  3. Bagaiamana cara mengkonsumsi minuman berbahan daun jambu biji untuk mengobati sakit diare?

Contoh Rumusan masalah untuk Makalah

Rumusan masalah pada makalah umumnya akan berada di bagian awal paragraph dan terletak dilator belakang makalah tersebut. Contoh rumusan masalah pada makalah yaitu sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara mengatasi penyakit gatal-gatal di Pondok Pesantren sehingga mampu menjaga kesehatan santri?
  2. Bagaimana mensosialisasikan daun sirih sebagai obat tradisonal untuk penyakit gatal-gatal di Pondok Pesantren sehinngga memberikan pengobatan alternative bagi para santri?
  3. Bagaimana respon santri di Pondok Pesantren dengan sosialisasi obat alternative berbahan dasar daun sirih untuk penyakit gatal-gatal?

Contoh Rumusan masalah untuk Penelitian Kuantitatif

Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan analitik dan deskriptif dengan menggunakan data statistic. Contoh rumusan masalah pada penelitian kuantitatif antara lain yaitu:

  1. Bagaimana rancangan desain Solar Cell (Pembangkit listrik tenaga surya): Konsep Lampu Solar Cell Sebagai Solusi Kelangkaan Supply Energy Bagi Masyarakat Pedalaman.
  2. Bagimana relevansi penggunaan Solar Cell (Pembangkit listrik tenaga surya): Konsep Lampu Solar Cell Sebagai Solusi Kelangkaan Supply Energy Bagi Masyarakat Pedalaman.

Contoh Rumusan masalah untuk Deskriptif Kualitatif

contoh rumusan masalah dan pengertiannya
contoh rumusan masalah | pexels.com

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan dekriptif melalui pendekatan-pendekatan secara mendalam kepada narasumber. Contoh rumusan masalah dengan latar belakang perkembangan bahasa inggris dalam pendidikan skala nasional. Berikut rumusan masalah yang dapat dibuat:

  1. Bagaimana mewujudkan kebijakan GUBAH secara universal yang dikeluarkan pemerintah untuk membantu meningkatkan kemapuan bahasa inggris untuk masyakat pedesaan?
  2. Bagaimana implementasi kebijakan GUBAH untuk meningkatkan pengaruh yang positif terhadap bahasa inggris bagi masyarakat pedesaan di Indonesia?
  3. Apa kelebihan kebijakan GUBAH dalam umpaya peningkatan kemampuan bahasa inggris untuk masyakat pedesaan yang dikeluarkan oleh pemerintah?

Contoh Rumusan Masalah Makalah Biografi

  1. Bagaimana masa kecil dan masa remaja Ir. Soekarno ?
  2. Bagaimana latar pendidikan Ir. Soekarno ?
  3. Bagaimana keluarga Ir. Soekarno ?
  4. Bagaimana peranan Ir. Soekarno melawan penjajah ?
  5. Bagaimana akhir kehidupan Ir. Soekarno ?

Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

  1. Apakah ada pengaruh dari implementasi kebijakan BPMP2T?
  2. Apakah ada pengaruhnya kompetensi oleh aparatur pada kinerja BPMP2T?
  3. Apakah terdapat pengaruh dari implementasi kebijakan di daerah dan kompetensi aaraturapabila bersama pada kierja BPMP2T?

****

  Contoh Majas

Demikian ulasan dan pemaparan tentang rumusan masalah dalam pembuatan karya tulis, semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu dalam pemahaman dan pembelajaran tentang teknik merumuskan masalah.