Contoh Makalah

Contoh Makalah – Untuk Anda yang masih atau sudah menempuh dunia pendidikan, pasti tak asing lagi dengan nama makalah. Makalah menjadi suatu tugas yang biasanya diberikan sebagai kajian suatu permasalahan. Dalam penyusunan suatu makalah, dibuat dengan menggunakan bahasa-bahasa yang baku disertai dengan istilah-istilah keilmuwan pada bidang ilmu tertentu.

Untuk data yang digunakan dalam penulisan sebuah makalah juga bersifat empiris dan objektif, sehingga pemaparannya tidak dengan sudut pandang subjektif dari penulis yang menyusunnya. Namun dalam beberapa makalah di dunia pendidikan tingkat dasar atau menengah makalah biasanya masih berupa makalah biasa, karena dalam tahap ini masih berupa perkenalan terhadap makalah.

Membuat makalah juga tidak boleh sembarangan, karena ada aturan-aturan yang berlaku dalam penyusunannya, makalah biasanya dibuat berdasarkan permasalahan atau tema yang sudah ditentukan sebelumnya, sedangkan dalam bagian isi nantinya akan menjawab secara ilmiah dan objektif apa yang menjadi permasalahan di awal bab dalam sebuah makalah. Selain itu dalam artikel ini juga akan dipaparkan pengertian makalah, jenis dan karakteristik makalah.

Pengertian Makalah

Sebelum menginjak pada contoh makalah, akan dipaparkan terlebih dahulu pengertian makalah itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makalah diartikan dalam dua hal, yang pertama adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan, selain itu makalah sering disusun untuk diterbitkan. Yang kedua, makalah didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

contoh makalah dan pengertiannya
contoh makalah | unsplash.com

Pengertian lain dari makalah, yaitu suatu karya tulis ilmiah yang membahas sebuah permasalahan dan pembahasan dengan suatu tema tertentu berdasarkan analisis secara objektif dan ilmiah. Makalah ini bisa ditulis oleh seseorang atau kelompok. Kemudian makalah ini biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, sidang maupun simposium.

Jenis-Jenis Makalah

Makalah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Makalah deduktif, adalah makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas. Makalah deduktif ini mengedepankan analisis dengan menggunakan berbagai sumber referensi yang relevan sebagai alat analisis permasalahan yang diangkat.
  2. Makalah induktif, adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari hasil turun langsung ke lapangan. Data yang didapat dari kegiatan turun langsung ke lapangan itu digunakan untuk membuat analisis objektif terhadap permasalahan yang diangkat. Selain itu, penggunaan data harus dipilah berdasarkan tingkat relevansinya dengan pembahasan.
  3. Makalah campuran, sesuai dengan namanya, makalah ini adalah campuran dari makalah deduktif dan makalah induktif, yaitu makalah yang ditulis berdasarkan kajian teoritis sekaligus data empiris yang didapat dari penelitian lapangan berdasarkan relevansi dengan permasalahan.

Sedangkan pada makalah campuran dapat dibagi lagi menjadi 6 jenis:

contoh makalah dan jenisnya
contoh makalah | pixabay.com
  1. Makalah Ilmiah: makalah ini tidak berdasarkan opini atau pendapat dari penulis yang bersifat subyektif. Selain itu makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah.
  2. Makalah Kerja: pada jenis makalah ini opini atau pendapat yang bersifat subyektif dari penulis lebih memungkinkan ada, karena makalah ini diperoleh dari hasil penelitian yang didapatkan langsung dari sebuah proses penelitian serta memungkinkan seorang penulis makalah beragumentasi dari permasalahan yang dibahas.
  3. Makalah Analisis: pada makalah jenis ini, analisis terhadap masalah utama atau tema harus lebih tajam. Sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
  4. Makalah Kajian: pada makalah jenis ini, isi dari makalah biasanya sebagai sarana pemecahan sebuah masalah yang bersifat kontroversial. Jadi dapat dikatakan dalam makalah jenis ini untuk mencari jalan keluar atas sebuah permasalahan yang ada.
  5. Makalah Tanggapan: biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan tanggapan atau reaksi terhadap suatu bacaan.
  6. Makalah Posisi: istilah ini digunakan untuk makalah yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan sebuah permasalahan. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah.

Karakteristik Sebuah Makalah

Sebelum menginjak pada contoh makalah, akan dipaparkan terlebih dahulu bagaimana karakteristik sebuah makalah:

  1. Membahas, menganalisis serta menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  2. Makalah pada umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu perkuliahan, seminar, sidang maupun simposium.
  3. Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan/Pembuka, Isi, dan Kesimpulan/Penutup.

Langkah Membuat Makalah yang Benar

contoh makalah dan karakteristiknya
contoh makalah | pexels.com

Dalam membuat makalah ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya penyusunannya sesuai dengan karakteristik makalah itu sendiri. Sebelum menginjak pada contoh makalah, akan dipaparkan terlebih dahulu bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat makalah:

Pemilihan Topik

Pemilihan topik harus menarik serta mencakup keseluruhan isi makalah dan juga harus relevan dengan berbagai kajian ilmu. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pembaca dapat memahami manfaat dari makalah tersebut sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan. Topik yang biasanya digunakan dalam penulisan makalah antara lain berkutat pada bidang akademis atau mata pelajaran dibangku sekolah seperti Sejarah, Agama, Ilmu Sosial, Geografi, Ekonomi, TIK, Biologi, Fisikia, Kesehatan, dan yang lainnya.

Ada 4 hal yang harus Anda perhatikan dalam menentukan pemilihn topik masalah:

  1. Usahakan memilih topik yang unik dan menarik.
  2. Kemampuan penulis dalam menguasai teori dan kajian masalah pada makalah.
  3. Usahakan memiliki ketersediaan bahan pendukung, referensi dan literatur.
  4. Seberapa besar manfaat dari makalah secara umum.

Pemilihan Bahasa

Dalam penulisan sebuah makalah, perlu diperhatikan mengenai penulisan serta bahasa yang digunakan. Karena sifat dari makalah ini adalah formal, yaitu diterbitkan di dunia pendidikan maka harus menggunakan bahasa baku dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) yang baik dan benar. Untuk ketentuan penulisan makalah untuk cakupan internasional, harus menggunakan Bahasa Inggris agar dapat diterima juga secara internasional.

Penulisan makalah dengan menggunakan bahasa serta penulisan makalah yang baik dan benar juga akan menentukan kualitas dari makalah yang Anda tulis. Jadi hal ini penting juga untuk diperhatikan. Pemilihan kata juga dirasa penting agar pembaca mampu memahami maksud yang ingin Anda sampaikan dalam makalah. Hindari membuat kalimat yang bertele-tele atau sering diulang.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan adanya salah tafsir atau minim pemahaman terhadap esensi makalah yang Anda tulis.  Pemilihan kata harus dengan bahasa baku atau ilmiah serta tepat sasaran, usahakan memilih kata yang tetap informatif. Selain itu, akan lebih baik jika setiap penjelasan yang Anda tulis juga disertai dengan contoh nyata sehingga akan memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari tulisan dalam makalah.

Susunan Kerangka Makalah

  1. Cover/ Sampul

Bagian depan dalam sebuah makalah atau cover ini memuat judul makalah serta nama penulis, logo lembaga/institusi, tempat serta tahun terbit. Nama penulis haru menggunakan nama asli, serta ditulis nama lengkap tanpa disingkat serta tanpa menyebutkan gelar. Kemudian nama instansi atau lembaga ini ditulis tempat penulis bekerja atau menempuh jenjang studi (nama sekolah/ perguruan tinggi).

Untuk penulisan nama penulis tidak diperlukan menggunakan huruf kapital, cukup huruf kapital di awal kata. Namun untuk penulisan keterangan nama instansi perlu menggunakan huruf kapital dengan dicetak tebal. Tahun terbit adalah tahun pada saat makalah telah selesai dalam proses penelitian dan penulisan makalah, yang kemudian diterbitkan untuk umum.

Judul yang ditampilkan harus judul jelas dan singkat namun menjelaskan isi dari penelitian dalam makalah tersebut. Pemilihan judul ini juga harus menarik namun spesifik, karena pembaca akan lebih sering membaca judul terlebih dahulu sebelum membaca isi makalah. Judul pada halaman sampul menggunakan huruf kapital dan tebal dengan menggunakan jenis huruf yang bisa digunakan yaitu “Times New Roman” dengan besar font sebesar 14, ditulis dengan pengaturan paragraf rata tengah.

Berikut ini adalah beberapa cover makalah yang bisa dilihat sebagai contohnya:

contoh makalah dan covernya
contoh cover makalah 1 | slideshare.net
contoh cover makalah terbaik
contoh cover makalah 2 | slideshare.net
  1. Abstrak

Abstrak merupakan sebuah ringkasan dari keseluruhan isi makalah, dalam abstrak ini terdiri dari penjelasan singkat mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian yang digunakan, teori, metode penelitian, hipotesa serta hasil penelitian yang ditulis secara ringkas dan padat. Jangan membuat kalimat yang panjang dan bertele-tele, karena dalam abstrak Anda diharuskan menyusun makalah secara ringkas, menyeluruh dan mudah dipahami oleh pembaca.

Abstrak ditulis dengan dua bahasa, yaitu menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk penulisan abstrak dalam Bahasa Indonesia ini maksimal adalah 250 kata, sedangkan untuk Bahasa Inggris 200 kata, jadi hanya sekitar 1 lembar saja. Jika Anda ingin menerbitkan makalah pada skala nasional, abstrak Bahasa Indonesia berada di depan abstrak Bahasa Inggris. Sedangkan jika skala internasional, maka Anda harus meletakkan abstrak dalam Bahasa Inggris pada halaman awal sebelum abstrak dalam Indonesia.

Setelah itu dalam abstrak ini juga tredapat kata kunci yang terletak di bagian akhir paragraf, dan harus sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam asbtrak. Kata kunci ini terdiri dari 3 sampai 5 kata. Pemilihan kata kunci ini juga didasarkan pada kata inti yang ada dalam makalah anda. Kata kunci ini menunjukkan rangkuman atau kata yang utama dalam makalah penelitian Anda.

  1. Daftar Isi
  Contoh Paper

Daftar isi memuat informasi halaman dari isi makalah. Penulisan daftar isi dalam makalah sama dengan penulisan daftar isi pada umumnya, dengan tujuan untuk memudahkan penulis mencari setiap bab dan sub-bab dalam makalah yang akan dibaca. Tentunya dalam daftar isi ini harus diberikan keterangan halaman agar memudahkan pembaca menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar isi juga memuat daftar gambar dan daftar tabel (jika ada).

  1. Kata Pengantar

Dalam kata pengantar ini mencakup tema dan judul apa yang digunakan, karena pada intinya kata pengantar ini harus memuat keseluruhan isi makalah secara menyeluruh namun bersifat umum. Selain itu dalam kata pengantar, penulis juga mencantumkan secara singkat ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan ucapan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyelesaian makalah

Selanjutnya pada bagian akhir kata pengantar, Anda juga diperbolehkan menuliskan harapan penulisan makalah tersebut ataupun penulisan makalah selanjutnya secara singkat, manfaat bagi pembaca, kemudian tuliskan juga jika Anda menerima masukan berupa kritik dan saran dari pembaca. Serta pencantuman nama lengkap penulis, tempat dan tanggal atau tahun penulisan makalah tersebut.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bahasan awal makalah yang dijabarkan berdasarkan masalah utama penelitian di dalam makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis, namun juga dapat ditambahkan referensi yang mendukung. Pendahuluan tidak perlu ditulis secara luas dan lebar, namun harus mencakup esensi umum dari makalah Anda. Dalam penulisan pendahuluan ini juga harus ada penjelasan secara umum mengenai topik atau masalah utama.

Selain itu, dalam pendahuluan ini Anda juga harus menjelaskan secara singkat tujuan dari penulisan makalah. Dalam penulisan pendahuluan, Ana dapat menjelaskan mengenai pokok permasalahan awal yang ditemui secara umum, permasalahan yang dimaksud adalah masalah yang ditemukan dan akan diteliti dalam makalah tersebut.

Di dalam pendahuluan, mencakup sub-bab penting dalam makalah. Biasanya di dalam pendahuluan terdapat tiga poin penting yang menjadi sub-bab yaitu Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan Penelitian, yang nantinya juga akan dijabarkan di contoh makalah di bagian bawah artikel ini.

  1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan secara umum permasalahan yang ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti kemudian di analisis dalam sebuah makalah. Latar belakang ditulis penjelasan yang umum dan mudah dimengerti. Dapat pula dijelaskan dari awal hal yang ingin diteliti kemudian masalah yang perlu untuk dianalisis.

Latar belakang juga menjelaskan fakta-fakta, maupun temuan penelitian sebelumnya, dan referensi yang penulis temukan, selain itu juga menjabarkan alasan yang membuat Anda ingin meneliti permasalahan tersebut. Berikan alasan penelitian yang unik dan jarang ditulis oleh penulis yang lainnya.

Dibagian latar belakang ini juga dijabarkan secara singkat pendekatan serta landasan teori yang digunakan untuk menganalisis dan menelaah permasalahan yang ditemukan. Kemudian juga jelaskan secara singkat metode yang digunakan dalam menganalisis permasalahan yang ditemukan nantinya.

Dalam penulisan latar belakang ini dapat ditulis dengan piramida terbalik, yaitu mengerucut ke bawah. Pada bagian awal penulis menjelasakan secara luas dan umum gambaran permasalahan kemudian lama-kelamaan dikerucutkan menjadi poin permasalahan krusial, serta ruang lingkup yang ingin diteliti.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah berisi pokok masalah utama yang ditemukan. Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan padat, tidak lebih dari satu paragraf dan berisi poin-poin pertanyaan tentang masalah yang akan diteliti. Poin pertanyaan yang biasa digunakan yaitu antara 2 sampai 3 pertanyaan.

Rumusan masalah merupakan hasil pengerucutan dari bahasan pada latar belakang yang telah diulas sebelumnya. Cara membuat rumusan masalah yang baik adalah sebelum menulis latar belakang, karena dalam latar belakang dijelaskan secara singkat mengenai jawaban dari rumusan masalah yang digunakan namun secara umum. Jadi setelah menentukan topik, Anda dapat membuat rumusan masalah terlebih dahulu.

Tujuan penulisan rumusan masalah ini sangat penting, karena menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan, penelitian yang dilakukan harus menjawab rumusan masalah yang sudah ada secara lengkap sesuai data yang diperoleh. Karena itu rumusan masalah berfungsi sebagai pedoman dan penentu arah penelitian.

  1. Tujuan Penelitian
contoh makalah dan kerangkanya
contoh makalah | pexels.com

Tujuan penelitian ini harus ditulis sesuai dengan rumusan masalah yang sudah ada, tujuan penelitian juga berisi manfaat dari penelitian yang dilakukan. Pada dasarnya manfaat ini ditujukan untuk pembaca. Tujuan penelitian biasanya ditulis secara singkat dan menggambarkan serta mendeskripsikan manfaat penelitian kepada pembaca.

  1. Isi

Dalam isi makalh ini berisi uraian pokok dari masalah utama da topik makalah. Isi menjelaskan tentang definisi permasalahan, pemilihan teori sebagai alat analisis, penelitian yang dilakukan, metode penelitian yang digunakan, tempat penelitian, sasaran penelitian, serta penjabaran hasil data-data yang diperoleh di lapangan. Data yang diperoleh bisa merupakan data kualitatif maupun data kuantitatif.

Isi ini menjadi bagian penting dalam penulisan sebuah makalah, karena inti dari penelitian akan dijabarkan secara luas dan lengkap di dalam isi makalah. Dalam isi ini nantinya akan dibagi menjad beberapa subbab sesuai dengan apa yang akan dijabarkan. Jika data dilakukan dengan proses wawancara dan menggunakan metode kualitatif, maka penulis bisa mencantumkan kutipan hasil pembicaraan dengan narasumber.

Namun jika data penelitian berupa data kuantitatif dapat mencantumkan hasil penelitian berupa daftar tabel berisi angka atau hal-hal yang bersifat numerik yang kemudian harus dianalisis menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu, metode penelitian dapat dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi serta pengambilan data lain yang relevan di lapangan.

  1. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan penjabaran dari hasil penelitian yang sudah dilakukan. Hasil penelitian diperoleh dari data-dat di lapangan yang sudah dijabarkan secara lengkap dalam subbab hasil penelitian. kemudian di kesimpulan ini dijabrakan kembali secara singkat dan menyeluruh. Kesimpulan juga harus ditulis sesuai supaya pembaca dapat menangkap hasil penelitian secara maksimal dan paham akan hasil dari penelitian yang ditulis.

Kesimpulan bisa ditulis sesuai dengan hipotesa namun bisa juga tidak sesuai dengan hipotesa awal sehingga muncul sebuah kesimpulan baru dari rumusan masalah yang telah dijabarkan dalam makalah tersebut. Kesimpulan juga menjelaskan apakah penelitian yang sudah dilakukan dapat menjawab rumusan masalah atau masih diperlukan penelitian lanjutan

  1. Saran

Saran lebih ditujukan penulis kepada pembaca. Saran diperoleh dari kesimpulan penelitian dan manfaat penelitian yang sudah ada dibagian awal, jika ada manfaat penelitian yang masih kurang sempurna atau belum terjawab, maka tuliskan kembali menjadi sebuah saran yang dapat dilakukan untuk penelitian selanjutnya.Tujuan atau harapan yang ditulis dalam saran adalah agar pembaca mampu menerapkan atau menggunakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dalam aplikasinya secara langsung.

  1. Penutup

Penutup berisi harapan penulis kepada pembaca yaitu agar penelitian tersebut bermanfaat untuk pembaca baik dalam penelitian yang akan dilakukan maupun sebagai sumber referensi yang relevam. Penulis juga memberikan kesan dan pesan serta ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung penulis atas kontribusi nya untuk menyelesaikan makalah penelitian. Penutup juga menjelaskan kekurangan dan kelebihan mengenai penulisan makalah dan proses turun lapang .

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka dalam sebuah makalah sama dengan daftar pustaka pada umumnya. Daftar pustaka harus dibuat sesuai aturan yang ada. Daftar pustaka ini berisi daftar referensi-referensi yang dicantumkan atau dipergunakan dalam penyusunan makalah Anda, jadi setiap menggunakan referensi, Anda harus mencatatnya dan masukkan dalam daftar pustaka makalah Anda. Daftar pustaka berisi referensi yang dapat diperoleh dari jurnal maupun buku.

Kemudian dalam penulisan daftar pustaka harus disusun secara sistematis serta diurutkan secara sistematis berdasarkan abjad menurut nama pengarang. Daftar pustaka terdiri atas nama pengarang, tahun terbit jurnal/buku, judul publikasi, penerbit dan tempat diterbitkan. Pengaturan penulisan nama dalam daftar pustaka dengan cara dibalik, yaitu dengan ketentuan nama belakang harus ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh nama depan.

Contoh Makalah yang Baik dan Benar

kumpulan contoh makalah
contoh makalah | pixabay.com

Dalam bagian ini akan dipaparkan secara singkat contoh makalah yang umum dipakai, Anda dapat menggunakan contoh ini sebagai acuan menulis makalah secara lengkap. Dalam contoh makalah ini akan ditulis mulai dari pendahuluan hingga penutup.

Contoh Makalah Singkat Pendek

Latar Belakang

Di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang terdapat kelompok sapi perah yang menangani mengenai peternakan sapi perah, kelompok ini sudah berdiri sejak tahun 2008 yang lalu dengan jumlah anggota sekitar 40 orang. Seiring berjalannya waktu ada beberapa anggota dari kelompok sapi perah yang mengalami penurunan produksi dari hasil sapi perah, hal ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adanya sapi yang sakit, hal ini kemudian mengakibatkan anggota kelompok sapi perah banyak yang mencari pekerjaan sampingan selain menjadi peternak sapi perah. Bantuan dari dinas peternakan dan KUD Abadi sebagai pengelola susu dalam kelompok sapi perah ini sangat dibutuhkan, baik pengadaan program pemberdayaan maupun penyuluhan secara sosial bagi peternak.

Rumusan Masalah

Bagaimana peran pemerintah desa dalam mengembangkan kelompok sapi perah sebagai pengembangkan ekonomi masyarakat di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang?

Bagaimana Praktik Sosial kelompok sapi perah?

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam mengembangkan kelompok sapi perah

Untuk melihat praktik sosial kelompok sapi perah

Teori

Dalam penulisan makalah ini digunaka teori Praktik Sosial dari Anthony Giddens. Dimana Praktik sosial dilakukan antara struktur dan agen, dimana hubungan di antara keduanya digambarkan saling mengandaikan (dualitas). Keduanya tidak dipandang berdiri sendiri sebagai satu per satu bagian. Penelitian ini akan mengaitkan pemberdayaan program bantuan sapi perah yang dilakukan oleh kelompok sapi perah dengan teori strukturasi yang dijelaskan oleh Giddens tersebut. Pemberdayaan ini dibuat tentu tidak dijalankan oleh struktur itu sendiri. Di sini agen mempunyai peran untuk menjalankannya. Agen dalam penelitian ini merujuk kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberdayaan

Metode

Dalam peneliltian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan alasan dalam penelitian ini berusaha menjelaskan fakta-fakta mengenai usaha pemberdayaan kelompok sapi perah yang dilakukan pihak pemerintah maupun pihak dari kelompok sapi perah itu sendiri serta meneliti kejadian itu secara mendalam, yakni menggali informasi sebanyak-banyaknya.

Hasil Penelitian

Praktik sosial yang terjadi dalam pemberdayaan ini dimulai dengan pola yang runtut, dimana pada awalnya Dinas Peternakan memiliki kebijakan adanya anggaran rencana program kerja tahunan salah satunya program peningkatan produksi hasil peternakan berupa kegiatan pembibitan dan perawatan ternak telah memiliki kekuatan hukum tetap yang menjadikan legitimasi dari dinas Peternakan untuk melakukan praktik pemberdayaan. Rangkaian tindakan tersebut berjalan terus-menerus dan berulang sehingga muncullah praktik sosial. Praktik sosial ini tentunya tidak terlepas dari ruang dan waktu yang melekat pada saat suatu tindakan tersebut dilakukan. Pada kenyataannya, adanya bantuan sapi perah yang diadakan memang mengarahkan masyarakat untuk bisa mempunyai modal usaha guna meningkatkan kesejahteraan.

Kesimpulan

Praktik yang dilakukan oleh masyarakat desa Wringinanom tergolong kurang berjalan secara efektif. Kelompok peneliti menyatakan tindakan praktik pemberdayaan kelompok sapi perah tidak efektif dikarenakan bedasarkan data yang ditemukan di lapangan, masyarakat desa Wringinanom yang tergabung dalam kelompok sapi perah desa, tidak mendapatkan profit yang cukup memadai untuk menunjang kehidupan mereka baik secara sosial maupun secara fisik atau finansial.

Saran

  • Untuk penelitian selanjutnya dapat melihat kekuasaan yang ada dalam pengelolaan sapi perah.
  • Untuk pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kondisi pengelola dengan cara peningkatan Sumber Daya Manusianya.
  • Itu tadi cara membuat makalah beserta contoh makalah secara singkat, semoga bermanfaat dan dapat Anda jadikan referensi terbaik. Terimakasih.

Contoh Makalah Pertanian

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena denga rahmat-Nya, saya sebagai penyusun dapat menyelesaikan pembuatan Karya Tulis Sederhana ini dengan baik.

Karya Tulis Sederhana ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui manfaat dan pembudidayaan Jambu Biji.

Makalah ini menguraikan tentang “Budidaya Jambu Biji, Buah Multimanfaat”. Dipilih karena penyusun sering menjumpai masyarakat yang hanya bisa memakan buahnya saja dan tidak tau darimana dan bagaimana buah jambu biji berasal. Oleh karena itu dalam makalah ini akan diuraikan langkah-langkahnya.

Penyusun menyadari masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan dalam menyusun makalah ini. Maklum karena penyusun masih dalam tahap belajar.

Penyusun,

Rizal Buldhan Fauzi

DAFTAR ISI

· KATA PENGANTAR……………………………………………………………………. i
· DAFTAR ISI………………………………………………………………………………. ii
· BAB I PENDAHULUAN
a) Latar belakang………………………………………………………………… 1
b) Rumusan Masalah…………………………………………………………… 2
c) Tujuan…………………………………………………………………………….2
d) Manfaat…………………………………………………………………………. 2

· BAB II PEMBAHASAN
a) Sejarah singkat jambu biji………………………………………………… 3
b) Manfaat jambu biji………………………………………………………….. 4
c) Klasifikasi dan Jenis tanaman Jambu Biji…………………………….. 6
d) Persyaratan tumbuh tanaman Jambu Biji…………………………… 7
e) Budidaya tanaman Jambu Biji…………………………………………… 7

· BAB III PENUTUP
a) Kesimpulan…………………………………………………………………….11
b) Saran…………………………………………………………………………….11

· DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Siapa yang tidak mengenal jambu biji ?, semua pasti kenal dan pernah merasakan rasanya jambu biji. Jambu biji adalah salah satu buah yang paling terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dari balita sampai lansia.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari jambu biji. Dari mulai buahnya, daunnya, sampai pohonnya. Tetapi masyarakat hanya tau rasa buahnya saja. Tidak tahu manfaat atau proses budidaya pohonnya sampai berbuah.

Menurut penyusun seharusnya masyarakat mengerti dan tahu cara pembudidayaan jambu biji, karena apabila sudah berbuah kita tidak perlu lagi membeli jambu biji dipasaran yang belum tentu terjamin kesegarannya.

Apabila kita sudah tahu cara pembudidayaannya secara tidak terasa akan menjadi suatu hobby ataua bahkan suatu pekerjaan yang dapat menjanjikan keuntungan.

I.2. Rumusan Masalah

Untuk membatasi penguraian pembahasan, maka penyusun membuat beberapa rumusan masalah berupa pertanyaan yaitu:
1. Apakah kandungan yang ada dalam jambu biji?
2. Mengapa masyarakat tidak bisa membudidayalan jambu biji dengan baik?
3. Bagaimana cara pembudidayaan jambu biji dengan baik?

I.3. Tujuan

Sesudah membaca makalah ini pembaca diha-rapkan dapat:
a. Mengambil manfaat dengan baikdari jambu biji
b. Dapat membudidayakan jambu biji dengan baik

I.4. Manfaat

Dalam makalah ini penyusun berharap pembaca dapat mengambil manfaat dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah singkat jambu biji

Jambu biji merupakan salah satu tanaman yang bernilai komoditas tinggi. Tanaman jambu biji berasala dari negara Brazil di benua Amerika selatan. Menyebar ke negara Asia melalui Thailand, kemudian masuk ke Indonesia. Hingga saat ini jambu biji telah di budidayakan dan menyebar luas didaerah-daerah Jawa.

Jambu biji disebut juga Jambu Klutuk (Bahasa Jawa), Jambu Siki, atau Jambu Batu yang dalam bahasa Latin disebut Psidium Guajava. Tanaman jambu biji merupakan tanaman yang mampu menghasilkan buah sepanjang tahun dan mampu tahan terhadap beberapa hama dan penyakit.

Tanaman jambu biji telah dikembangkan dibanyak negara, sperti India, Malaysia, Brazil, Filipinha, Australia, Jepang, dan Taiwan. Negara sengan jumlah Ekspor jambu biji terbanyak adalah Thailand.

B. Manfaat Jambu Biji

Sebagai salah satu tanaman perdu, Jambu biji bermanfaat sebagai peneduh dan tanaman hias. Selain menghasilkan buah yang lezat untuk dinikmati, juga mampu membuat pekarangan sejuk. Kayu dari jambu biji juga sangat bermanfaat. Kayunya yang padat dan licin dapat dipergunakan sebagai bahan kerajinan misalnya ukiran dan patung.

Sisa pembakaran dari kayu jambu biji yang berupa arang yang dapat dipergunakan untuk media pembakaran karena menghasilkan nyala api yang tahan lama, asapyna sedikit, dan sangat panas.

Manfaat lain dari tanaman jambu biji yaitu:

  1. Sebagai makanan buah segar maupun olahan
  2. Daun atau akarnya juga dapat dibuat berbagai alat dapur karenan memiliki kayu yang kuat dan keras.

Manfaat untuk kesehatan adalah untuk mengobati:

  1. Disentri
  2. Diare
  3. Kencing Manis
  4. Kurap

C. Klasifikasi jenis tanaman Jambu Biji

Tanaman jambu biji mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berbunga sepanjang tahun
  2. Berbunga sempurna
  3. Daunnya berbentuk bulat telur
  4. Termasuk tumbuhan tunggal
  5. Buah jambu berbentuk bulat atau bulat lonjong dengan warna kulit ketika masih muda hijau dan pada saat matang berwarna kuning.

Berdasarkan Jenisnya, jambu biji dikelompokkan menjadi:

  1. Jambu sari
  2. Jambu biasa/ Jambu pasar minggu
  3. Jambu bangkok
  4. Jambu sukun
  5. Jambu apel
  6. Jambu merah getas

D. Persyaratan tumbuh tanaman jambu biji

1. Keadaan Iklim

  • a. Iklimnya harus beriklim trpois
  • b. Intensitas curah hujan rata-rata 1000-2000 mm/ tahun
  • c. Suhu rata-rata 23-28oC
  • d. Kelembapan udara rendah

2. Keadaan tanah

  • a. Harus mempunyai struktur tanah genbur
  • b. Banyak mengandung undur nitrogen
  • c. Mengandung pasir, serta agak liat
  • d. Kedalaman air tanah sekitar 50-200 cm

E. Budidaya tanaman jambu biji

1. Persiapan Lahan Tanam

Tanaman jambu biji memerlukan tanah yang subur dan banyak menandung unsur Nitrogen. Tanah yang akan ditanami jambu biji dapat dibuat sengkedan apabila didaerah perbukitan.

Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan bajak atau cangkul agar sirkulasi udara dapat merata. Setelah digemburkan, tanah diberi pupuk kandang dengan takaran 40 kg/m2.

Selanjutnya tanah dibuat menjadi bedengan dengan ukuran 1,2 m. Adapun panjangnya menyesuaikan dengan lahan yang akan dimanfaatkan sebagai media tanam.

Apabila memungkinkan bedengan dibuat membujur dari arah utara ke selatan agar mendapat banyak sinar matahari pagi. Secara umum jarak antartanaman berukuran 4×4m, lubang tanam berukuran 75cm × 75cm ×75cm. Lebih baik pembuatannya dilakukan pada awal musim kemarau atau 15 hari sebelum penanaman bibit. Hal ini bertujuan untuk menghindari keasaman tanah sekaligus menggemburka tanah. Lubang dibiarkan terbuka selama ! minggu agar memperoleh sinar matahari dan angin. Diharapkan dengan adanya sinar matahari dan angin yang cukup akan mampu mematikan rumput dan jasad renik pengganggu tanaman budidaya.

#Cara Penanaman dan Perawatan

Penanaman bibit jambu biji sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Diusahakan dalam setiap petak hanya terdiri dari satu jenis varietas jambu biji, supaya kualitas dan keunggulannya jelas. Setelah kurang dari lebih 1 minggu lubang dibiarkan terbuka, lubang ditutup dengan susunan tanah dikembalikan seperti semula. Terlebih dahulu tanh dicampur ±20 liter pupuk kandang matang. Apabila tanah yang berada dilubang galian telah menurun , bibit siap ditanam (terjadi kira-kira 2 minggu).

Bibit jambu biji agar dapat tumbuh dengan baik perlu dipasang ajir dan diikat dengan tali agar tidak roboh tertiup angin. Lakukan penyiraman bibit tanaman 2 kali sehari. Pada musim hujan bibit jambu biji tidak memerlukan penyiraman.

Kondisi lahan penanaman jambu biji memerluka perawatan. Adanya tanaman pengganggu seperti gulam, dan rumput dapat mempengaruhi perkembangan bibit jambu biji. Apabila ditemui segera tanaman pengganggu tersebut disiangi. Penyiangan disesuaikan dengan lebar tajuk tanaman. Untuk tanaman yang masih kecil biasanya berdiameter 0,5-1 m. Adapun penyiangan dlakukan antara diameter 1,5 -2 m dan untuk yang berukuran besar lebih dari 2m.

Penyiangan dapat juga disertai dengan pembalikkan dan penggemburan tanah agar tetap lunak sehingga udara dapat masuk kedalam tanah. Keiatan ini dapat dilakukan setiap satu bulan sampai tanaman lebih kuat.

2. Pemupukan

Lahan tempat budidaya tanaman jambu biji perlu dijaga kesuburannya. Kesuburan lahan adalah salah satu jaminan tanaman jambu biji dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah secara optimal. Pemupukan merupakan cara untuk mempertahankan kesuburan lahan secara alami. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman sebenarnya telah ada didalam tanah, namun jumlah unsur harany terbatas. Keterbatasan unsur dapat diatasi dengan pemberian pupuk. Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorganik.

Pupuk kandang mempunyai beberapa keunggulan yaitu:

  • a) Banyak mengandung unsur P, N, dan S
  • b) Tanah dapat terjaga kesuburannya,
  • c) Unsur hara dapat sisediakan secara bertahap
  • d) Penguraian bahan organik dapat terbantu sehingga nutrisi tanaman dapat terpenuhi.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari makalah ini dapat kita simpulkan bahwa jambu biji memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apabila kita sudah tahu dan mengerti cara pembudidayaan tanaman jambu biji secara langsung ataupun tidak langsung kita selaku pembudidaya akan menerima manfaat.

B. Saran

Disarankan kepada pembaca agar langkah-langkah pembudidayaan dilakukan secara bertahap agar dapat didapatkan hasil yang baik, dan juga bisa diterapkan di bukan hanya disekolah ataupun penelitian, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat

DAFTAR PUSTAKA

  • Rahyu. T. Puji, 2007. Pembudidayaan jambu biji, Buah multi manfaat. Semarang: CV Aneka Ilmu.

Contoh Makalah Filsafat

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Secara historis filsafat merupakan induk ilmu, dalam perkembangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya. Filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah tersebut. Sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batas-batas wilayahnya, dengan tetap dikritisi secara radikal. Proses atau interaksi tersebut pada dasarnya merupakan bidang kajian Filsafat Ilmu, oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu, sehingga ilmu tidak menganggap rendah pada filsafat, dan filsafat tidak memandang ilmu sebagai suatu pemahaman atas alam secara dangkal.

Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan kajian filosofis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ilmu, dengan kata lain filsafat ilmu merupakan upaya pengkajian dan pendalaman mengenai ilmu (Ilmu Pengetahuan/Sains), baik itu ciri substansinya, pemerolehannya, ataupun manfaat ilmu bagi kehidupan manusia. Pengkajian tersebut tidak terlepas dari acuan pokok filsafat yang tercakup dalam bidang ontologi, epistemologi, dan aksiologi dengan berbagai pengembangan dan pendalaman yang dilakukan oleh para ahli.

Rumusan Masalah

  • Bagaimana pengertian filsafat ?
  • Bagaimana pengertian Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi ?
  • Bagaimana sejarah filsafat barat dan filsafat Islam ?

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Filsafat

Pengertian filsafat bermula dari munculnya kesadaran manusia akan potensi akal budinya. Mnculnya filsafat mulai dari tahun 1200 SM di Tiongkok, kemudian juga ke India dan Yunani. Namun dalam berbagai literatur, latar belakang pemikiran filsafat mengacu ke Yunani kuno. Tokoh-tokoh filsuf kondang, juga dirujuk ke kawasan ini, termasuk pengertian filsafat itu sendiri.

Memang selain di Yunani kuno, berbagai kawasan sudah terdapat peradaban-peradaban yang lebih tua yang berusia ribuan tahun seperti yang dijumpai di Asyyria, Babylonia, Mesir, dan Persia. Namun mereka masih memandang manusia sebagai makhluk remeh yang menyembah dewa dan raja-raja dengan kekuasaan absolut. Pandangan ini berbeda dengan pandangan orang Yunani mengenai harkat manusia. Mereka berkeyakinan bahwa manusia itu makhluk luhur, yang mempunyai kebebasan. Melalui pandangan seperti ini pula tampaknya, Yunani kuno mampu melahirkan pemikiran filsafat seperti yang dikenal sekarang.

Dikemukakan bahwa kata filosofi (phylosophy) yang diambil dari kata Yunani yaitu Phylo (suka, cinta) dan shopia (kebijaksanaan). Dengan demikian, filsafat berarti : cinta kepada kebijaksanaan. Berangkat dalam makna kata ini pula rujukan dari pengertian filsafat itu, seperti dalam bahasa inggris love of wisdom, dan bahasa arab muhibb al-hikmah, serta dalam bahasa belanda wijsbegeerte.

Pengertian etimologis ini tidak terhenti pada sebatas makna kata semata. Para pakar dalam bidang kajian filsafat memperluas makna yang terkandung dari kata asalnya itu. Pengembangan makna yang serupa juga dikemukakan John S. Brubacher dan dogabel runes. Bahwa pengertian filsafat secara etimologis cukup banyak.

John Brubacher mengemukakan, filsafat berasal dari kata Yunani filos dan sofia yang berarti cinta kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu dapat diartikan cinta belajar pada umumnya, dalam proses pertumbuhan sains hanya ada didalam apa yang kita sebut sekarang filsafat. Karena itu sering dikataka filsafat adalah sebagai induk atau ratu ilmu pengetahuan.

Ada yang mengemukakan bahwa filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam yang biasa diterima secara tidak kritis. Filsafat juga diartikan sebagai suatu proses kritik terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Lalu ada yang mengatakan filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Kemudian filsafat juga adalah sebagai analisis logis dari bahasa, serta penjelasan arti dari konsep. Sedangkan pendpat lain mengemukakan bahwa filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapatkan perhatian dari manusia yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.

Secara umum filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk  memperoleh kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat yang  menanyakan hakikat atau sari atau inti atau esensi segala sesuatu. Filsafat adalah ilmu yag mencari sebab yang sedalam dalamnya bagi segala sesuatu yang ada . kemudian filsafat diartikan sebagai cara berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam dalamnya.

Filsafat adalah refleksi rasional keadaan untuk mencapai hakikat dan memperoleh hikmah. Dan dalam pandangan Harold Titus, filsafat, dengan bekerja sama denga ilmu-ilmu lainnya, dapat memainkan peran yang sentral dalm memimpin kita ke arah keinginan-keiginan dan aspirasi-aspirasi baru. Selanjutnya Harold Titus merinci pengertian filsafat sebagai berikut:

  1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang bisa diterima secara kritis.
  2. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yag sngat kita junjung tinggi.
  3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan.
  4. Filsafat adalah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.
  5. Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapatkan perhatian dari manusia dan dicari jawabanya oleh ahli filsafat.

Awalnya pokok permasalahan yang dikaji filsafat mencakup tiga segi, yakni logika, etika, dan estetika. Lima cabang utama filsafat kemudian ke cabang-cabang yang lebih spesifik, termasuk filsafat ilmu. Adapun cabang cabang yang dimaksud adalah 1) filsafat ilmu pengetahuan; 2) filsafat moral; 3) filsafat seni; 4) metafisika; 5) filsafat pemerintah; 6) filsafat agama; 7) filsafat ilmu; 8) filsafat pemerintahan; 9) filsafat hukum; 10) filsafat sejarah; 11) filsafat matematika.

Ciri-ciri pemikiran filsafat:

  1. Deskriptif
  2. Kritis dan Analitis
  3. Evaluatif atau Normatif
  4. Spekulatif
  5. Sistematis
  6. Mendalam
  7. Mendasar
  8. Menyeluruh

Kebenaran yang dihasilkan oleh filsafat, selain bersifat abstrak, juga spekulatif. Dengan berbekal kearifan filsafat, manusia belum mampu mengatasi dan memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat kenkret. Filsafat mengerti apa yang seharusnya menjadi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi filsafat tidak mampu mengetahui bagaimana cara mengadakannya. Melalui lembaga ilmu pengetahuan, manusia dapat mengupayakan hasil yang bersifat konkret empirik, dan didasarkan atas fakta apa adanya. Hanya dengan ilmu pengetahuan, maka kebutuhan maka kebutuhan manusia yang bersifat nyata, konkret, dan khusus, dapat dipenuhi. Di rangkaian “penjelajahan” ini pula rasa ingin tahu manusia dalam upaya menemukan kebenaran melahirkan lembaga baru, yakni ilmu pengetahuan.[1]

Pengertian Ontologi, Epistimologi, Dan Aksiologi

a. Ontologi

Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal mula alam pikiran Yunani telah menunjukan munculnya perenungan dibidang ontologi. Dalam persoalan ontologi orang menghadapi persoalan bagaimanakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini ? Pertama kali orang dihadapkan pada adanya dua macam kenyataan yang berupa materi dan rohani.

Ontologi berasal dari kata Yunani on (ada), dan ontos berarti keberadaan. sedangkan logos berarti pemikiran. Jadi ontologi adalah pemikiran mengenai yang ada dan keberadaanya. Kata onto berarti “yang ada secara nyata”, kenyataan yang sesungguhnya. Ontologi adalah ilmu yang mengkaji tentang hakikat ilmu. Hakikat apa yang dikaji. Dikemukakan pula bahwa ontologi ilmu yang mengkaji apa hakikat ilmu pengetahuan, kebenaran rasional, kebenaran deduktif, dan kenyataan empiris yang tidak lepas dari persepsi tentang apa dan bagimana (yang) “ada” itu.[2]

Ontologi adalah telaah secara filsafat yang ingin menjawab objek apa yang ditelaah oleh ilmu? Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan objek tersebut dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa, dan mengindra) yang membutuhkan pengetahuan?.

Menurut Neong Muhadjir ontologi membahas tentang yang ada, yang universal. Sedangkan menurut Jujun S. Suriasumantri ontologi membahas apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu. Sementar A. Dardiri mengatakan ontologi adalah menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang berbeda.

Dalam pemahaman ontologi dapat diketemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut:

  1. Monoisme. Paham ini menganggap bahwa hakikat asal dari seluruh kenyataan itu hanyalah satu saja, tidak mungkin dua.
  2. Dualisme. Aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagi sumbernya, yaitu hakikat materi dan hakikat ruhani, benda dan ruh, jasad dan spirit.
  3. Pluralisme. Pandangan ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan.
  4. Nihilisme. Berasal dari bahasa latin yang berarti nothing vatau tidak ada. Sebuah doktrin yang tidak mengakui validitas alternatif yang positif.
  5. Agnostisisme. Paham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahuin hakikat benda baiki materi maupun ruhani.[3]

b. Epistimologi

Epistimologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

Epistimologi berasal dari kata Yunani episteme yang berarti “pengetahuan”, “pengetahuan yang benar”, “pengetahuan ilmiah”, dan logos yang berarti teori. Dengan demikian, secara etimologis, epistimologis dapat diartikan sebagai teori ilmu pengetahuan, membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Sebab pengetahuan didapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan.[4]

Persoalan pokok etimologi adalah menyangkut persoalan apa yang dapat kita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya. Epistimologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan- pertanyaan yang mengacu kepada proses. Dalam pandangan epistimologi, setiap pengetahuan merupakan hasil dari pemeriksaan dan penyelidikan benda hingga akhirnya diketahui manusia.

Pengetahuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal, indera, dan lain-lain mempunyai metode tersendiri dalam teori pengetahuan, diantaranya adalah:

  1. Metode Induktif. Induksi adalah suatu metode yang menyimpulkan pernyataan-pernyataan hasil observasi disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum.
  2. Metode Deduktif. Deduksi adalah suatu metode yang menyimpulkan bahwa data data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut.
  3. Metode Positivisme. Metode ini berpangkal dari apa yang telah diketahui, yang faktual, yang positif.
  4. Metode Kontemplatif. Metode ini mengatakan adanya keterbatasan akal pikiran manusia untuk memperoleh pengetahuan, sehingga obyek yang dihasilkan pun berbeda-beda harusnya dikembangkan suatu kemampuan akal yang disebut dengan intuisi.
  5. Metode Dialektis. Dalam filsafat, dialektika mula-mula berarti tanya jawab untuk mencapai kejernihan filsafat.[5]

c. Aksiologi

Merujuk ke kata asalnya, aksiologi tersusun dari katabahasa Yunani axios (nilai) dan logos (teori). Aksiologi adalah “teori tentang nilai”. Nilai merupakan realitas yang abstrak yang berfungsisebagai daya pendorog yang menjadi pedoman dalam hidup. Nilai menempati kedudukan penting dalam kehidupan seseorang, sampai pada suatu tempat dimana sementara orang lebih siap mengorbankan hidup ketimbang mengorbankan nilai. Nilai dapat dilacak dari tiga realitas, yakni: pola tingkah laku, pola berpikir, dan sikap-sikap seorang pribadi atau kelompok.

Aksiologi diartikan sebagi teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Aksiologi berhubungan dengan penggunaan ilmu pengetahuan. Seperti dimaklumi, bahwa ilmu pengetahuan ditujukan untuk kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. dengan menguasai ilmu pengetahuan, manusia mampu mengobservasi, memprediksi, memanipulasi, dan menguasai alam. Sebagai contoh, musim hujan yang berkepanjanagan akan mendatangkan banjir, hasil observasi dari pengalaman berulang-ulang ini membawa pada kesimpulan tentang gejal alam ini. Berdasarkan kesimpulan selanjutnya dapat diprediksi kapan musim hujan terjadi, dan dapat mengakibatkan banjir.

Selanjutnya melalui pengalaman diketahui pula bahwa air selalu mengalir ke tempat rendah. Atas dasar pemahaman ini maka dibuat manipulasi (saluran). Melalui saluran tersebut, luapan air akhirnya dapat diatasi. Gejala alam berupa banjir dapat dikuasai. Lebih dari itu dengan bantuan ilmu pengetahuan itu luapan air dapat dimanfaatkan. Ilmu pengetahuan tentang air ternyata sudah dikenal lam oleh manusia. Bahkan memasuki abad ke 20 kemampuan manusia merekayasa air telah melahirkan sedikitnya 20 cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan langsung dengan air, atau hydrolic sciences.[6]

Sejarah Filsafat Barat Dan Filsafat Islam

a. Filsafat Barat

Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. Pola pikir mitrosentris adalah pola pikir masyarakat yang sangat mrngandallkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam, seperti gempa bumi dan pelangi. Gempa bumi dianggap fenomena Dewa bumi yang sedang menggoyangkan kepalanya, namun sejak adanya filsafat fenomena alam tersebut tidak dianggap aktifitas dewa, tetapi aktifitas alam yang terjadi secara kausalitas. Dahulu manusia takut dengan alam namun sekarang didekati bahkan dieksploitasi.

Pertanyaan bagaimana kejadiannya, bagaimana kemajuannya dan kemana tujuannya ? selalu menjadi pertanyaan dikalangan filosof Yunani sehingga disebut filosof alam filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal usul alam adalah Thales (624-546 SM). Ia digelari bapak filsafat karena dialah orang yang mula-mula berfilsafat dan mempertanyakan. “Apa sebenarnya asal usul alam semesta ini ?”. pertanyaan ini sangat mendasar, terlepas apapun jawabanya. Namun, yang penting adalah pertanyaan itu dijawabnya dengan pendekatan rasional, bukan dengna mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan bahwa asal alam adalah air karena alam adalah unsur penting bagi setiap makhluk hidup, air dapat berubah menjadi benda gas, seperti uap dan benda padat  seperti es, dan bumi ini juga berada diatas air.

Setelah Thales, muncul Aleximandros (610-540 SM). Ia mencoba menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal, tidak terbatas dan diatas segalanya yang dinamakan apieron. Ia adalah air, maka air harus meliputi segalanya yang termasuk api yang sebagai lawanya, tidak mungkin air dapat menyingkirkan anasir api. Maka dari itu Aus meliputi segalanya yang termasuk api yang sebagai lawanya, tidak mungkin air dapat menyingkirkan anasir api. Maka dari itu Alesximandros tidak puas. Dia mencari yang lebih dalam, yaitu zat yang tidak dapat diamati oleh panca indra.

Berbeda dengan Thales dan aleximandros, Heraklitos (540-480 SM) melihat bahwaa alam semasta ini selalu dalam keadaan berubah. Itu berarti bahwa bila kita hendak memahami kehidupan kosmos itu dinamis. Segala sesuatu saling bertentangan dan dalam perttentangan itulah kebenaran. Karena itu dia berkesimpulan tidak ada suatupun yang benar benar ada, semuanya menjadi ungkapan yang terkenal dari Heraklitos dalam menggambarkan perubahan ini adalah pantha rhei uden menei (semuanya mengalir dan tidak ada suatupun yang tinggal mantap). Itulah sebabnya ia menyimpulkan bahwa yang mendasar dari alam semesta ini bukan bahanya tetapi faktor dan penyebabnya.

Filosof alam yang cukup berpengaruh adalah Parmenides (515-440 SM) Pandanganya bertolak belakang dengan Heraklitos. Menurut Heraklitos realitas seluruhnya  bkanlah sesuatu yang lain daripada gerak dan perubahan, sedangkan menurut Parmenides, gerak dan perubahan tidak mungkin terjadi. Menurutnya, realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah. Dia menegaskan bahwa yang ada itu ada. Inilah kebenaran.

Pytagoras (580-500 SM) mengembalikan segala sesuatu kepada bilangan. Baginya tidak ada satupun yang dialam semesta ini yang terlepas dari bilangan. Semua realitas dapat diukur dengan bilangan. Karena itu, dia berpendapat bahwa bilangan adalah unsur adalah unsur utama dari alam dan sekaligus menjadi ukuran.

Setelah berakhirnya masa para filosof alam, maka muncul masa transisi, yakni  penelitian terhadap alam tidak menjadi fokus utama, tetepi sudah mulai menjurus pada penyelidikan pada manusia. Filosof alam ternyata tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan, sehingga tumbuhlah kaum “Sofis”. Kaum sofis ini memulai kajian tentang manusia dan menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran.

Protagoras (481-411 SM) ia menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran. Ia menyatakan bahwa kebenaranitu bersifat subjektif dan relatif. Akibatnya, tidak ada ukuran yang absolut dalam etika, metafisika, maupun agama. Bahkan teori matematika tidak dianggapnya mempunyai kebenaran yang absolut.

Para filosof setelah kaum sofis tidak setuju dengan pandangan tersebut. Seperti Socrastes, Plato dan Aristotles. Mereka menolak relativisme kaum sofis. Menurut meraka ada kebenaran objektif yang bergantung kepada manusia. Socrates berpendapat bahwa ajaran dan kehidupan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya oleh karena itu, dasar dari segala penelitian dan pembahasan adalah pengujian diri sendiri. Baginya pengetahuan yang sangat berharga adalah pengetahuan tentang diri dendiri

Setelah Socrates ada tokoh yang sangat menonjol yaitu Plato (429-347 SM) ia adalah murid Socrates yang menulis tentang ide-ide Socrates. Menurutnya, esensi itu mempunyai realitas yang ada didalam idea. Plato menggambarkan bahwa kebenaran umum adalah rujukan bagi alam empiris.

Puncak kejayaan filsafat yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM) ia murid Plato, seorang filosof yang berhasil menemukan persoalan-persoalan besar filsafat yang disatukannya dalam satu sistem : logika, matematika, fisika dan metafisika. Logika Aristitoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut silogisme yang terdiri dari :

  1. Semua manusia akan mati (premis mayor)
  2. Socrates seorang manusia (premis minor)
  3. Socrates akan mati (konklusi)

Aristoteles yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang teoretis dan praktis. Yang teoretis mencakup logika, metafisika, dan fisika. Sedangkan yang praktis mencakup etika, ekonomi dan politik.

Filsafat Yunani yang rasional itu boleh dikatakan berakhir setelah Aristoteles menuangkan pemikirannya. Akan tetapi sifat rasional itu masih digunakan selama berabad-abad sesudahnya sampai sebalum filsafat benar-benar memasuki dan tenggelam dala, abad  pertengahan. Namun jelas, setelah periode ke 3 filosof besar itu semakin merosot. Kemunduran filsafat itu sejalan dengan kemunduran politik ketika itu, yaitu sejalan dengan terpecahnya kerajaan Macedonia menjadi pecahan-pecahan kecil setelah wafatnya Alexander The Great tepatnya pada ujung jaman helenisme yaitu pada ujung sebelum masehi menjelang neo Platonisme filsafat benar-benar mengalami kemunduran.

b. Filsafat Islam

Sejak awal kelahirannya, islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad Saw. Ketika diutus oleh Allah sebagi rosul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, dimana paganisme tumbuh menjadi sebuah identitas sang melekat pada masyarakat arab masa itu. Kemudian islam datang menawarkan cahaya penerang yang mengubah masyarakat arab jahiliah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.

Sejarah perkembangan ilmu dalam islam dibagi dalam beberapa zaman, seperti uraian berikut ini:

  1. Penyampaian Ilmu Dan Filsafat Yunani Ke Dunia Islam

Pengalihan pengetahuan ilmiah dan filsafat yunani ke duinia islam, dan penyerapan serta pengintegrasian pengetahuan itu oleh umat islam, merupakan sebuah catatan sejarah yang unik. Dalam sejarah peradaban manusia, amat jarang ditemukan suatu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain, yang kemudian menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemaham filosofinya. Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia Islam, seringkali terjadi benturan–benturan sepereti perbedaan pendapat antara Plato dan Aristoteles yang menimbulkan pengaruh besar terhadap mazhab-mazhab Islam. Para tokoh-tokoh filsafat harus bersepakat diantara mereka sepanjang yang menjadi tujuan mereka adalah kebenaran.

  1. Perkembangan Ilmu Pada Masa Islam Klasik

Sebagai mana telah disinggung diatas bahwa pentingnya ilmu pengetahuan sangat ditekankan oleh islam sejak awal, mulai masa nabi sampai dengan khulafaurrasyidin, pertumbuhan dan perkembangan ilmu berjalan dengan pesat seiring dengan tantangan zaman. Peristiwa penting dalam zaman ini adalah peristiwa Fitnah al-Kubra, peristiwa ini bermunculan aliran politik dan teologi, masuknya unsur-unsur budaya Perso-Semitik dan budaya helenisme.

  1. Perkembangan Ilmu Pada Masa Kejayaan Islam

Pada masa kejayaan kekuasaan islam, khususnya pada masa pemerintahan dinasti Umayyah dan dinasti Abbasiyah, ilmu perkembangan sangat maju dan pesat. Kemajuan ini membawa Islam pada massa keemasannya, dimana pada saat yang sama wilayah-wilayah yang jauh diluar kekuasaan Islam masih berada pada masa kegelapan peradaban. Dalam sejarah islam kita mengenal nama-nama seperti Al-Mansur, Al-Ma’mun, dan Harun Al-Rasyid yang memberikan perhatian teramat besar bagi perkembangan ilmu didunia islam, selnjytnya juga ada tokoh yang bernama Al-Kindi, Al-Farabi. Pada zaman ini selain berkembangnya ilmu di bidang eksakta, matematika, fisika, kimia, geometri, juga dicatat kemajuan ilmu keislaman, baik didalam bidang tafsir, hadis, fiqihm ushul fiqih.

  1. Masa Keruntuhan Tradisi Keilmuan Dalam Islam

Abad ke 18 dalam sejarah islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal. Seperti yang diungkapkan oleh Lothrop Stoddard, bahwa menjelang abad ke 18, dunia islam telah merosot ke tingkat yang terendah. Islam tampaknya sudah mati, dan yang tertinggal adalah cangkakngnya yang kering kerontang berupa ritual tanpa jiwa dan tahayul yang merendahkan martabat umatnya. Ia menyatakan seandainya Muhammad bisa kembali hidup, dia pasti akan mengutuk para pengikutnya sebagai kaum murtad dan musyrik. Kesulitan-kesulitan ijtihad dan mistisisme asketik juga merupakan faktor yang menyebabkan kemunduran tradisi intelektual dan kailmuan didunia islam.[7]

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Secara umum filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk  memperoleh kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat yang  menanyakan hakikat atau sari atau inti atau esensi segala sesuatu. Filsafat dibagi menjadi tiga bagian: Ontologi, Epistimologi, Dan Aksiologi. Dalam perkembangan filsafat terjadi perkembangan disetiap zaman, selain perkembangan juga ada masa kemunduran atau kehancuran.

Daftar Pustaka

  • Bakhtiar Amsal, Filsafat Ilmu, (Jakarta: RajaGafindo Persada: 2005)
  • Jalaluddin, Filsafat Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: Rajawali pers: 2013)

Contoh Makalah Sejarah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., karena atas limpahan rahmat dan karunia – Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Sejarah ini sesuai waktunya.

Kami mencoba berusaha menyusun makalah ini sedemikian rupa dengan harapan dapat membantu pembaca dalam memahami pelajaran Sejarah yang merupakan judul dari Makalah kami, yaitu “ASEAN (Association of South East Asian Nation)”. Disamping itu, kami berharap bahwa Makalah Sejarah ini dapat dijadikan bekal pengetahuan untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Kami menyadari bahwa didalam pembuatan Makalah Sejarah ini masih ada kekurangan sehingga kami berharap saran dan kritik dari pembaca sekalian khususnya dari guru mata pelajaran PKn agar dapat meningkatkan mutu dalam penyajian berikutnya.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Sukabumi, 05 oktober 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang………………………………………………………………………..
2. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………….
3. Masalah……………………………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN…………………………………..
2. Negara-Negara Anggota ASEAN……………………………………………..
3. Lambang ASEAN……………………………………………………………………
4. Tujuan Dibentuknya ASEAN………………………………………………….
5. Struktur Organsisasi ASEAN………………………………………………….
6. Kerja Sama ASEAN……………………………………………………………….
7. Keuntungan Indonesia dengan Bergabung Dalam ASEAN…….

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan……………………………………………………………………………
2. Saran……………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Adakalanya tingkah laku binatang menjadi inspirasi bagi manusia. Bahkan, binatang yang kecil sekalipun, seperti semut. Suatu waktu kamu pasti pernah melihat sekelompok semut mampu mengangkut benda yang besar. Jika hanya seekor semut yang mengangkut benda itu, pasti tidak kuat. Kejadian itu menjadi contoh bagi orang, masyarakat, bahkan negara. Inti kejadian tersebut adalah kegotongroyongan, kebersamaan, atau menjalin kerja sama. Sebuah negara kecil dapat menjadi kuat bila saling bekerja sama dengan negara-negara kecil lainnya. Contoh yang lebih nyata adalah negara-negara Asia Tenggara.

Karena adanya masalah yang terjadi di Asia Tenggara, sehingga negara-negara yang merupakan anggota Asia Tenggara bersatu dan membentuk organisasi yang dinamakan ASEAN (Association of South East Asian nation). ASEAN merupakan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

2. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kita tentang hal-hal yang dikaji dalam makalah ini. Di mana dalam makalah ini telah dikaji tentang salah satu organisasi yang beperan dalam meningkatkan hubungan internasional, yaitu ASEAN (Association Of South East Asian Nation).

3 Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :

  1. Bagaimana latar belakang terbentuknya ASEAN ?
  2. Negara-negara manakah yang merupakan anggota ASEAN ?
  3. Jelaskan tentang Lambang ASEAN !
  4. Jelaskan tujuan dibentuknya ASEAN !
  5. Sebutkan struktur organisasi ASEAN !
  6. Bagaimana kerja sama ASEAN ?
  7. Apa keuntungan Indonesia dengan bergabung dalam ASEAN ?

BAB II

PEMBAHASAN

1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN

Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kampuchea, dan Laos.

Letak Asia Tenggara sangat strategis. Kekayaan alamnya sangat melimpah. Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya, sejak abad ke-15 bangsa Eropa sudah mengacak-acak Asia Tenggara. Spanyol, Portugis, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Belanda ke Asia Tenggara tidak hanya ingin berdagang. Penjajahan bangsa Inggris atas Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Indonesia; Penjajahan bangsa Spanyol dan Amerika Serikat atas Filipina; penjajahan bangsa Belanda atas indonesia; penjajahan bangsa Prancis atas laos, Kampuchea, dan Vietnam; serta penjajahan bangsa Portugis atau Timor-Timur adalah contoh nyata betapa besar keinginan bangsa Eropa dan Amerika menguasai Asia Tenggara.

Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akhirnya, ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk sebuah organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara. Kelima orang tersebut sebagai berikut.

  1. Adam Malik; Menteri Presidium Urusan Politik/Menteri Luar Negeri indonesia.
  2. Tun Abdul Razak; Wakil Perdana Menteri Pembangunan Malaysia.
  3. Thanat khoman; Menteri Luar Negeri Thailand.
  4. S. Rajaratnam; Menteri Luar Negeri Singapura.
  5. Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina.

Pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filiphina, Indonesia,Thailand, Malaysia, dan Singapura, maka dibentuklah sebuah organisasi, yaitu ASEAN (Association of South East Asian Nation).

2 Negara-Negara Anggota ASEAN

Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filiphina. Pada tanggal 7 Januari 1984, negara Brunei Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya, pada tanggal 28 Juli 1995, negara Vietnam menjadi anggota ketujuh ASEAN.

Negara Laos dan Myanmar menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Kampuchea tidak mau ketinggalan. Negara ini bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota ASEAN

3. Lambang ASEAN

Seperti halnya orgaisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang. Adapun lambang ASEAN yang dilukiskan atau digambarkan sebagai berikut.

Penjelasan mengenai simbol tersebut, adalah :

  1. Lingkaran, mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN terdapat dua buah lingaran, yaitu lingkaran luar dan lingkaran dalam. Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
  2. Batang padi berjumlah sepuluh, melambangkan jumlah anggota ASEAN. Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
  3. Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru, melambangkan persahabatan.
  4. Warna dasar merah, melambangkan keteguhan dan kedinamisan.

Secara keseluruhan lambang ASEAN menggambarkan hal-hal berikut.

  • Solidaritas dan kesepakatan ASEAN
  • Keterikatan dalam kerja sama demi kemakmuran rakyat negara-negara ASEAN.
  • Setia pada perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN dan dunia umumnya.

4. tujuan Dibentuknya ASEAN

Tujuan pembentukan ASEAN tertuang dalam Piagam ASEAN yang memuat hal-hal sebagai berikut.

  1.  Memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas serta lebih memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan;
  2. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih luas;
  3. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya;
  4. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil, demokratis, dan harmonis;
  5. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, sangat kompetitif, dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang, jasa-jasa dan investasi yang bebas; terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha, pekerja profesional, pekerja berbakat dan buruh; arus modal yang lebih bebas;
  6. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik;
  7. Memperkuat demokrasi, meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum, dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental, dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN;
  8. Menanggapi secara efektif, sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh, segala bentuk ancaman, kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas batas;
  9. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan, sumber daya alam yang berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi;
  10. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran dan sepanjang hayat, serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN;
  11. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, dan keadilan;
  12. Memperkuat erja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN;
  13. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam, dan memperoleh manfaat dari, proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN;
  14. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan; dan
  15. Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka, transparan, dan inklusif.

Tujuan ASEAN tercantum dalam Deklarasi bangkok, yaitu :

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara;
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional;
  • Meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi;
  • Meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, industri, perluasan perdagangan, perbaikan sarana pengangkutan dan komunikasi, serta peningkatan taraf hidup rakyat;
  • Memelihara kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional dan regional agar semakin mempererat anggota ASEAN;

Secara singkat dapat disebutkan bahwa maksud dan tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik, serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

5. Struktur Organsisasi ASEAN

  1. Struktur lembaga dan mekanisme di ASEAN, antara lain sebagai berikut.Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN sebagai pengambil keputusan utama yang akan memberikan arah kebijakan. KTT diselenggarakan minimal 2 kali setahun. KTT merupakan pertemuan tertinggi dalam ASEAN yang dihadiri oleh kepala negara ASEAN;
  2. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils);
  3. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Communiti Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council/APSCC), Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC), dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council/ASCC);
  4. Badan-badan Sektoral Tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies).
  5. Komite Wakil Tetap (Committee of Permanent Representatives) yang terdiri dari wakil tetap negara ASEAN, pada tingkat duta besar dan berkedudukan di Jakarta.
  6. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4(empat) orang wakil sekretaris jenderal dan sekretariat ASEAN.
  7. Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN.
  8. ASEAN Human Rights Body, yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN.
  9. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation), yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN, termasuk pembentukan identitas ASEAN.
  10. Entities associated with ASEAN.

6. Kerja Sama ASEAN

Hubungan kerja sama ASEAN saat ini meliputi kerja sama di bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik pertahanan.

a. Kerja Sama Ekonomi

Kerja sama ekonomi ASEAN ditujukan untuk menghilangkan hambatan- hambatan ekonomi dengan cara saling membuka perekonomian negara- negara anggota dalam menciptakan kesatuan ekonomi kawasan. Kerja sama ekonomi mencakup berbagai kerja sama di sektor perindustrian, perdagangan, dan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas di ASEAN (AFTA).

b. Kerja Sama di Bidang Sosial Budaya

Kerja sama fungsional dalam ASEAN meliputi bidang-bidang kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, penanganan bencana alam, kesehatan, ketenagakerjaan, pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, kepemudaan, penanggulangan narkoba, serta peningkatan administrasi dan kepegawaian publik.

c. Kerja Sama Politik dan Keamanan

Kerja sama ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan ASEAN dan umumnya di dunia. Kerja sama dalam bidang politik dan keamanan dilakukan menggunakan alat politik, seperti berikut ini.

  • a) kawasan Damai, Bebas Dan Netral (Zone of Peace, Freedom And Neutrality/ZOPFAN);
  • b) Traktat Persahabatan dan erja Sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC in Southeast Asia);
  • c) Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ).

Selain ketiga instrumen politik tersebut, terdapat pula forum kerja sama dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF). Beberapa bentuk kerja sama politik dan keamanan di ASEAN, antara lain sebagai berikut.

  • a) Traktat Bantuan Hukum Timbl Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT).
  • b) Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).
  • c) Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.
  • d) Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.
  • e) kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional;
  • f) Kerja sama di bidang hukum; bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta kelembagaan antarparlemen.7. Keuntungan Indonesia dengan Bergabung Dalam ASEAN Sebagai sebuah organisasi regional di kawasan Asia tenggara yang bersifat non militer dan non politik, ASEAN telah mampu menciptakan stabilitas, perdamaian, dan keteraturan di kawasan sehingga membantu Indonesia untuk melanjutkan program-program pembangunan di segala bidang dan mendorong Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih maju. Pada intinya hubungan Indonesia dengan ASEAN saling menguntungkan.

BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan

ASEAN (Association of South East Asian Nation) merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara atas dasar persamaan nasib dan kepentingan bersama. Lima negara yang sepakat menjadi pelopor membentuk ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filiphina, Indonesia,Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Pada awalnya, negara-negara anggota ASEAN hanya berjumlah lima, namun beberapa tahun setelah berdirinya ASEAN, lima negara lainnya bergabung ke dalam Anggota ASEAN secara bertahap. Tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik, serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

b. Saran

Negara kita, Indonesia merupakan salah satu anggota ASEAN. Untuk itu, kita harus membantu mewujudkan cita-cita atau tujuan dari ASEAN itu sendiri. Karena bagaimanapun, tujuan tersebut merupakan keinginan dari bangsa kita sendiri.

Selain itu, sebagai negara anggota ASEAN yang terbesar, kita harus lebih menunjukan patisipatif kita dalam mewujudkan tujuan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  • Budiyono. 2005. Kewarganegaraan SMA. Jakarta: Erlangga
  • Tim Penyusun. 1999. Ilmu Pengetahuan Sosial 4. Klaten: Intan Pariwara
  • Kartodidjo, Sartono. 1988. Ringkasan Geografi. Yogyakarta: Mitra Gama Widya

***************

Demikianlah beberapa contoh makalah dan teknik pembuatan makalah yang bisa dibagikan kali ini. Semoga artikel ini bisa menjadi sumber referensi pembuatan makalah bagi pembaca seklain. Terimakasih!